Permainan Hati

Permainan Hati
Episode 62


__ADS_3

Oma Nina bersama pelayan nya berjalan kaki pergi ke kuil dan selama perjalanan, Oma mengeluh tentang cucunya yaitu Maudy. Dia menceritakan bahwa Maudy tidak ada pergi kemanapun, tapi bagaimana bisa sekarang Maudy hamil seperti itu.


"Oma, jangan bicara seperti itu di dalam kuil" kata si pelayan mengingatkan.


Oma Nina bersama pelayan nya berjalan kaki pergi ke kuil dan selama perjalanan, Oma mengeluh tentang cucunya yaitu Maudy. Dia menceritakan bahwa Maudy tidak ada pergi kemanapun, tapi bagaimana bisa sekarang Maudy hamil seperti itu.


"Oma, jangan bicara seperti itu di dalam kuil" kata si pelayan mengingatkan.


Tepat disaat itu, Oma Nina bertemu dengan temanny dan ketika melihat garland (rangkaian bunga) didalam keranjang temannya tersebut, Oma langsung bertanya dengan serius, dimana mereka membeli garland tersebut.


Didalam mobil. Oma Nina dia memperhatikan Natasya yang sedang berjualan garland dan ketika melihatnya, Oma tampak sangat sedih sekali.


Flashback


Diruang tamu. Oma Nina mengajari Natasya serta Farah cara membuat garland dan melihat hasil karya Natasya yang begitu cantik, Oma pun memuji Natasya dengan senang. "Cantik seperti orang yang membuatnya" puji Oma Nina.


Sementara Farah, hasil karyanya begitu tidak rapi dan sangat berantakan. Sehingga Oma Nina pun mengomentarinya. Lalu dengan sikap baik, Natasya membantu Farah. Dia mengatakan bahwa itu hanya perlu diperbaiki sedikit saja dan akan menjadi cantik.


"Sedikit?" Tanya Oma Nina sambil tertawa.


"Aku akan memperbaikinya untuk mu ya" kata Natasya sambil tertawa juga.


Lalu karena malas, Farah pun hanya duduk di sofa. Sedangkan Natasya, dengan tekun dia melanjutkan garland nya. Sambil bersandar di pangkuan Oma Nina dan dengan sayang, Oma mengelus kepala Natasya.


Dihari yang lain. Pada malam hari. Oma memukuli Natasya berkali-kali dengan rotan, sehingga Natasya merasa sangat kesakitan sekali.


"Berapa kali aku mengingatkanmu untuk tidak terlibat dengan pria itu? Arya tidak akan mau mencari nafkah dan mabuk-mabukan setiap harinya! Seorang pria seperti ini tidak benar-benar mencintai mu! Jawab aku! Darimana kamu? Pulang semalam ini, darimana kamu?!" Tanya Oma Nina dengan marah.


Lalu saat Natasya tetap tidak menjawab, maka Oma pun memukulinya lagi dan Oma Nina memaksa Natasya untuk menjawab.


Dihari yang lain, pada pagi hari. Saat Oma Nina masuk ke dalam kamar Natasya dan membuka lemari baju milik Natasya yang telah kosong. Oma Nina menduga Natasya kabur dari rumah dan dia menjadi sangat kesal sekali. Lalu ketika Farah menyerahkan surat yang Natasya tinggalkan, Oma langsung merobeknya.

__ADS_1


"Anak yang kacau! Biarkan dia mati di manapun dia ingin pergi dan jangan pernah kembali!" Kata Oma Nina dengan marah sambil membuang surat yang telah dirobeknya.


Beberapa tahun kemudian. Saat Natasya kembali ke rumah sambil membawa Dito. Oma langsung menyiramnya menggunakan seember air dan memarahi Natasya yang telah berani datang serta menunjukkan wajah disini lagi.


Lalu ketika Natasya berlutut memohon padanya, kemudian langsung berlari pergi dari sana. Oma berteriak memanggil Natasya agar kembali dengan alasan agar Natasya membawa Dito bersamanya. Tapi Natasya tetap berlari tanpa mempedulikan teriakan Oma Nina dan Dito.


Setelah Dito ikut berlari mengejar Ibunya, Oma langsung menangis dengan sedih dan menyesal sekali.


Flashback end


Didalam mobil. Oma Nina menangis melihat Natasya yang sedang membuat garland dan si pelayan pun bertanya apa Oma mau turun untuk menemui Natasya. Tapi Oma Nina hanya diam saja.


Natasya yang merasa heran, ketika ada seorang pria yang menyodorkan seberapa yang kepadanya. Dan dengan ramah, Natasya pun bertanya berapa banyak yang pria tersebut beli. Lalu pria tersebut menjawab bahwa dia mau membelinya semuanya, dan tentu saja, Natasya sangat senang sekali.


Kemudian saat Natasya mau memberikan uang kembalian kepada pria tersebut, si pria malah menolak. Lalu sambil menunjuk ke arah mobil dimana Oma berada, pria itu mengatakan, "Bosku memberikan itu kepada mu. Dia orang yang sangat baik" kata si pria.


"Oh. Benarkah? Mm... Bagaimana bisa begini? Bisakah aku menerima selisihnya saja? Tolong ucapkan terima kasih kepada Bosmu ya" kata Natasya sambil memberikan kembalian uang si Pria.


...****************...


Ditempat lain sebuah taman, Dito dan Maudy sedang mengikuti kelas yoga untuk ibu hamil. Dan ketika mereka diharuskan berpegangan tangan, dengan perlahan Dito menyelipkan tangannya ke pinggang Maudy. Tapi karena merasa geli Maudy langsung menepis tangan Dito.


"Mengapa kamu pegang disebelah sana? Itu sangat geli" keluh Maudy.


"Pose ini, kamu diharuskan berpelukan dengan kuat satu sama lain dan saling melihat satu sama lain. Sangat bagus" kata si instruktur mengarahkan Dito serta Maudy.


Pose selanjutnya. Maudy diharuskan bersandar didada Dito dan dengan raut wajah penuh kerinduan, mereka sama-sama tersenyum, menikmati saat tersebut. Kemudian lanjut ke pose selanjutnya, dimana mereka harus berpegangan tangan sambil menatap satu sama lain.


Setelah pelajaran selesai. Dito yang baru siap mengobrol bersama pasangan lain, dia berjalan dengan gembira mendekati Maudy yang baru saja selesai berganti pakaian. Dan dengan senangnya Dito menunjukkan sebuah alat yang baru dibelinya dari pasangan tadi, yaitu Monitor Jantung Bayi.


Kemudian Maudy pun menanyakan cara kerjanya dan Dito pun menjelaskan.

__ADS_1


"Pertama pakai headphone ditelinga. Kedua, alat deteksi diletakkan di atas perut. Jadi ketika bayinya bergerak, maka kita bisa mendengarnya" jelas Dito.


Dito yang ingin menaruh alat tersebut di perut Maudy, tapi merasa malu sedang berada di tempat umum, maka Maudy langsung menolaknya.


"Sejak kapan aku bilang kamu bisa mendengarnya?" Kata Maudy.


"Oh. Aku kira kamu mengizinkan aku mendengarnya" balas Dito dengan sedih.


"Omong kosong. Kembalikan itu" kata Maudy lalu berjalan pergi meninggalkan Dito.


Pada malam hari dirumah kecil. Secara diam-diam, Dito memasuki kamar tidur Maudy dan ketika dia memastikan bahwa Maudy telah benar-benar tidur, maka Dito pun menggunakan alat tersebut untuk mendengarkan suara gerakan bayinya di dalam kandungan Maudy.


"Jantung bayiku berdetak begitu kencang" kata Dito dengan senang.


"Halo anak papa, kamu baik-baik ya disini" ucap Dito sambil tersenyum.


Lalu saat Maudy bergerak dalam tidurnya, maka Dito pun menyingkir sebentar dan ketika dia melihat Maudy tidak tampak akan bangun, maka Dito pun kembali mendengarkan menggunakan alat tersebut.


...🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸...


...Jangan lupa tinggalkan jejak ya kawan...


...Like πŸ‘πŸ‘...


...Komen πŸ’¬πŸ’¬...


...Supaya Ratingnya bisa naik ⭐⭐⭐...


...Karena itu semua bentuk dukungan buat author, biar up babnya semakin semangat...


...Sampai Jumpa Di Episode Selanjutnya...

__ADS_1


...πŸ‘‹πŸ‘‹...


__ADS_2