Permainan Hati

Permainan Hati
Episode 38


__ADS_3


...πŸ’–...


...πŸ’–...


...πŸ’–...


...πŸ’–...


...πŸ’–...


Siang harinya Farah dan Adi masih terus berusaha mencari keberadaan Natasya dengan cara menyewa seorang penyelidik. Dikarenakan menurut info dari Daniel, kanker yang diderita Natasya belum menyebar, jadi itu masih bisa dirawat.


Kemudian Adi memberikan semangkuk salad untuk Farah, karena sejak tadi Farah belum makan sama sekali, dan Farah pun menerima dan memakannya.


Tepat disaat itu, Laras pulang. Dia tampak tidak senang melihat kedekatan Farah dan Adi. Apalagi ketika Adi menanyakan apa dia pulang. Dengan sinis, Laras menjawab bahwa ini adalah rumahnya, jadi bagaimana pun dia berhak untuk pulang. Kemudian, Laras berbicara kepada Farah, dia meminta Farah untuk memindahkan mobil yang diparkir di areanya.


"Aku minta maaf ya. Aku terbiasa parkir disana, karena dulunya itu adalah daerahku" kata Farah. Lalu dia mengucapkan terima kasih kepada Adi atas salad yang telah dibuatkan untuknya. Setelah Farah pamit pulang membawa salad tersebut.


"Apa kamu sudah makan?" Tanya Adi kepada Laras, saat Farah pergi


"Mengapa kamu bertanya? Kamu akan membutuhkan salad untuk ku makan?" Balas Laras dengan sinis


"Aku berbicara baik-baik kepadamu. Mengapa kamu malah ngambek?" Balas Adi, yang tidak mengerti sikap Laras


"Aku juga ingin menjawab dengan baik-baik, tapi lihat apa yang kamu lakukan? Siapa di dunia ini yang membiarkan mantan istrinya berjalan masuk dan keluar dari rumah, bahkan walaupun kamu sudah menikahi orang lain" protes Laras, dengan kesal


"Dan siapa di dunia ini yang masih menyimpan barang masa lalunya, bahkan walaupun mereka telah menikahi orang lain? Kamu tidak pulang beberapa hari, tapi segera ketika mantan mu... Ah... Tidak menantuku kembali, dan kamu juga kembali" Balas Adi tak kalah Kesal

__ADS_1


Mendengar itu Laras tampak sedih. Dia menjelaskan bahwa alasannya pulang sekarang adalah untuk menjelaskan semuanya kepada Adi, namun dari perkataan Adi, tampaknya Adi tidak memerlukannya lagi dan tidak ada yang perlu diketahui lagi. Karena Adi tidak mempercayainya lagi.


Kemudian setelah mengatakan hal itu, dengan perasaan terluka dan sedih, Laras pun pergi dan Adi yang tidak bisa berkata apapun lagi hanya membiarkan Laras pergi.


Setelah meninggalkan Kediaman Pramana didalam perjalanan, Laras menghentikan mobilnya di tepi jalan dan menangis tersedu-sedu. Kemudian saat Ibunya menelpon, Laras meminta izin agar Ibunya mau membiarkan dirinya untuk menginap satu hari lagi.


Dan mendengar itu, Lisa merasa sangat heran, karena sebelumnya Laras mengatakan bahwa dia akan pulang hari ini.


"Aku mengubah pikiranku. Laras mohon ya, mom. Bisakah aku menemui mu. Tolong jangan usir aku kembali seperti setiap waktu yang lain. Malam ini, aku tidak mau tinggal disana" jelas Laras


"Jika kamu tidak mau pulang, maka datanglah ke rumahku. Datang sekarang" balas Lisa


"Kamu tidak akan bertanya apapun kan?" Tanya Laras


"Menyetir lah pelan-pelan. Aku sangat khawatir dan bagaimana hasil check-up nya?" Balas Lisa


"Aku sehat, tidak ada yang harus dikhawatirkan" Balas Laras. Kemudian mematikan sambungan telepon dari Ibunya.


...****************...


Pagi harinya. Maudy ikut bersama Dito untuk mencari Natasya. Mereka pergi ke kantor polisi untuk melapor kehilangan Natasya, bahkan Dito menempelkan kertas dengan foto Ibunya. Lalu melihat kesedihan Dito dari belakang, maka Maudy pun mendekat dan memegang tangan Dito yabg berusaha memberikan kekuatan pada diri Dito.


Di taman. Saat makan siang, Maudy memberikan bekal yang dibelinya kepada Dito dan untuk dirinya sendiri, kemudian Maudy menjelaskan bahwa dia telah menulis agenda serta mengerjakan tugas kantor lainnya. Dan mendengar semua penjelasan Maudy, Dito pun menjadi heran dan menatap ke arah Maudy. Lalu saat sadar Dito terus melihat kepadanya, maka Maudy bertanya kenapa.


"Kamu bagus dalam menjagaku" kata Dito


"Aku menyadari bahwa kamu sedih, terus kenapa" balas Maudy


"Bukan karena kita adalah keluarga?" Tanya Dito lagi

__ADS_1


"Jika kamu tahu kenapa masih bertanya" balas Maudy


"Aku ingin mendengar itu lagi" balas Dito


"Tidak" jawab Maudy


"Mengapa? Aku begitu lemah sekarang" jelas Dito


"Orang lemah mana yang sangat menjengkelkan" balas Maudy


Dan Dito pun tersenyum mendengar itu. "Karena aku orang lemah yang paling bahagia di dalam dunia ini.. itu karena kamu. Jika hri ini aku tidak memilikimu, duniaku akan menjadi seperti ketika aku masih kecil, ketika ibuku meninggalkan ku" balas Dito dengan raut yang tampak sedih. Kemudian Dito berterima kasih kepada Maudy.


"Tidak perlu berterima kasih. Apa yang aku lakukan untukmu, itu sama seperti yang kamu lakukan untukku. Aku menjagamu karena kamu menjagaku dengan baik" balas Maudy.


Lalu dengan perlahan, Dito mengulurkan tangannya ke belakang dan memeluk Maudy. Perlahan Dito mendekati wajah odan ingin sekali Menciumnya, dan Maudy sama sekali tidak menolak. Namun belum sempat bibir mereka bersentuhan, tiba-tiba saja terdengar suara orang didekat mereka. Dan mendengar itu, dengan canggung serta tersenyum malu-malu, Dito dan Maudy menjauh sedikit.


...🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸...


...Jangan lupa tinggalkan jejak ya kawan...


...Like πŸ‘πŸ‘...


...Komen πŸ’¬πŸ’¬...


...Supaya Ratingnya bisa naik ⭐⭐⭐...


...Karena itu semua bentuk dukungan buat author, biar up babnya semakin semangat...


...Sekali lagi jangan lupa Like πŸ‘ Dan Komen πŸ’¬ yah 😁😁...

__ADS_1


...Sampai Jumpa Di Episode Selanjutnya...


...πŸ‘‹πŸ‘‹...


__ADS_2