
...❤️❤️❤️...
...❤️❤️...
..."Spesial Episode"...
Tepat selesai sarapan pagi Dito mengajak Maudy untuk pergi berlibur berdua untuk merayakan 1 bulan pernikahan mereka. Dengan semangat Maudy pun menyetujui ajakan Dito.
Selesai bersiap siap Maudy dan Dito pun menuju tempat liburan. Tidak memakan banyak waktu mereka telah sampai di sebuah kapal mewah yang sudah Dito pesan. Diatas kapal Dito dan Maudy makan roti bersama dan saling bersuapan. Menikmati indahnya lautan dan bermesraan bersama-sama.
Sedangkan malam hari. Ditepi pantai, Dito dan Maudy makan malam bersama. Saling menyuapi dan menikmati suasana malam dan tidak terlupakan mereka juga bermesraan untuk memanfaatkan waktu berdua.
Sesudahnya mereka menikmati liburan dan memutuskan untuk pulang dan beristirahat. Sebab Dito yang memiliki pekerjaan yang sangat penting.
...----------------...
Di kantor Maudy menghubungkan hapenya ke dalam layar monitor dan mempresentasikan data yang telah disiapkan. Pas disaat itu Maudy mengirimkan pesan, lalu pesan tersebut pun tampil dilayar monitor. Chat tersebut berisikan foto Maudy yang sedang makan. Melihat itu semua orang tersenyum dan menggoda Dito.
Dirumah. Maudy pun tersenyum sendiri saat mendapatkan balasan chat dsri Dito. Dan ketika Adi melirik kearahnya, Maudy pun langsung menyembunyikan hapenya dan meminta Ayahnya untuk tidak mengintip. Lalu Adi pun tersenyum.
Kemudian disaat itu Farah datang dan membawakan makanan untuk Maudy dan mengomeli Adi yang dicuaca sedingin ini malah tidak memakai selimut ataupun sweater dengan benar.
Melihat kedekatan orang tuanya tersebut, Maudy pun sangat tenang.
...****************...
Sedangkan di kantor, Laras tersenyum melihat sebuah boneka keluarga miliknya. Ada boneka. Ada boneka yang merupakan istri, ada boneka pria yang merupakan suami dan boneka bayi kecil.
Pas disaat itu, seorang karyawan memanggil Laras, karena ada klien yang ingin bertemu. Jadi Laras pun mengambil berkasnya dan ingin keluar dari ruangannya. Tapi sayangnya, disaat itu, tanpa sengaja dia malah menyenggol boneka keluarga miliknya.
Boneka istri dan bayinya baik-baik saja. Sementara boneka suaminya hancur dan melihat itu, Laras langsung tampak sangat sedih melihat boneka keluarganya.
Sementara ditempat lain. Dikamar, ketika sendirian, Adi melihat foto pernikahannya bersama dengan Laras dengan raut yang tampak rindu dan sedih. Lalu ketika Maudy serta Bibi Rina datang, dengan segera dia menyembunyikan foto tersebut dibawah bantal.
__ADS_1
Maudy datang untuk membantu Ayahnya berlatih berjalan. Tapi baru sebentar saja Adi telah merasa sangat lelah dan ingin kembali ke tempat tidur. Sementara Maudy yang melihatnya langsung merasa sangat sedih.
Setelah melihat Ayahnya yang sudah kesusahan, Maudy memutuskan untuk menenangkan diri di ruang tamu dan tepat disaat itu Daniel datang kerumah dan menjelaskan kepada Farah dan Maudy. Dia mengatakan bahwa struktur tulang tubuh Adi sudah mulai membaik dan mendengar itu, Maudy pun bertanya dengan heran kenapa Ayahnya masih belum bisa berjalan, padahal ini sudah lewat dari tiga bulan.
"Dokter fisioterapi bisa memberikan perkiraan waktu. Tapi pikiran sensitif, jadi tidak ada dokter di dunia ini yang bisa memprediksi waktunya. Mungkin yang di inginkan Ayahmu adalah seorang pendorong" jelas Daniel.
"Ada aku" balas Maudy dengan tegas.
"Maudy" balas Farah yang mulai jengah melihat Maudy yang sangat keras kepala.
"Ada aku dan ibu ku. Ayah tidak kekurangan dorongan apapun. Ini bukan alasannya. Jika kamu mempunyai solusi yang lain, maka tolong beritahu aku" balas Maudy dengan sedikit kesal. Kemudian dia permis untuk mengecek Ayahnya.
Saat akan pulang, Farah mengatakan bahwa dia mengerti dengan maksud Daniel, tentang apa yang Daniel ingin beritahu pada Maudy. Dan dia sangat mengenal Maudy dengan baik juga, menurutnya Maudy percaya bahwa dia telah mendapatkan Ayahnya kembali. Jadi sangat sulit untuk menghancurkan harapan Maudy tersebut.
"Tapi aku tidak setuju. Menurutku Maudy bisa melakukannya" kata Daniel.
"Aku, Ibu nya dan aku tidak mempercayai itu. Terus kenapa kamu sangat begitu percaya diri" balas Farah.
"Karena aku melihat dari ibu Maudy. Maudy menurunin sifat-sifat itu dan banyak perilaku dari kamu. Dia hanya kekurangan beberapa pengalaman hidup. Jadi dia lambat dalam menanganin masalah dan perubahan. Tapi sekarang Maudy memiki Dito dan dimasa depan dia akan memiliki anak. Beberapa hal, dia mungkin akan mempelajarinya dari keluarganya sendiri" jelas Daniel.
"Berkencan lah dengan seumuran ku" kata Daniel dan Farah begitu terkejut. Lalu Daniel melanjutkan perkataannya. "Beberapa hari ini kita kan sudah berkencan kan?" Bibi Farah dan Ibuku" kata Daniel sedangkan Farah hanya bisa tertawa malu-malu disaat Daniel mengatakan hal seperti itu.
Dirumah sakit. Laras sedang berbicara dengan Ibunya ditelepon dan saat Dito datang, Laras langsung beralasan kepada Ibunya bahwa dia sedang ada klien, jadi Laras pun langsung mematikan sambungan teleponnya.
"Aku kan sudah bilang, kamu tidak perlu menemani ku lagi. Aku tidak akan membahayakan bayiku" kata Laras sambil mengelus perutnya.
"Aku hanya datang untuk memastikan" balas Dito.
Sementara diruang tunggu, Dito kembali menanyakan apa Laras masih menyembunyikan soal kehamilan ini dari Ibunya dan Laras membenarkan, dia menjawab bahwa ketika ibunya selesai liburan di Eropa, dia tidak yakin apa dia masih bisa menyembunyikan ini, karena semakin hari perutnya semakin besar saja.
Dan menurut Dito itu adalah hal yang sangat baik, karena jika begitu maka dia akan mengirim Laras kembali kepada Adi. Namun Laras tidak sependapat karena saat ini Adi telah memiliki putrinya serta istrinya yang menjaganya, yaitu Maudy dan Farah.
"Bagaimana denganmu? Apa kamu bahagia akhir-akhir ini?" Tanya Laras, mengubah arah pembicaraan.
__ADS_1
"Bagus. Begitu bagus sampai aku merasa ini adalah waktu terbaik di hidupku" jawab Dito sambil tersenyum mengingat semua kemesraan nya bersama Maudy.
"Orang baik sepertimu pantas untuk bahagia dan sebagai teman, aku ikut bahagia bersama mu" balas Laras dengan tulus.
Maudy masuk ke dalam kamar Adi dan memperhatikan Ayahnya yang sedang tertidur. Lalu secara diam-diam, Maudy mengambil hape milik Adi. Kemudian Maudy mengingat perkataan Daniel padanya tadi. Setelah itu dengan sengaja, Maudy menghapus nomor kontak milik Laras dari hape Ayahnya.
"Dia memiliki aku. Dia tidak memerlukan siapapun lagi" Gumam Maudy.
"Maudy, kamu memiliki aku. Apa kamu lupa?" Tanya Dito yang tiba-tiba sudah berada dibelakang Maudy. Dan mendengar itu, Maudy pun langsung berbalik dengan terkejut. Namun dengan segera, Dito memberikan tanda agar Maudy tidak berbicara keras.
"Kamu pulang telat" keluh Maudy.
"Aku pulang telat karena aku sibuk mencari sesuatu yang enak untuk istriku. Lihat ini! Semua adalah favorit mu" kata Dito sambil menunjukkan semua makanan yang dibawahnya. Tapi Maudy tidak tampak ceria melihatnya, jadi Dito pun bertanya.
"Seseorang yang sangat keras kepala tidak mencoba untuk berjalan" kata Maudy mengeluhkan Ayahnya.
"Dia telah berada didalam rumah beberapa bulan. Dia mungkin merasa tercekik. Bagaimanapun besok adalah hari libur, jadi mari kita mengubah suasana" saran Dito dan mendengar itu Maudy pun tersenyum senang.
...🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸...
...Jangan lupa tinggalkan jejak ya kawan...
...Like 👍👍...
...Komen 💬💬...
...Supaya Ratingnya bisa naik ⭐⭐⭐...
...Karena itu semua bentuk dukungan buat author, biar up babnya semakin semangat...
...Sekali lagi jangan lupa Like 👍 Dan Komen 💬 yah 😁😁...
...Sampai Jumpa Di Episode Selanjutnya...
__ADS_1
...👋👋...