Permainan Hati

Permainan Hati
Bab 15


__ADS_3

Dito yang sementara mencari keberadaan Maudy langsung terkejut saat melihat seorang gadis duduk disebuah taman yang jauh dari pusat kota, gadis itu sedang duduk sendiri sambil menangis tersedu-sedu, dengan cepat Dito menepihkan mobilnya dan berlari menuju gadis itu dan ternyata gadis itu adalah Maudy


"Maudy kenapa kau tidak mengaktifkan hpmu, semua orang tengah mencarimu" ucap Dito sambil tersengal-sengal


"Mau apa kau kesini, aku tidak butuh kau lagi dan jangan pernah mencampuri urusanku" jawab Maudy sambil melihat ke arah depan


"Maudy kau kenapa, apa yang salah dan kenapa rumah pohon kita hancur" tanya Dito lagi


"Sudah saatnya rumah pohon itu rusak" jawab Maudy sambil melihat Dito yang tengah duduk bersamanya disebuah bangku taman


Mendengar perkataan Maudy Dito langsung memeluk Maudy rasa khawatirnya langsung hilang walaupun Maudy memukul dada bidangnya Dito tetap memeluk tubuh gadis mungil itu


"Lepasin, Dito kau adalah laki-laki biadab" ucap Maudy


"Berteriak lah, aku akan tetap memeluk mu" jawab Dito


"Dit, lepaskan aku membencimu" ucap Maudy


Semua kemarahannya diluapkan pada Dito apalagi saat melihat Dito dan Laras berpegangan tangan, dia sangat membenci Dito, sampai saatnya dia merasa kelelahan dan berhenti memukul dada Dito


"Bagaimana perasaanmu" Tanya Dito


"Hmm" dehem Maudy


"Jawab lah Maudy, kalau kau begini terus aku akan khawatir" ucap Dito


"Kalau kau tidak mau khawatir kau pergi saja dari sini" jawab Maudy yang membuat Dito berpikir betapa dibencinya Dito


"Kita balik ke Mansion semua orang tengah mencarimu" ucap Dito


"Hmm, aku mau mengendarai mobilku sendiri" ucap Maudy


"Baiklah" jawab Dito


Dengan susah payah Dito membujuk Maudy akhirnya dituruti betapa bahagianya Dito saat Maudy ingin pulang ke Mansion dan rasa khawatirnya hilang sekejap, tidak cukup lama mereka berdua akhirnya sampai di Mansion disana sudah ada Farah dan Adi yang menunggunya

__ADS_1


"Sayang kau dari mana saja, kami sangat mengkhawatirkan mu" ucap Farah sambil mencium kening Maudy


"Maudy hanya cari angin mah" jawab Maudy


Tapi ketika Adi ingin mendekatinya Maudy langsung menuju ke kamarnya tanpa menghiraukan Adi maupun Laras


"Maudy mau istirahat dulu" ucap Maudy sambil berjalan menuju kamarnya


"Kamu tenang saja, Maudy akan berbicara dengan mu" ucap Farah


"Semoga saja" jawab Adi


Sedangkan Dito menceritakan kejadian tadi dan dimana Maudy pergi yang membuat semua orang tidak khawatir dengan kondisi Maudy, disaat Maudy ingin beristirahat Adi datang ke kamarnya sambil membawakan buah apel kesukaan Maudy dengan harapan anaknya dapat memaafkan dirinya


Tok tok tok


"Ayah boleh masuk" ucap Adi


"Masuklah" jawab Maudy sambil memegang Handphonenya


Tanpa berlama-lama Adi pun masuk kedalam kamar Maudy disana Maudy sudah duduk di sofa


"Silahkan ini juga Mansion ayah" jawab Maudy dengan ketusnya


"Ayah membawakan apel kau makanlah" ucap Adi sambil memberikan buah apel, Maudy pun meraih piring itu dan Adi pun memberanikan diri untuk berbicara dengan anaknya tentang acara resepsinya dengan Laras walaupun nantinya Maudy menentangnya


"Ayah kenapa kesini, ayah mau bicara apa" ucap Maudy yang masih ketus


"Begini ayah tau kalau Maudy masih marah dengan ayah tapi cobalah mengerti dengan perasaan ayah kalau ayah itu masih sayang denganmu, tapi ayah juga harus melanjutkan kehidupan ayah" jelas Adi


"Terus langsung ke intinya saja" ucap Maudy


"Baiklah ayah akan mengadakan resepsi buat pernikahan ayah karena sempat tertunda dan ayah mohon Maudy datang ke acara resepsi ayah" jelas Adi dengan terbata-bata dia takut kalau Maudy akan marah


"Hmm, kalau anda sudah mengatakan semuanya tolong anda keluar dari sini, anda tidak udah khawatir aku akan datang" ucap Maudy yang tadinya masih mengatakan ayah tapi sekarang sudah mengatakan anda berarti hatinya sudah sangat kacau

__ADS_1


"Maudy ayah masih mau bicara sayang" ucap Adi dengan lembutnya melihat anaknya yang ingin meneteskan air mata


"Saya mohon mengertilah" jawab Maudy


Dengan terpaksa Adi keluar dari kamar Maudy dan saat Adi keluar terdengar suara barang yang dibanting membuat Adi merasa bersalah


"Semoga kau mengerti sayang" batin Adi


Sekarang hati Maudy sudah terpecah belah rasanya seperti dihantam badai besar amarahnya diluapkan semua dengan membanting barang-barang yang ada di kamarnya Dito dan Bi Rina siap sedia dikala Maudy terluka, hanya khawatir diwajah keluarga Pramana


Yang tadinya ribut didalam kamar Maudy akhirnya reda dengan cepat Dito membuka kamar Maudy menggunakan kunci serep, Dito takut nanti Maudy akan melakukan hal-hal yang aneh yang akan melukai dirinya dan ternyata Maudy tengah tidur dalam kelelahannya semua barang hancur dibantingnya, dengan pelannya Dito dan Bi Rina membersihkan kamar Maudy walaupun Maudy yang masih tidur disana


Sedangkan Adi melihat kamar Maudy yang hancur beserta Maudy yang tidur dalam kemarahan membuatnya semakin bersalah


"*Kenapa harus Sekarang aku memberitahukan putriku, aku bodoh sekali" batin Adi


"Semoga kau baik-baik saja Maudy" batin Dito yang melihat Maudy berantakan*


Disaat selesai membersihkan kamar Maudy mereka kembali ke kamar masing-masing untuk beristirahat apalagi besok akan ada acara di Mansion Pramana, tanpa mereka ketahui sedari tadi ada sepasang bola mata yang melihat Maudy, yah itu adalah Elsa


Dengan bahagianya dia saat melihat Maudy begitu hancur terpuruk, dan saat keluar dari Mansion pikiran jahat pun datang dia langsung saja ke Apartemennya dan mengubungi seseorang yang akan membantunya untuk menghancurkan Maudy


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


...Jangan lupa tinggalkan jejak ya kawan...


...Like πŸ‘πŸ‘...


...Komen πŸ’¬πŸ’¬...


...Supaya Ratingnya bisa naik ⭐⭐⭐...


...Karena itu semua bentuk dukungan buat author, biar up babnya semakin semangat...


...Sekali lagi jangan lupa Like πŸ‘ Dan Komen πŸ’¬ yah 😁😁...

__ADS_1


...Sampai Jumpa Di Episode Selanjutnya...


...πŸ‘‹πŸ‘‹...


__ADS_2