Permainan Hati

Permainan Hati
Episode 69


__ADS_3

Diacara pemakaman. Semua orang tampak sangat bersedih. Apalagi Dito, dia yang paling tampak sangat sedih. Dito berdiri diam didepan makan Natasya, Lalu setelah agak lama melihat itu, Oma Nina pun mendekati Dito. Dan dengan sikap tegar, Dito berusaha untuk tampak baik-baik saja di hadapan Oma Nina.


"Ketika Ibumu melarikan diri. Aku membuang semua miliknya. Semua yang tertinggal adalah foto ini. Aku tidak pernah menyangka bahwa ini akan digunakan dalam waktu seperti ini" kata Oma dengan nada penuh kesedihan.


"Terima kasih untuk tidak membuangnya" balas Dito. Lalu sambil memandangi foto Ibunya disaat muda, Dito mengatakan bahwa foto ini sangatlah cantik. Persis seperti Ibu didalam ingatannya.


"Jika ada hal buruk yang telah diperbuatnya, sebagai anaknya, aku memohon pengampunan mu" kata Dito sambil melipat tangan dan menundukkan kepalanya dengan sopan dihadapan Oma Nina.


"Aku minta maaf dan aku juga minta kamu untuk memaafkan. Aku melakukan banyak hal padamu, tapi apa kamu tahu, kamu mengajariku untuk mengetahui bahwa dendam tidak sangat bermanfaat, khususnya dengan orang yang saling menyayangi. Aku juga mengetahui tentang perjanjian mu dengan Maudy mengenai bayi itu.


Dan yang kamu harus tahu Maudy tidaklah salah dalam hal ini, karena dia diminta oleh Natasya untuk berjanji untuk tidak memberitahu mu segalanya, dan Maudy juga yang telah merawat Ibu mu selama ini. Satu lagi Maudy telah mengirimkan pesan di handphone mu tentang Maudy mengatakan seluruhnya" kata Oma Nina dengan menjelaskan semuanya. Dan walaupun mendengar penjelasan Oma Nina, Dito tetap enggan untuk memeriksa pesan di handphonenya untuk saat ini.


"Dito. Waktu tidak pernah menunggu siapapun. Apapun yang kamu cintai, kamu perlu melindungi dan mempercayainya sampai kapanpun. Jangan menjadi seperti Ibumu dan aku" lanjut Oma Nina memberikan nasihat kepada Dito. Kemudian dia mulai menangis sambil menatap foto Natasya.


Diluar. Maudy mengobrol dengan Daniel. Maudy menyalahkan dirinya sendiri, karena andai saja dia mengikuti saran Daniel untuk memberitahu Dito, maka sekarang Dito pasti dengan Ibunya dan Dito bisa melakukan banyak hal yang diinginkannya untuk Natasya.


Dan Daniel pun meminta agar Maudy tidak menyalakan diri sendiri, karena tidak ada yang menduga bahwa ini akan terjadi. Lalu dengan perhatian, Daniel menghapus air mata Maudy dengan sapu tangannya.


"Aku juga berpikiran untuk menyalakan diriku sendiri. Ketika aku meninggalkan mu diwaktu itu" kata Daniel bercerita untuk menyemangati Maudy.


"Tidak apa-apa. Aku sudah melupakannya juga" balas Maudy.

__ADS_1


"Tapi aku tidak lupa dan disana banyak alasan yang membuatku menyalahkan diriku sendiri berulang kali. Khususnya ketika seseorang menyelingkuhi ku. Jika aku tidak meninggalkan mu malam itu, aku tidak akan diputuskan seperti dulu" jelas Daniel.


"Danieell"


"Aku tidak ingin berdrama terlalu banyak. Tapi aku hanya memberi diriku sebagai contoh. Dalam waktu sulit, masih ada kebaikan. Seperti adik kecilku yang bertemu dengan seseorang yang lebih baik dariku. Tetap kuat ya. Dari sekarang hanya akan ada hal bagus yang datang" kata Daniel menyemangati Maudy.


Dan Maudy pun tersenyum, lalu menggunakan sapu tangan dari Daniel Maudy menghapus air matanya. Dan dari jauh Dito tampak cemburu saat melihat kedekatan antara Maudy dan Daniel. Namun tanpa melakukan apapun, Dito berjalan pergi begitu saja.


Dari dalam ruangan Farah menatap ke arah Maudy dan Daniel yang tampak sangat akrab. Melihat itu, Adi pun berkomentar bahwa Maudy dan Daniel tampak baik.


"Mengapa? Kamu akan mengubah pikiranmu untuk memberi anakmu pada dia?" Tanya Farah.


"Maudy sudah menikah. Semua yang tinggal adalah mantan Istriku. Bisakah aku memberinya kepada dia langsung" balas Adi.


Dan sambil tertawa kecil, Adi menayangkan kenapa Farah malah marah. Lalu Farah menjawab bahwa Daniel adalah anak dari teman baiknya, jadi hubungannya dengan Daniel tidak sama seperti hubungan Maudy dan Daniel.


Maudy berjalan ke arah parkiran dan melihat ke sekeliling, tapi dia tidak melihat mobil Dito berada. Kemudian Maudy mengingat saat Dito marah kepadanya, ketika mereka bertemu di depan kamar Natasya. Dan lalu ketika dirumah sakit, saat Maudy memegang tangan Dito, dengan segera Dito menarik tangannya darinya.


Dengan sikap melamun, Maudy pun berjalan ke arah mobilnya sendiri. Lalu tanpa sengaja, Maudy tersandung dan hampir saja terjatuh. Tapi untungnya, Dito datang tepat waktu dan menahannya, sehingga Maudy tidak terjatuh.


"Mm..., Aku kira kamu sudah pergi. Aku tidak melihat mobilmu" kata Maudy dengan sikap canggung.

__ADS_1


"Aku punya seseorang yang membawa itu pulang. Mari, aku akan mengantarmu pulang. Aku tidak ingin kamu menyetir sendirian" kata Dito dan mendengar itu, Maudy tampak senang sekali.


Lalu karena Maudy hanya diam saja, Dito pun meminta kunci mobil Maudy. Dan melihat sikap Dito yang walaupun baik, tapi tampak sedikit berjarak, Maudy pun kembali sedih.


Dito membuka kan pintu mobil dan mempersilahkan Maudy untuk masuk ke dalam, tanpa melihat ke arah Maudy. Bahkan saat memasangkan sabuk pengaman, Dito sama sekali tidak melihat ke arah wajah Maudy. Melainkan dia cuma memegangin sebentar perut Maudy. Setelah itu Dito masuk ke kursi pengemudi.


Dan melihat itu, Maudy kembali meneteskan air matanya.


...🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸...


...Jangan lupa tinggalkan jejak ya kawan...


...Like πŸ‘πŸ‘...


...Komen πŸ’¬πŸ’¬...


...Supaya Ratingnya bisa naik ⭐⭐⭐...


...Karena itu semua bentuk dukungan buat author, biar author up babnya semakin semangat...


...Sampai Jumpa Di Episode Selanjutnya...

__ADS_1


...πŸ‘‹πŸ‘‹...


__ADS_2