
...☀️☀️☀️...
...☀️☀️...
...☀️...
...HAPPY READING...
Pagi hari. Dito menyiapkan makanan sarapan dan mengantarkan itu kepada Maudy yang sedang berada diteras taman. Namun ternyata Maudy baru saja selesai makan. Dan melihat itu, Dito pun bertanya. Lalu Maudy membalas bahwa dia melihat bubur buatan Bibi Rina dan ingin memakannya serta selanjutnya Dito tidak perlu membuatkan makanan untuknya lagi, karena dia lebih menyukai makanan Bibi Rina.
"Bekerja di kantor begitu sibuk, kan? Jadi jangan habiskan waktumu" kata Maudy dengan sikap cuek seolah-olah tidak memperdulikan Dito lagi.
"Baiklah" balas Dito dengan nada datar. Lalu dia pergi sambil membawa kembali sarapan yang dibuatnya untuk Maudy tersebut.
Bibi Rina melihat hal itu mendekati Maudy. Dan ketika mereka masuk kedalam rumah, Bibi Rina pun langsung menanyakan kenapa Maudy bersikap seperti itu kepada Dito. Tapi Maudy hanya diam saja dan tidak menjawab.
"Apa kamu marah kepada Dito?" Tanya Bibi Rina.
__ADS_1
"Tidak kok, Bi. Maudy hanya ingin sendiri" balas Maudy.
"Memangnya kenapa, coba ceritakan ke Bibi" tanya Bibi Rina.
"Tidak ada, Bi. Maudy hanya banyak pikiran" balas Maudy.
"Hmm baiklah kalau kamu sudah mau menceritakannya, maka panggil Bibi. Okeh" ucap Bibi Rina sambil memeluk Maudy. Sedangkan Maudy hanya bisa menahan kesedihannya.
"Percaya padaku. Dito Mencintai mu. Hanya berilah dia waktu dan segalanya akan membaik kembali. Berhenti berpikiran yang tidak-tidak" kata Bibi Rina menguatkan kembali Maudy yang sudah terlihat sedih.
...☕☕☕☕☕...
Kemudian Vivi pun menanyakan pendapat Farah bagaimana bila putri (Intan) tersebut dia jodohkan dengan Daniel dan dengan sedikit terkejut, Farah pun terdiam sebentar, lalu setelah itu dia membalas bahwa itu terserah kepada Vivi, karena bagaimanapun Daniel adalah anaknya.
"Eh... Daniel juga anakmu" kata Vivi. Lalu mendengar itu, Farah pun langsung tersedak minuman. "Akhir-akhir ini, dia lebih dekat padamu daripada aku Ibunya sendiri. Untuk pekerjaan ini kamu perlu membuat rencana dan membantu ku" lanjut Vivi dan dengan canggung, Farah pun tersenyum.
Seperti yang dibicarakan Farah dan Vivi. Tepat disaat ini Farah mengajak Daniel untuk ketemuan di cafe. Lalu saat dani telah datang. Farah memperkenalkan Daniel kepada Intan. Dia membanggakan Intan dihadapan Daniel. Lalu dengan alasan bahwa sedang ada urusan, maka Farah pun mengatakan bahwa dia tidak bisa ikut memanjat dengan Daniel. Kemudian karena Intan belum berpengalaman dalam memanjat, jadi Farah meminta agar Daniel bisa membantu mengajarkan Intan.
__ADS_1
Awalnya Daniel sedikit heran dan kebingungan. Namun ketika sadar dengan maksud Farah, maka Daniel pun memandangi Farah dengan sangat lama. Tapi dengan sengaja, Farah menghindari tatapan mata Daniel padanya.
Dan lalu karena itu, maka Daniel pun setuju untuk mengajarkan Intan. Dia memegang tangan Intan dan mengajaknya untuk pergi bersama. Kemudian dengan sikap seolah-olah biasa saja, Farah tersenyum dan mengatakan "Enjoy!".
Namun setelah Daniel dan Intan berjalan menjauh. Dengan pandangan sedih, Farah menatap kepergian mereka dan menghela nafas, karena tidak mampu untuk berbuat apapun.
...🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸...
...Jangan lupa tinggalkan jejak ya kawan...
...Like 👍👍...
...Komen 💬💬...
...Supaya Ratingnya bisa naik ⭐⭐⭐...
...Karena itu semua bentuk dukungan buat author, biar author up babnya semakin semangat...
__ADS_1
...Sampai Jumpa Di Episode Selanjutnya...
...👋👋...