
...❤️...
...❤️...
...❤️...
...❤️...
..."Terjebak Dalam Permainan Sendiri Itu Susah"...
Di lain kamar Dito datang menemui Laras untuk membicarakan sesuatu tentang kehamilan Laras.
"Apa kamu tidak mau memberitahu Paman Adi tentang kehamilanmu?" Tanya Dito.
"Apa itu ada gunanya lagi, karena aku sebagai ibunya telah di usir" balas Laras.
"Aku tahu Paman Adi bukanlah orang yang tidak bertanggung jawab, dan kamu pasti tau itu juga" balas Dito lagi.
"Tapi aku tidak menginginkan tanggung jawabnya" jelas Laras.
"Paman Adi sangat mencintaimu. Dan dia bilang begitu, karena di sedang kebingungan atau marah. Pikirkan lah sekali saja dan tolong beri dia waktu agar Paman Adi menerima keadaannya yang sekarang" balas Dito.
__ADS_1
Laras yang sudah berpikir bahwa dia mengerti dan telah memberikan cukup waktu. Pernikahan dimulai dari cinta, tinggal bersama dan bergantung pada kepercayaan. Dan Adi tidak mempercayainya, maka dari itulah Adi bisa mengusirnya.
Lalu Dito menjelaskan, "Setidaknya Paman Adi harus mengetahui tentang kehamilanmu Laras". Namun Laras menolak, dia merobek amplop yang berisikan hasil laporan hamilnya sambil meneteskan air mata. Dan melihat itu Dito hanya bisa diam, tanpa bisa melakukan apapun.
...☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️...
Siang harinya Dito mengunjungi kantor untuk memeriksa beberapa kerjaan yang telah terhendel selama Adi sakit. Eric selaku sekretaris menjelaskan masalah kepada Dito, tapi dilain sisi Dito tidak mendengarkannya dengan baik dan malah memikirkan yang lain. Lalu disaat Eric menyadarkannya, Dito pamit pulang dan ingin membawa dokumen yang ada untuk dibawa pulang. Dan Eric pun mengerti.
Lalu tiba-tiba saja disaat itu, Maudy menelpon ke hape Eric dan dengan cepat mengangkat telepon dari Maudy. Lalu Dito hanya diam dan mendengarkan.
"Halo.. ada apa yah?" Ucap Eric.
"Aku ingin bertanya tentang pengacara yang mengurusi surat perceraian antara Ayahku dan Ibuku, kamu kirim kontaknya" Jelas Maudy.
"Bisakah aku yang bicara pada istriku" sambung Dito.
"Halo Maudy. Maudy... Tapi... Ya baiklah. Yeah. Ya. Selamat tinggal" kata Erwin kepada Maudy sambil memandang ke arah Dito. Setelah itu Eric mematikan sambungan teleponnya.
Dengan gugup, Eric menjelaskan bahwa Maudy yang mematikan teleponnya. "Dia bilang untuk memberitahumu jangan tidur di rumah sakit. Ranjangnya penuh, karena Farah tidur disana" jelas Eric dan dibalas dengan diam oleh Dito.
"Jangan bilang aku ikut campur... mm... aku hanya pikir sejak orang saling mencintai... kesempatan untuk putus itu mudah. Tapi jika saling bertatapan satu sama lain, kemudian berpapasan... tidak akan segera datang... maka kita perlu bertatapan satu sama lain dan bicara" jelas Eric dengan gugup, kemudian pamit dan pergi.
__ADS_1
"Bicara lah baik-baik" kata Eric sekali dibalik pintu.
Dirumah sakit, Maudy memegang hapenya dan menghitung mundur dari tiga. Tapi sama sekali tidak ada, telpon masuk. Kemudian dengan kesal, Maudy mengumpat. "Aku sudah memberimu kesempatan Dito Pramana" Umpat Maudy.
...🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸...
...Jangan lupa tinggalkan jejak ya kawan...
...Like 👍👍...
...Komen 💬💬...
...Supaya Ratingnya bisa naik ⭐⭐⭐...
...Karena itu semua bentuk dukungan buat author, biar up babnya semakin semangat...
...Sekali lagi jangan lupa Like 👍 Dan Komen 💬 yah 😁😁...
...Sampai Jumpa Di Episode Selanjutnya...
...👋👋...
__ADS_1
...Sebentar Lagi Kita Akan Bertemu di Akhir Ceritanya Yah😁😁...