Permainan Hati

Permainan Hati
Episode 50


__ADS_3

...❤️❤️❤️...


...❤️❤️❤️...


..."1 Month Pernikahan"...


Lalu secara bergantian mereka saling mengambil foto masing-masing dan terakhir mereka berfoto berdua. Serta mereka juga tampak sangat menikmati dan bersenang-senang. Kemudian setelah itu mereka duduk bersama saling bersandar dan memakan kue.


"Aku menyadari bahwa kamu ternyata romantis juga" komentar Maudy.


"Aku tidak pernah melakukannya untuk siapapun" balas Dito.


Dito menjelaskan bahwa dia tahu kalau Maudy takut untuk kalah dan dia tidak masalah untuk kalah, tapi dia takut ditolak. Lalu dengan nada menyesal, Maudy meminta maaf karena tidak menepati janjinya kepada Dito.


"Kamu tidak perlu meminta maaf. Kamu tidak merusak janjinya. Karena pada akhirnya, kamu datang" kata Dito dengan lembut dan kemudian mereka saling diam sesaat.


"Maudy. Apa artinya keluarga?" Tanya Dito tiba-tiba.


"Mengapa kamu tiba-tiba menayangkan itu?" tanya balik Maudy.


"Bisakah kamu jawab? Aku hanya ingin mendengar jawaban darimu" kata Dito.


"Mm... Artinya... Hubungan darah, cinta dan memiliki keterkaitan satu sama lain" jawab Maudy.


"Kamu bilang, aku adalah keluarga mu. Tapi aku tidak sedarah denganmu. Kamu mencintaiku kan? Tanya Dito dengan malu-malu, lalu Maudy pun diam-diam tersenyum.

__ADS_1


"Licik" balas Maudy.


"Jika kamu tidak menjawab. Maka aku akan menganggap bahwa kamu mencintaiku" kata Dito sambil berbalik melihat pada Maudy.


Dengan penuh perhatian, karena melihat krim cake di wajah Dito, maka Maudy pun melapnya. Lalu Dito membalas bahwa di wajah Maudy juga ada dan kemudian saat Maudy memperhatikan, Dito mengambil krim dan mengoleskan ke wajah Maudy.


Setelah itu secara perlahan Dito mendekat dan membersihkan krim tersebut menggunakan mulutnya. Dan Maudy pun diam serta membiarkan Dito melakukannya. Hingga akhirnya bibir mereka pun saling bersentuhan.


"Aku tidak tahu, jika kamu mencintaiku. Tapi yang pasti, kamu tidak menolak ku. Aku mencintaimu Maudy Pramana" kata Dito sambil tersenyum menatap wajah Maudy. Kemudian Dito kembali mendekatkan wajahnya. Lalu setelah itu, Dito menggendong Maudy dan membawanya ke dalam kamar mereka.


Pagi hari. Saat terbangun didalam pelukan Dito, Maudy tersenyum senang. Dia mengamati wajah Dito dan menyentuhnya, lalu dia tertawa sendiri melihat reaksi wajah Dito yang sangat lucu. Kemudian pas disaat itu hape Dito berbunyi, jadi Maudy pun berpura-pura kembali tidur dipelukan Dito.


Saat mengangkat telepon yang bersalah dari Eric. Dito menjelaskan bahwa dia masih belum bangun, karena istrinya terus menggangunya sepanjang malam. Karena kemarin mereka baru saja merayakan 1 bulan pernikahan mereka. Dan mereka merayakannya sampai larut malam. Mendengar semua perkataan Dito yang begitu terbuka pada Eric, maka Maudy pun langsung membuka matanya dan bangun dengan kaget.


"Pagi ini. Dia masih mengatakan bahwa dia tidak mau berhenti" kata Dito sambil menggoda istrinya yang sedang melotot ke arahnya.


"Apa kamu dengan suaranya?" Kata Dito. Dan dengan kesal, Maudy pun memukuli Dito. "Sayang . Tidak. Santailah. Jangan kasar padaku" kata Dito dengan sengaja menggoda Maudy.


"Berikan hapenya padaku" kata Maudy dengan kesal dan ketika akhirnya, Maudy berhasil merebut hape Dito. Ternyata sambungan telepon Dito dan Eric telah mati. Lalu dengan kesal, Maudy menyuruh Dito untuk menelpon kembali Eric dan menjelaskan, jika tidak semua orang akan mulai bergosip tentangnya.


"Mengapa harus dijelaskan, sejak kita sudah menikah. Biarkan mereka bergosip tentang yang manis" jelas Dito. Kemudian dia menangkap Maudy dan menyadari itu, maka Maudy memberontak ingin pergi.


"Barusan kamu bersenang-senang mengganggu ku. Biarkan aku menggangu mu juga" kata Dito sambil tersenyum manis.


"Kamu pasti tau juga apa yang aku lakukan?" Kata Maudy.

__ADS_1


"Tentu saja. Aku telah bangun sebelum kamu" jawab Dito dengan tenang


"Terus kenapa kamu malah pura-pura tidur sih?" Balas Maudy.


"Mm... Aku hanya menunggu sampai kamu selesai mengganggu ku tidur dan menoel-noel hidungku yang mancung ini" balas Dito yang dibalas pukulan kecil dari Maudy.


Lalu saat Maudy ingin turun dari atas tempat tidur. Dito menahan Maudy dan mencium pipi dan bibir Maudy. Kemudian Dito langsung menarik selimut untuk menutupi mereka.


Disaat sarapan Dito sangat perhatian kepada Maudy. Dia menaruh serbet untuk Maudy. Mengoleskan selei yang berbentuk love di atas roti dan sampai-sampai menyuapi Maudy layaknya diner romantis.


Melihat itu, Maudy pun hanya tersenyum senang dan membuka mulutnya lebar-lebar.


...🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸...


...Jangan lupa tinggalkan jejak ya kawan...


...Like 👍👍...


...Komen 💬💬...


...Supaya Ratingnya bisa naik ⭐⭐⭐...


...Karena itu semua bentuk dukungan buat author, biar up babnya semakin semangat...


...Sekali lagi jangan lupa Like 👍 Dan Komen 💬 yah 😁😁...

__ADS_1


...Sampai Jumpa Di Episode Selanjutnya...


...👋👋...


__ADS_2