
Sedangkan dirumah Elsa pulang sambil membawakan minyak urut untuk Ibunya. Tapi karena sedang bertelepon dengan Maudy, maka Bibi Rina memberikan tanda agar Elsa tidak bicara dulu. Dan melihat itu, Elsa langsung menghela nafas dan tampak cemburu.
"Matikan teleponnya. Dan menyetir lah pelan-pelan... Aku tidak ingin kamu menyetir dan bicara dalam kondisi emosi... Aku khawatir sayangku" kata Bi Rina kepada Maudy ditelpon. Sesudah selesai bicara, dengan buru-buru Bi Rina ingin segera pergi keluar.
Tapi Elsa langsung menghalangin Ibunya di dan menanyakan kepada Ibunya, kemana dia akan pergi dan Bibi Rina pun memberitahu bahwa dia akan menemui Maudy.
"Ibu mengeluh tentang punggung mu yang sakit. Dan aku langsung pergi membelinya. Apa kamu akan mengabaikan niat baik ku dengan mudahnya?" Tanya Elsa
"Simpan itu untuk besok saja" balas Bibi Rina dengan cepat.
"Besok! Besok! Untukku, itu semua yang kamu miliki untukku. Tapi untuk Maudy, tidak peduli sejauh apa dia, kamu pasti langsung bergerak dengan cepat" kata Elsa dengan emosi, karena cemburu.
"Bagaimana bisa kamu berbicara seperti ini kepada ku?" Kata Bibi Rina.
"Kamu masih berpikir kamu adalah seorang Ibu? Huh? Ibu yang memperhatikan orang lain lebih penting daripada anaknya sendiri? 'Aku khawatir, sayang'. Tidak bisakah kamu meluangkan sebagian perhatian itu padaku? Huh? Aku adalah anakmu bukan Maudy! Bahkan jika dia anak dari seseorang yang kamu cintai, tapi dia bukan anakmu" jelas Elsa dengan emosi.
Dan mendengar itu, tanpa pikir panjang, Bibi Rina langsung menampar Elsa. "Jika kamu menganggapku Ibumu, jangan berbicara seperti ini padaku lagi" balas Bi Rina lalu pergi keluar dari dalam kamar.
__ADS_1
Sedangkan Elsa dengan sedih dan kesal hanya bisa diam dan membiarkan Ibunya pergi.
Dito pulang ke rumah kecil dan setelah mempersiapkan dirinya, Dito langsung membuka pintu rumah dan memanggil nama Maudy. Namun orang yang berada di dalam rumah, bukanlah Maudy, melainkan Bibi Rina yang datang untuk mengambil pakaian Maudy, karena Maudy ingin tidur dirumah besar malam ini.
"Nak Dito. Aku tahu maksu baik mu untuk Adi. Tapi ada cara lain yang tidak berdampak pada perasaan Maudy. Kamu sudah menikah sekarang. Maudy harus jadi yang pertama, kan?" Tanya Bibi Rina yang menasehati Dito.
"Ini harus dibicarakan dulu Bi. Sejak Maudy tidak mau melihat wajahku atau mendengarkan alasan ku. Aku tidak akan memaksa dia. Jadi aku minta tolong untuk menjaga Maudy, Bi" balas Dito dan langsung masuk kedalam rumah.
Didalam kamar Maudy hanya merenung. Dia mengingat janjinya kepada Dito bahwa dia akan menjadi segalanya untuk Dito. Dan kemudian kejadian tadi, saat dia mengatakan bahwa dia menarik perkataannya dan Dito tidak akan pernah menjadi keluarganya.
Adi meminta maaf kepada Maudy dan dengan sedih, Maudy mengatakan bahwa selama beberapa bulan ini, ketekunannya tidak bisa dibandingkan dengan seseorang. Lalu dia menanyakan, apa alasan Adi ingin berjalan lagi, itu adalah karena bayi yang dikandung oleh Laras.
"Seorang anak baru lebih penting daripada aku" kata Maudy.
Adi langsung mendekat dan memegang tangan Maudy. Dia menjelaskan bahwa tidak ada anak yang lebih penting dari anak yang lain, namun dia memiliki cara sendiri dalam mencintai setiap anaknya. Kini Maudy telah memiliki seseorang yang mencintai dan siap menjaga Maudy, jadi Adi tida ingin Maudy datang kembali padanya.
"Bisakah kamu berjanji padaku bahwa besok kamu akan kembali kepada Dito? Jangan biarkan masalahku, menggoyahkan hubungan mu. Aku bisa melihat betapa kamu dan Dito saling mencintai" jelas Adi dengan perhatian.
__ADS_1
Kemudian Adi menghapus air mata yang jatuh di pipi Maudy. Lalu dengan erat, Maudy memegang perutnya dan merenungkan perkataan Ayahnya.
...πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ...
...Jangan lupa tinggalkan jejak ya kawan...
...Like ππ...
...Komen π¬π¬...
...Supaya Ratingnya bisa naik βββ...
...Karena itu semua bentuk dukungan buat author, biar up babnya semakin semangat...
...Sampai Jumpa Di Episode Selanjutnya...
...ππ...
__ADS_1