
Keesokan harinya Maudy membawa Adi ke taman untuk merubah suasana seperti saran Dito, tapi Adi malah tidak bersemangat sama sekali.
"Ayah tidak akan terluka jika kamu jatuh di atas rumput. Bukankah itu bagus?" Tanya Maudy dengan perhatian, lalu dia memberikan kode kepada Dito. Jadi Dito pun pamit untuk mengembalikan alat bantu jalan.
Dengan perlahan Maudy menopang Adi dan membantunya untuk agar dapat berjalan. Lalu tanpa sengaja, karena belum terlalu kuat, maka Adi pun terjatuh. Dan dengan panik, Maudy ingin membantu tapi Adi menolak.
Adi pun meminta Maudy untuk membawanya pulang ke rumah, karena dia mulai kecapean. Adi merasa malu karena sakit dan dia tidak suka orang-orang melihat padanya.
"Tapi Ayah tidak sakit. Ayah telah sembuh. Sekarang Ayah bisa duduk dan berdiri..." Kata Maudy, berusaha menyakinkan Ayahnya.
"Tapi aku tidak bisa berjalan! Jika ini bukan sakit, kemudian apa?" Balas Adi dengan marah.
Kemudian Adi menyuruh Bibi Rina membawakan kursi rodanya. Lalu dia menyuruh Maudy untuk pergi. Dan dengan sedih, Maudy bertanya mengapa Adi begitu cepat sekali menyerah.
"Ini yang cocok untuk orang cacat sepertiku! Semua yang kamu katakan benar. Tapi aku ingin kamu menerima kenyataan juga, bahwa aku tidak akan pernah sama lagi. Jadi berhentilah menelanku. Ini sangat melelahkan" kata Adi dengan keras.
Lalu Adi memanggil Bibi Rina sekali lagi, jadi Bi Rina pun membawa Adi. Dan Maudy juga ingin ikut membantu, tapi Adi menolak untuk Maudy bantu. Lalu dengan perasaan yang sangat sedih, Maudy hanya bisa duduk diam disana dan membiarkan Ayahnya pergi.
Kemudian Dito yang melihat itu dari jauh dan tidak bisa melakukan apapun.
Ditaman dekat rumah kecil. Maudy duduk merenung dengan sedih disana dan Dito pun mendekatinya, dia duduk disebelah Maudy dan meminta maaf karena telah menyarankan Maudy untuk membawa Adi keluar.
"Ini bukan salahmu. Kamu menolongku mencari solusi. Tapi aku tidak bisa melakukan itu" kata Maudy yang mengerti kebaikan Dito.
__ADS_1
"Jangan salahkah dirimu saja. Mungkin Paman hanya merasa berkecil hati saja atau merasa kecewa. Kecewa dari...." Kata Dito sedikit menggantung.
"Dariku" tebak Maudy langsung. "Karena aku tidak berguna dan tidak bisa menolongnya untuk berjalan lagi. Aku tahu apa yang ingin kamu katakan. Tapi tolong, biarkan aku menyalakan dirimu sendiri. Itu lebih baik daripada disalahkan orang lain" kata Maudy dengan nada terluka.
"Bukan itu yang ingin aku katakan. Aku hanya ingin bilang bahwa dia masih tidak bisa berjalan karena kamu" kata Dito dengan nada serius. "Itu karena kamu mencuri makanannya. Jadi dia tidak punya banyak kekuatan untuk berjalan" kata Dito sambil tersenyum bercanda.
"Itu tidak lucu" balas Maudy sambil menghapus air matanya.
Lalu dengan penuh perhatian, Dito membuka lebar-lebar kedua tangannya. Dia mempersilakan Maudy untuk bersandar padanya. Dan sambil tersenyum, Maudy bersandar serta membiarkan Dito memeluknya. Kemudian tangan nakal Dito bergerak menyentuh perut rata Maudy. Dan dengan bercanda, Maudy pun memukuli Dito dengan pelan.
"Jika kamu menjadi gemuk..." Kata Dito sambil tertawa.
"Tidak berhenti" balas Maudy sambil tertawa malu-malu.
Diruang tamu. Elsa duduk bersimpuh dilantai. Maudy yang melihat itu pun berkomentar apa sekarang Elsa sudah bisa duduk dilantai, karena sebelumnya Elsa pernah menolak untuk duduk dilantai. Lalu dengan dengan sikap menyesal, Elsa mengakui bahwa dia kini telah menyadari apa yang cocok baginya.
"Apa kamu yakin? Jika kamu sadar diri, maka kamu tidak akan meminta Bibi Rina agar kamu bisa kembali disini" kata Maudy dengan tegas.
"Bukannya aku tidak sadar diri. Tapi... Mm... Aku tidak punya tempat untuk dituju. Karena video tersebut membuatku tidak bisa mendapatkan pekerjaan dan Channel membatalkan kontrak nya. Serta aku di denda karena merusak reputasi, jadi aku menjual rumah dan apartemen untuk melawan gugatan. Aku tidak memiliki apapun lagi" jelas Elsa dengan menyesal.
Mendengar semua itu, Maudy mengeraskan hatinya dan tidak mau peduli. Lalu Elsa pun meminta maaf serta berlutut dihadapan Maudy, tapi melihat itu, Maudy hanya diam saja. Sementara Dito yang diam, dia memperhatikan Maudy untuk melihat reaksi apa yang bakal Maudy berikan pada Elsa.
Karena Maudy tetap diam dan mengabaikan Elsa. Maka akhirnya Bibi Rina pun ikut berlutut kepada Maudy. Dan melihat itu, Maudy pun langsung duduk dilantai dan mengangkat Bibi Rina untuk berdiri.
__ADS_1
"Tolong jangan pernah lakukan ini" kata Maudy kepada Bibi Rina.
"Aku mohon, Maudy. Aku janji. Aku akan membuat Elsa tetap tinggal di tempatnya dan tidak menggangu atau menyakiti keluargamu lagi" pinta Bibi Rina agar Maudy mau mengizinkan Elsa untuk tinggal disini.
Dan dengan ragu, Maudy pun mengizinkan Elsa untuk tinggal.
...πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ...
...Jangan lupa tinggalkan jejak ya kawan...
...Like ππ...
...Komen π¬π¬...
...Supaya Ratingnya bisa naik βββ...
...Karena itu semua bentuk dukungan buat author, biar up babnya semakin semangat...
...Sekali lagi jangan lupa Like π Dan Komen π¬ yah ππ...
...Sampai Jumpa Di Episode Selanjutnya...
...ππ...
__ADS_1