Permainan Hati

Permainan Hati
Episode 43


__ADS_3

...❤️**❤️❤️...


...❤️ ❤️**...


..."Dimana Permainan Yang Kau Buat Sendiri Malah Berbalik Arah Padamu"...


...☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️...


Didalam ruangan, Farah sedang mengupaskan buah sambil mengomentari sikap Adi. Farah yang tidak percaya bahwa Adi benar-benar melepaskan Laras untuk pergi, hanya karena Laras mengatakan bahwa hanya "Mencintai uang dibandingkan Adi".


"Aku tidak habis pikir kenapa kau langsung begitu percaya dengan kata-kata Laras yang hanya mencintai uangmu, mungkin saja kan dia mengatakan seperti itu karena dia sedang ngambek" Omel Farah.


"Begini saja coba kamu jelaskan ke aku, kenapa sampai-sampai kamu berpikir untuk melepaskan Laras, cepat jelaskan sebelum Maudy kembali" Omel Farah lagi.


"Aku khawatir dimana depan, Laras akan terus merawat ku sebagai suami cacat dan apalagi aku kan lebih tua dari pada dia" Kata Adi.


"Astaga Adi, kamu hanya perlu memulihkan kesehatanmu selama sebulan hingga kamu bisa berjalan lagi. Aku lihat dia bisa menunggu mu juga" balas Farah.


"Bagaimana jika waktu berlalu dan aku masih tidak bisa berjalan. Dia seharusnya tidak menanggung ini selama hidupnya"balas Adi yang tidak mau kalah.


"Sejujurnya aja bukan tubuh mu yang tua, tapi pikiran mu yang sudah mulai sangat tua" balas Farah sambil memberikan buah yang sudah di kupas kepada Adi, tapi lagi-lagi ditolak.


Dan dengan perlahan, Adi pun memakan buah yang tadi diberikan oleh Farah. Lalu melihat itu Farah tersenyum dan fokus mengupaskan buah untuk Adi.


"Orang bilang kamu mengenalku dengan baik. Sekarang aku jadi percaya" kata Adi tiba-tiba.


"Karena itulah, makanya kita tidak bisa menjadi pasangan" balas Farah. Kemudian dia memberikan buah yang lain kepada Adi.


Sebelum masuk kedalam kamar Adi. Maudy diam dan merenungkan perkataan Dito padanya barusan serta pandangan sedih Ayahnya saat Laras pergi. Dan tepat disaat itu, Farah membuka pintu kamar dan memberitahukan bahwa dia akan pergi untuk membeli makanan untuk Adi.


"Pertamanya, dia menolak ini atau itu. Tapi setelah bisa, dia tidak bisa menahan dirinya lagi" kata Farah menjelaskan dengan cepat.


Disaat itu, Adi memanggil Farah. Karena Adi mencoba untuk minum, tapi tanpa sengaja minumannya malah tumpah. Jadi melihat itu, Farah pun mengomel dan menanyakan kenapa Adi tidak memberitahukan nya jika mau minum. Lalu Farah pun membantu Adi membersihkan tumpahan yang jatuh di badan Adi.


"Aku tidak mau mengganggu mu" cicit Adi

__ADS_1


"Ini lebih mengganggu" balas Farah


Maudy yang melihat kedekatan antara kedua orang tuanya membuat Maudy tersenyum senang. Lalu dengan cepat Maudy mengambil dompetnya dan menawarkan diri untuk pergi membeli makanan. Sementara Farah melanjutkan membersihkan tumpahan yang jatuh di badan Adi.


Disaat Maudy keluar dari dalam ruangan, Maudy menelpon Oma nya dan menceritakan segala kejadian baik yang terjadi antara kedua orang tuanya. Namun Oma Nina merespon sangat dingin. Dengan berusaha Maudy pun membujuk Omanya agar berhenti untuk ngambek padanya.


"Masalah orang tuamu, bagaimanapun aku ada disisimu. Tapi untuk anak pengemis itu, TIDAK. Aku harap kamu tidak mulai menyukainya?" Jelas Oma Nina.


"Oma tahu kan aku menikahi dia agar aku bisa balas dendam melalui permainan cinta ini dan semua masalah ku bisa berakhir, itu saja Oma, tidak ada yang lain seperti yang Oma pikirkan" balas Maudy.


Didalam ruangan, Farah sedang mengupaskan buah sambil mengomentari sikap Adi. Farah yang tidak percaya bahwa Adi benar-benar melepaskan Laras untuk pergi, hanya karena Laras mengatakan bahwa hanya "Mencintai uang dibandingkan Adi".


"Aku tidak habis pikir kenapa kau langsung begitu percaya dengan kata-kata Laras yang hanya mencintai uangmu, mungkin saja kan dia mengatakan seperti itu karena dia sedang ngambek" Omel Farah.


"Begini saja coba kamu jelaskan ke aku, kenapa sampai-sampai kamu berpikir untuk melepaskan Laras, cepat jelaskan sebelum Maudy kembali" Omel Farah lagi.


"Aku khawatir dimana depan, Laras akan terus merawat ku sebagai suami cacat dan apalagi aku kan lebih tua dari pada dia" Kata Adi.


"Astaga Adi, kamu hanya perlu memulihkan kesehatanmu selama sebulan hingga kamu bisa berjalan lagi. Aku lihat dia bisa menunggu mu juga" balas Farah.


"Bagaimana jika waktu berlalu dan aku masih tidak bisa berjalan. Dia seharusnya tidak menanggung ini selama hidupnya"balas Adi yang tidak mau kalah.


"Sejujurnya aja bukan tubuh mu yang tua, tapi pikiran mu yang sudah mulai sangat tua" balas Farah sambil memberikan buah yang sudah di kupas kepada Adi, tapi lagi-lagi ditolak.


Dan dengan perlahan, Adi pun memakan buah yang tadi diberikan oleh Farah. Lalu melihat itu Farah tersenyum dan fokus mengupaskan buah untuk Adi.


"Orang bilang kamu mengenalku dengan baik. Sekarang aku jadi percaya" kata Adi tiba-tiba.


"Karena itulah, makanya kita tidak bisa menjadi pasangan" balas Farah. Kemudian dia memberikan buah yang lain kepada Adi.


Sebelum masuk kedalam kamar Adi. Maudy diam dan merenungkan perkataan Dito padanya barusan serta pandangan sedih Ayahnya saat Laras pergi. Dan tepat disaat itu, Farah membuka pintu kamar dan memberitahukan bahwa dia akan pergi untuk membeli makanan untuk Adi.


"Pertamanya, dia menolak ini atau itu. Tapi setelah bisa, dia tidak bisa menahan dirinya lagi" kata Farah menjelaskan dengan cepat.


Disaat itu, Adi memanggil Farah. Karena Adi mencoba untuk minum, tapi tanpa sengaja minumannya malah tumpah. Jadi melihat itu, Farah pun mengomel dan menanyakan kenapa Adi tidak memberitahukan nya jika mau minum. Lalu Farah pun membantu Adi membersihkan tumpahan yang jatuh di badan Adi.

__ADS_1


"Aku tidak mau mengganggu mu" cicit Adi


"Ini lebih mengganggu" balas Farah


Maudy yang melihat kedekatan antara kedua orang tuanya membuat Maudy tersenyum senang. Lalu dengan cepat Maudy mengambil dompetnya dan menawarkan diri untuk pergi membeli makanan. Sementara Farah melanjutkan membersihkan tumpahan yang jatuh di badan Adi.


Disaat Maudy keluar dari dalam ruangan, Maudy menelpon Oma nya dan menceritakan segala kejadian baik yang terjadi antara kedua orang tuanya. Namun Oma Nina merespon sangat dingin. Dengan berusaha Maudy pun membujuk Omanya agar berhenti untuk ngambek padanya.


"Masalah orang tuamu, bagaimanapun aku ada di sisimu. Tapi untuk anak pengemis itu, TIDAK. Aku harap kamu tidak mulai menyukainya?" Jelas Oma Nina.


"Oma tahu kan aku menikahi dia agar aku bisa balas dendam melalui permainan cinta ini dan semua masalah ku bisa berakhir, itu saja Oma, tidak ada yang lain seperti yang Oma pikirkan" balas Maudy.


"Dan jika berakhir, apa kamu menceraikan dia?" Tanya Oma Nina. Dan Maudy terdiam, karena sulit untuk dijawab.


"Aku tahu sejak malam pernikahan, aku giak bisa memerintahkan kamu lagi. Pikirkan lah tentang itu. Suatu hari jika orang tua mu kembali bersama, semuanya, status dan posisi perusahaan, itu akan menjadi milik mu sendiri. Dan ketika itu terjadi, apa gunanya Dito? Jangan menciptakan beban?" Jelas Oma Nina lagi.


"Beban? Apa maksudmu?" Tanya Maudy yang tidak mengerti.


"Semacam ikatan yang mengikat keduanya orang tuamu. Sehingga mereka tidak bisa berpisah, karena mereka memiliki tanggung jawab bersama. Aku harap kamu cukup pintar untuk tidak menciptakan ikatan yang menjebak dirimu sendiri" Jawab Oma Nina.


Dan Maudy pun terdiam memikirkan itu, mungkin ikatan yang dimaksud adalah anak.


...🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸...


...Jangan lupa tinggalkan jejak ya kawan...


...Like 👍👍...


...Komen 💬💬...


...Supaya Ratingnya bisa naik ⭐⭐⭐...


...Karena itu semua bentuk dukungan buat author, biar up babnya semakin semangat...


...Sekali lagi jangan lupa Like 👍 Dan Komen 💬 yah 😁😁...

__ADS_1


...Sampai Jumpa Di Episode Selanjutnya...


...👋👋...


__ADS_2