
Dirumah kecil. Maudy datang membawa kan baju ganti untuk Dito. Namun setelah menemui baju yang dibawanya, Dito tidak ada mengatakan apapun. Sehingga Maudy pun menjadi kebingungan sendiri harus bagaimana, karena dia belum mau pergi.
Jadi saat melihat Bairam, maka Maudy pun mulai bertanya-tanya, seperti apa barang yang Bairam bawa. Dan Dito menjawab bahwa dia sudah membawa cukup diapers untuk Bairam. Lalu setelah itu Maudy kembali menjadi bingung harus ngapain lagi.
"Apa ada lagi yang ingin kamu tanyakan? Jika tidak, maka beristirahat lah" kata Dito, karena Maudy diam terlalu lama dihadapannya.
"Mm..." Kata Maudy dengan kebingungan.
Didapur. Laras serta Adi sedang membuatkan susu untuk anak tersayang mereka. Lalu mereka membicarakan Bairam yang tadi tampak baik bersama dengan Meisya. Dan Laras berharap agar mereka bisa tinggal bersama, sehingga anak-anak mereka bisa menjadi teman baik. Lalu Adi membalas bahwa itu akan terjadi tidak akan lama lagi, karena dia percaya Maudy bisa melunakkan hati Dito..
Maudy mendekati Bairam yang sedang tertidur pulas di tempat tidur. Dia beralasan bahwa Bairam pasti sangat bosan dan menginginkan seseorang bermain dengannya. Dan mendengar itu, Dito bertanya bagaimana bisa Bairam bosan, karena sekarang kan dia sedang tidur.
"Kemudian. Bisakah aku duduk disini dan melihat dia tidur sebentar saja? Ya? Ya Dito?" Pinta Maudy. Dan Dito pun nengizu Maudy untuk boleh melihat Bairam yang sedang tidur, sementara dia sendiri akan mandi dulu. Lalu dengan senang, Maudy pun mengiyakan.
Setelah itu, ketika Dito telah pergi. Maudy mendekat dan mencium Bairam anaknya. "Aku akan membuat Ayahmu melembut. Lihat lah Bairam" Gumam Maudy.
Dan Dito yang ternyata belum benar-benar masuk ke dalam kamar mandi. Dia tersenyum melihat serta mendengar itu. Lalu setelah itu, barulah dia masuk ke dalam kamar mandi.
Maudy menggendong Bairam yang sudah terbangun dan mulai menangis. Lalu tepat disaat itu, Dito telah selesai mandi. Dan ketika melihat itu, Dito pun mendekat dan gantian menggendong Bairam. Lalu dia menimang dan bersenandung pelan agar Bairam tidak menangis lagi.
Kemudian sama seperti Dito. Maudy mulai bernyanyi dan bersikap lucu untuk menghibur Bairam agar tidak menangis lagi. Dan begitulah selama semalam, mereka berdua sibuk dan bekerja sama dalam merawat Bairam.
Hingga akhirnya. Karena sudah mengantuk, maka Dito pun tidur duluan, sementara Maudy yang menjaga Bairam. Lalu saat Maudy sudah mulai mengantuk dan tertidur, maka gantian Dito lah yang menjaga Bairam.
__ADS_1
...****************...
Saat pagi hari. Ketikan terbangun dari tidurnya dan tidak melihat Bairam diatas tempat tidur, Maudy pun menjadi cemas dan khawatir. Lalu dengan kesal, Maudy mengeluh karena dia mengira bahwa Dito pasti telah membawa Bairam pulang. Dan ketika seseorang mengetuk pintu kamar, Maudy pun langsung berteriak bahwa dia tidak ingin makan.
Namun orang tersebut terus mengetuk pintu kamar. Jadi dengan kesal, Maudy pun mengata bahwa dia sedang tidak lapar, karena sekarang dia sedang tidak dalam mood mau makan.
"Ini aku" kata Dito, masuk ke dalam kamar.
Dan melihat itu, Maudy pun langsung berdiri dan meminta maaf. Maudy menjelaskan bahwa dia mengira yang mengetuk pintu adalah pelayan. Serta dia berpikir bahwa Dito dan Bairam telah pulang.
"Aku lupa sesuatu" kata Dito sambil berjalan mendekati Maudy.
"Barang" gumam Maudy dengan bingung. Lalu saat melihat sebuah boneka yang berada di dekat kakinya, Maudy pun mengira bahwa itulah yang Dito cari. Dan dia memberikan boneka itu kepada Dito. Lalu dia mengucapkan hati-hati kepada Dito.
"Kamu bilang tidak peduli betapa dinginnya aku, itu tidak akan menghentikan mu. Kamu bertingkah seperti kamu seorang penyerang. Tapi... Mm... Kamu mengecewakan aku" kata Dito tepat dihadapan Maudy.
"Kamu tahu?" Tanya Maudy dengan terkejut.
"Keluarga mu berusaha begitu keras" balas Dito yang mengiyakan.
Dengan kesal, Maudy pun mendorong Dito, dia memarahi Dito yang jelas-jelas sudah tahu, tapi malah bersikap seperti tidak tahu dan sombong. Dan saat Maudy akan memukulnya, maka Dito pun memegang tangan Maudy dan menghentikannya.
"Sekarang jika kamu tidak mengatakan apa yang ingin kamu katakan. Aku akan pergi seperti yang kamu bilang padaku" kata Dito dengan tegas sambil menatap Maudy. Lalu saat Maudy hanya diam saja, maka Dito pun berjalan pergi.
__ADS_1
Ketika Dito telah berjalan pergi. Dengan segera, Maudy langsung mengejar dan memeluk Dito dari belakang. "Jangan membelakangi aku lagi" pinta Maudy.
"Aku mengira akan mendengar satu kata dari kamu yang sangat penting. Tapi hari ini datang, itu tidak diperlukan" balas Dito dengan nada kecewa. Tapi wajah tersenyum.
"Aku mencintaimu. Aku ingin sudah lama ingin memberitahu mu" kata Maudy sambil menangis.
Dito melepaskan tangan Maudy yang memeluknya. Lalu dia berbalik dan menghadap kearah Maudy. Dan sekali lagi, Maudy mengatakan bahwa dia mencintai Dito dan tidak mau Dito pergi kemana pun. "Tolong jangan pergi kemana pun lagi ya" pinta Maudy.
Dengan lembut Dito tersenyum dan menghapus air mata Maudy. "Ya aku mengerti" kata Dito. Dan dengan senang, Maudy pun tersenyum. Kemudian Dito mendekat dan mencium dahi Maudy. Setelah itu dengan penuh kerinduan, mereka berdua saling berpelukan.
...πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ...
...Jangan lupa tinggalkan jejak ya kawan...
...Like ππ...
...Komen π¬π¬...
...Supaya Ratingnya bisa naik βββ...
...Karena itu semua bentuk dukungan buat author, biar author up babnya semakin semangat...
...Sampai Jumpa Di Episode Selanjutnya...
__ADS_1
...ππ...