
...πΈπΈπΈ...
...πΈπΈ...
...HAPPY READING...
Di mall. Dito membantu mengangkat kan barang belanjaan Maudy. Lalu sambil berjalan bersama, Dito menayangkan, apa Maudy tidak ingin mengunjungi Laras. Dan Maudy pun menjawab tidak. Kemudian Dito bertanya lagi, apa Maudy tidak mau memberikan selamat kepada Ayahnya. Dan dengan ketus, Maudy menjawab bahwa dia tidak akan pergi dan tidak ada yang perlu diberikan selamat.
"Maudy" kata Dito mengingatkan Maudy untuk tidak seperti itu.
"Kamu sendiri yang bilang, jika aku merasa tidak baik, maka itu akan berdampak pada bayinya. Sekarang kamu malah membuatku tidak enak. Aku harap kamu tahu itu" kata Maudy dengan tajam.
"Aku minta maaf untuk membuatmu tidak enak. Tidak apa jika kamu tidak pergi. Aku akan mengantarmu pulang" balas Dito. Lalu melanjutkan perjalanan menuju rumah.
...****************...
Ketika baru saja selesai melakukan aktivitas memanjat, Farah bertemu dengan Daniel yang kebetulan baru datang. Dan dengan sengaja, Farah ingin menghindari Daniel. Tapi Daniel menghalangin Farah, lalu dia menanyakan kenapa Farah melakukan itu padanya, padahal Farah tahu bahwa dia tidak menyukai Intan.
"Ini hanya sebuah niat baik dari orang dewasa untuk anak, itu saja" jelas Farah
"Anak kecil? Dalam matamu, aku masih muda, kurang cerdas dan itu mengganggu mu? Jadi kamu bisa membuang ku kepada siapapun yang kamu inginkan? Kamu tidak memahami perasaan ku sama sekali. Dan bagaimana aku akan merasa" balas Daniel dengan kesal.
"Aku tahu kamu marah, karena aku terlibat dalam kehidupan pribadi mu. Aku minta maaf. Dari sekarang, aku tidak akan terlibat dalam urusanmu lagi" balas Farah.
__ADS_1
"Tapi aku ingin kamu terlibat dalam hidupku. Hanya kamu. Bisakah kita kembali ke kita yang biasa? Memanjat, menonton bersama dan menjadi seseorang yang membuatku tersenyum setiap waktu" kata Daniel dengan nada serius dengan pandangan berharap.
"Ada wanita yang seperti itu dan cocok dengan usiamu. Dan bisa berdiri di sisimu tanpa meras malu. Aku Ibu Maudy. Dan aku telah menjaga Oma. Aku ingin anak dan cucuku bangga. Dan aku berpikir Ibumu akan setuju. Dia juga ingin kamu mendapat yang sesuai" balas Farah memberikan pengertian kepada Daniel. Kemudian setelah mengatakan itu, dia pun berjalan pergi meninggalkan Daniel yang sedang mematung.
Dan dengan pandangan sedih, Daniel hanya menatap kepergian Farah
...π π π π π π ...
Saat pulang ke rumah besar dan melihat Laras, Adi, serta Dito yang tampak sangat senang merawat dan bermain dengan bayi Laras. Maudy pun merasa sedih. Kemudian tanpa ingin mengganggu, Maudy bermaksud ingin pergi.
Tapi Adi yang menyadari kedatangan Maudy, dia memanggil Maudy. Lalu Adi mengajaknya untuk mendekat dan melihat bayinya. Adi mengatakan bahwa bayi Laras sangat mirip dengan Maudy ketika Maudy masih kecil dulu. Dan mendengar itu, Maudy hanya tersenyum kecil.
Lalu Adi berjalan mendekati Maudy sambil menggendong bayinya. Dan dia menawarkan agar Maudy mencoba menggendongnya. Tapi Maudy menghindar dan menolak. Lalu entah kenapa, bayi tersebut mulai menangis, jadi Adi serta Laras berusaha untuk menenangkannya.
"Maudy tidak bermaksud begitu" kata Laras, membela Maudy. Kemudian tanpa mengatakan apapun, Maudy pun berjalan masuk kedalam rumah.
Didekat kolam. Maudy duduk sambil mengelus perutnya yang sudah membesar. Dan ketika bayi di dalam kandungan menendang dengan keras, Maudy tampak sedikit senang. Namun tiba-tiba saja Maudy kembali tampak sedih.
"Kamu tidak pernah menendang sekeras ini sebelumnya. Atau kamu ingin menghibur Ibu? Aku masih memiliki kamu nak... Tapi Ayahmu sangat membenciku. Dan kamu mengerti aku, kan? Dalam beberapa bulan, kamu akan lahir di dunia ini untuk bertemu dengan semuanya. Tapi sebelumnya maaf kan Ibu kalau suatu saat nanti Ibu tidak ada disamping mu" kata Maudy kepada bayi didalam kandungannya.
"Dan kamu akan menjadi kado terindah dan terakhir dariku untuk Ayah mu" sambung Maudy.
Siang harinya diruang makan. Farah sangat senang mengetahui kabar bahwa kemungkinan bayi Maudy akan lahir di bulan yang sama dengan Dito. Jadi dengan begitu mereka bisa merayakan ulang tahun Dito dan si bayi secara bersamaan.
__ADS_1
Lalu saat melihat wajah Maudy yang tampak suram, Farah pun menanyakan apa ada yang Maudy sembunyikan atau karena bayi di dalam kandungan Maudy menendang dengan keras, sehingga Maudy tidak bisa tidur dan Maudy pun langsung menjawab tidak.
"Tapi kamu baik-baik saja kan sayang, karena Mom lihat makin hari kamu sangat kurus dan pucat" tanya Farah lagi.
Mendengar itu Maudy langsung terkejut dan dengan terpaksa Maudy hanya berbohong "Mom Maudy baik-baik saja" jawab Maudy dengan gugup
"Aku sudah tidak sabar. Kurang dari sebulan kita akan bertemu. Aku akan menjadi seorang Oma. Oh cucu ku sayang" kata Farah dengan bersemangat sambil mengelus perut Maudy. Dan Maudy pun tersenyum kecil, namun setelah itu dia tampak sedih dan Dito yang melihat itu sangat heran dan curiga karena Maudy hampir hari ini hanya kelihatan sedih.
...πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ...
...Jangan lupa tinggalkan jejak ya kawan...
...Like ππ...
...Komen π¬π¬...
...Supaya Ratingnya bisa naik βββ...
...Karena itu semua bentuk dukungan buat author, biar author up babnya semakin semangat...
...Sampai Jumpa Di Episode Selanjutnya...
...ππ...
__ADS_1