
...π...
...π...
...π...
Malam hari disaat tengah tidur, saking dinginnya, Dito langsung mengambil selimut yang menjadi pembatas. Tapi ternyata selimut itu telah diambil duluan oleh Maudy, Maudy yang tengah sadar hanya tersenyum sambil melihat Dito yang tengah kedinginan. Dengan terpaksa Dito mengalah demi sang istri.
...βοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈ...
Ke esokan paginya, saat matahari telah bersinar terang Maudy yang sudah terbangun terlebih dahulu, namun anehnya Maudy tidak bisa meregangkan tubuhnya, dan saat Maudy sadar bahwa Dito tidur dibelakang sambil memeluk dirinya, Maudy pun langsung berteriak dan ingin melepaskan diri, tapi disaat Maudy bergerak Dito akan terus mengeratkan pelukannya.
"Apa yang salah Maudy?" Tanya Dito dengan bingung, Karena Maudy memberontak didalam pelukan Dito.
"Lepaskan, lihat apa yang kau lakukan haaa?" Balas Maudy dengan kesal sambil menunjuk tangan Dito yang masih setia melingkar di perut Maudy.
"Kamu yang curang duluan. Kamu bilang tidak memerlukan selimut, tapi kamu menggunakannya sendiri dan membiarkan aku kedinginan" balas Dito dengan lembut.
"Tapi kamu tidak seharusnya melakukan ini, lepaskan aku sekarang! Kamu mengambil keuntungan dalam kesempitan!" Balas Maudy dengan kesal.
"Tidak akan ku lepaskan, kalau kamu tidak berbicara dengan lembut" balas Maudy sambil tersenyum.
"Lepaskan Dito, aku mau mandi!" Kata Maudy sambil memberontak ingin melepaskan diri, setelah terlepas Maudy melemparkan selimut ke wajah Dito sambil berlari keluar, sedangkan Dito hanya bisa ketawa melihat tingkah lucu Maudy.
Saat keluar kamar Maudy yang sangat takjub melihat suasana di pagi hari disana,
"Astaga ini sangat indah" ucap Maudy, sedangkan Dito yang memperhatikan Maudy sedari tadi langsung mengambil sebuah selimut untuk menyelimuti Maudy agar tidak kedinginan dan Dito pun tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk berduaan dengan Maudy, melihat pemandangan yang begitu indah sambil memeluk Maudy dari belakang.
"Pengalaman yang menyenangkan" gumam Dito dalam hati.
Disaat Dito memeluk Maudy keheningan pun terjadi, tapi Dito dengan cepat memecah keheningan itu dengan mengajak Maudy berbicara
"Apa kamu melihat sesuatu yang menarik" tanya Dito
"Ya. Aku melihatnya" jawab Maudy sambil tersenyum."Tapi apa kamu melihat ini" Tanya Maudy sambil menyikut perut Dito.
__ADS_1
Sehingga Dito pun langsung melepaskan pelukannya dan berdiri agak jauh, dan mereka berusaha kembali menikmati keindahan pemandangan dengan semilir angin.
Setelah menikmati keindahan pemandangan Dito dan Maudy pun membersihkan diri untuk melanjutkan liburan mereka, selesai mandi Maudy dan Dito pergi berjalan bersama melihat begitu banyaknya kebun jagung, tak lupa Maudy menyuruh Dito untuk memotretnya, dengan bersenang-senang Dito langsung menarik Maudy agar berfoto bersama.
...
(Anggap saja mereka sedang di kebun jagung yah,ππ)...
Kemudian disaat mereka sedang berfoto Danang menghampiri mereka dan membantu menfoto Maudy dan Dito.
Kediaman Pramana
Sedangkan di ruang makan Farah menunjukkan foto liburan Maudy dan Dito kepada Natasya (Ibu Dito). Dan melihat itu Ibu Dito tersenyum senang melihat kebahagiaan anak dan menantunya itu.
Disaat sedang mengobrol tiba-tiba saja Ibu Dito langsung terbatuk-batuk dan mengeluarkan darah, betapa terkejutnya Farah melihat itu, dengan cepat Farah menyarankan Natasya untuk ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan.
Natasya pun menuruti keinginan Farah sebab sudah dari kemari Farah terus menerus membujuknya agar ke rumah sakit, melihat itu Farah langsung bahagia dan menghubungi Daniel agar mereka bertemu.
"Halo Daniel, ini Tante apa kamu memiliki waktu" Tanya Farah
^^^"Halo juga, Tante ada apa" Jawab Daniel^^^
"Begini, Tante ingin minta tolong untuk membuatkan janji temu dengan dokter" jelas Farah
^^^"Memangnya siapa yang sakit" Tanya Daniel yang terkejut^^^
"Ibu Dito Daniel, dia selalu terbatuk-batuk dan mengeluarkan darah, aku sangat khawatir dengan keadaannya sekarang, apa kamu bisa tolong Tante?" Jelas Farah
^^^"Bisa kok Tante, Tante ke rumah sakit saja supaya Tante bisa bertemu langsung dengan dokter" Kata Daniel^^^
__ADS_1
"Oke Dani, Tante segera ke situ yah" Kata Farah. Telpon yang sudah terputus Farah pun segera ke rumah sakit untuk menemui Daniel.
^^^"Iya Tante, Daniel tutup teleponnya dulu ya" ucap Daniel^^^
"Iya Daniel" jawab Farah sambil mematikan Handphone nya
Dirumah sakit Daniel menemui Farah yang sudah menunggunya di kantin. Disana Farah mengucapkan terima kasih banyak kepada Daniel yang telah membantunya membuat janji temu dengan seorang dokter, jika Daniel tidak membantunya, mungkin dia harus melalui banyak proses panjang untuk membuat janji
temu.
Apalagi Daniel telah banyak melakukan kesalahan yang buruk terhadap Maudy, jadi jika Farah membutuhkan sesuatu, maka Daniel akan siap membantunya.
"Jangan pikirkan itu lagi hal yang telah berlalu biarlah berlalu, lagian Maudy kan sudah menikah, dan jangan mengungkit masa lalu lagi, hampir lupa apa kamu mau minum?" Kata Farah, sambil menawarkan traktiran sebagai ucapan terima kasihnya ke Daniel
"Tidak, seharusnya aku yang melakukan itu" jawab Daniel
"Aku disini lebih tua" kata Farah lagi
"Tapi aku kan seorang pria, jadi pria lah yang akan menjaga wanita, dan pentingnya lagi aku mempunyai voucher gratis"balas Daniel sambil menunjukkan kartu diskonnya.
Mendengar itu Farah hanya bisa tersenyum kecil, dan menyetujui Daniel mentraktirnya, lalu setelah Farah menyebutkan pesanannya, Daniel pun pergi untuk memesan makanan dan minuman mereka, tapi Farah dengan malu-malu memegang pipinya yang tengah merah merona.
"Itukan anak temanku" Gumam Farah mengingatkan dirinya sendiri.
πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ
...Jangan lupa tinggalkan jejak ya kawan...
...Like ππ...
...Komen π¬π¬...
...Supaya Ratingnya bisa naik βββ...
...Karena itu semua bentuk dukungan buat author, biar up babnya semakin semangat...
...Sekali lagi jangan lupa Like π Dan Komen π¬ yah ππ...
__ADS_1
...Sampai Jumpa Di Episode Selanjutnya...
...ππ...