Permainan Hati

Permainan Hati
Episode 53


__ADS_3

Ditepi kolam renang. Maudy serta Farah berdiri dan memperhatikan Bibi Rina dan Elsa yang sedang memotong tanaman. Melihat itu, Farah bertanya apa Maudy yakin untuk membiarkan Elsa kembali ke Kediaman Pramana.


"Aku sedikit tidak yakin. Tapi apa yang bisa ku lakukan? Aku mempertimbangkan ini karena Bibi Rina" kata Maudy.


"Kamu ini. Tidak peduli betapa kuatnya kamu, tapi ketika kamu melihat musuhmu dalam kesulitan, kamu langsung menjadi seperti Snow White (Menurutku... Walaupun ditipu dan hampir mati, tapi tetap saja percaya kepada orang asing yang datang). Berhati-hatilah pada dia. Kamu tabu apa yang dilakukannya kan" kata Farah mengingatkan.


"Mom. Kamu itu berbicara seperti Dito. Dia juga mengingatkan ku, bahwa aku bisa bermurah hati, tapi jangan lupa apa yang dilakukan padaku" balas Maudy.


"Itu benar! Orang butuh belajar dari luka. Percayai apa yang kamu lihat" balas Farah.


Kemudian mereka saling terdiam dan memperhatikan kedekatan Bibi Rina dan Elsa yang sedang memotong tanaman. Lalu melihat itu, Maudy pun tersenyum dan Farah kembali mengingatkan Maudy agar tidak terlalu terlena dengan sikap baik Elsa yang tiba-tiba.


"Mom. Aku ingin meminta sesuatu padamu" kata Maudy secara tiba-tiba, ketika teringat sesuatu.


Dikamar. Farah menarik Adi untuk ikut bersamanya, tapi Adi menolak untuk ikut. Jadi Farah pun mengambil remote tempat tidur Adi dan mengancam Adi, yaitu jika Adi tidak mau ikut dengannya maka dia akan menaikan atas tempat tidur, sehingga Adi akan sulit untuk tidur.


Lalu dengan nada keras, Farah menasehati Adi. Dan Bibi Rina yang masuk kedalam kamar, Bibi Rina pun bertanya "Apa Nyonya tidak terlalu keras kepada Tuan Adi?".


"Kalau Adi masih seperti kekanak-kanakan maka aku harus melakukannya" balas Farah. Tetapi dengan marah Adi berteriak menyuruh Farah untuk pergi.


"Lanjutkan. Jika kamu ingin membunuhku dengan metode ini, maka silahkan! Aku tua dan kekanakan! Dan kaki ku tidak berguna! Aku tidak pantas untuk hidup!" Kata Adi sambil memukul-mukul tempat tidur.


Lalu Bi Rina pun ingin menghentikan Adi melakukan itu, tapi Farah menahan Bibi Rina. Dia ingin membiarkan Adi untuk melepaskan semua emosinya. Dan disaat itu tanpa sengaja, Farah melihat foto pernikahan Adi dengan Laras yang disembunyikan dibawah bantal.

__ADS_1


Kemudian Farah pun kembali mengomentari Adi dan memaksa agar Adi bangun dan ikut bersamanya.


Saat tahu Farah ingin membawanya bertemu dengan Laras, Adi pun menolak. Namun karena kini Adi tidak bisa berjalan dan hanya bisa duduk di kursi roda, maka mau tidak mau Adi hanya bisa menuruti kemauan Farah.


"Aku tidak ingin dia melihatku dalam kondisi ini. Aku mohon. Tolong bawa aku kembali" pinta Adi yang memohon.


"Aku tidak membawa mu kesini untuk menemuinya. Tapi aku membawamu untuk melihat dia" Balas Farah.


Tepat disaat Adi melihat Laras, dia pun langsung terdiam dan tidak protes lagi. Lalu tanpa sengaja disaat itu, mereka berdua melihat, perut Laras yang sudah cukup besar. Dan Farah pun menjelaskan bahwa ini bisa menjadi alasan Adi untuk bisa kembali berjalan lagi.


"Kebahagiaan menunggu mu untuk berjalan kesana" jelas Farah dan Adi hanya diam saja.


Kemudian disaat itu, mereka berdua melihat kedatangan Dito yang mendekati Laras dan membantu Laras. Dan melihat itu, Adi tampak sedikit kecewa. Lalu Adi meminta agar Farah membawanya kembali.


"Aku tidak curiga kepada Dito. Tapi aku tidak ingin kesana dalam kondisi masih seperti ini. Tolong bawa aku ke rumah sakit. Aku akan berbicara kepada dokter" jelas Adi.


"Tepat. Itu lebih seperti mantan suamiku" balas Farah dengan semangat.


Diatas gedung yang berada disana. Maudy berdiri dan memperhatikan Dito yang datang membantu Laras. Lalu melalui telepon, Maudy mengucapkan terima kasih kepada seseorang, karena telah menyarankannya untuk mengikuti Ibunya.


Dan orang tersebut adalah Elsa. Ternyata alasan Elsa menyarankan itu adalah dia melihat serta mendengar pembicaraan antara Farah dan Adi saat berada di kamar. Lalu saat mendengar serta melihat kejadian didalam kamar. Elsa datang ke rumah kecil dan memberitahukan semuanya kepada Maudy. Serta dia menyarankan agar Maudy pergi mengikuti Ibunya dengan segera.


Semua itu Elsa lakukan dengan alasan bahwa dia ingin membalas kebaikan Maudy kepadanya.

__ADS_1


Kemudian setelah sambungan telepon dimatikan. Elsa tersenyum jahat, "Karena setelah ini, keluarga mu tidak akan bahagia lagi" gumam Elsa.


Saat Dito pulang, ternyata Maudy telah tidur. Dan melihat itu, Dito pun berkomentar kenapa Maudy bisa tidur duluan, kemudian Dito mencium pipi Maudy dan menyelimuti Maudy. Setelah itu, Dito pun pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan berganti pakaian.


Kemudian disaat itu, Maudy membuka matanya. Ternyata dia hanya berpura-pura tidur.


...🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸...


...Jangan lupa tinggalkan jejak ya kawan...


...Like πŸ‘πŸ‘...


...Komen πŸ’¬πŸ’¬...


...Supaya Ratingnya bisa naik ⭐⭐⭐...


...Karena itu semua bentuk dukungan buat author, biar up babnya semakin semangat...


...Sekali lagi jangan lupa Like πŸ‘ Dan Komen πŸ’¬ yah 😁😁...


...Sampai Jumpa Di Episode Selanjutnya...


...πŸ‘‹πŸ‘‹...

__ADS_1


__ADS_2