Permainan Hati

Permainan Hati
Episode 45


__ADS_3

Keesokan harinya. Saat pagi hari Adi akhirnya diperbolehkan untuk pulang ke rumah. Lalu sesampainya di rumah, saat Adi akan turun dari dalam mobil ambulans, Dito datang dan mengulurkan tangannya untuk Dito. Tapi Maudy turun begitu saja dan berjalan masuk kedalam rumah tanpa mempedulikan Dito disana.


"Maudy" panggil Dito dengan berat, Maudy pun menghela nafas panjang.


"Kita tidak akan makan bersama untuk beberapa hari. Jadi bisakah kau menunggu dan menemui ku hari ini?" Tanya Dito. Dan Maudy pun mengiyakan, lalu masuk kedalam rumah sambil tersenyum. Begitu juga dengan Dito, yang tersenyum begitu lebar.


Dilain tempat tepatnya disalon, Vivi menunjukkan berita tentang Elsa yang kehilangan peran didalam satu film. Dan membaca itu, Farah pun mengomentari, "Bahwa apa yang kita lakukan, itulah yang kita dapat". Kemudian tepat disaat itu, Daniel datang, sehingga Vivi buru-buru menyimpan hpnya kedalam tas dan pamit ke kamar mandi.


Lalu Daniel pun menunggu dan duduk disamping Farah yang sedang dirawat rambutnya.


"Ibuku baik-baik saja kan" tanya Daniel.


"Iya ibumu cuman kebelet saja" balas Farah


Setelah itu Daniel menanyakan tentang keadaan Adi yang kabarnya sudah diperbolehkan untuk pulang. Dan saat Farah mengiyakan, Daniel mengatakan bahwa dia ingin pergi mengunjungi Adi, lalu Farah mengiyakan Daniel.


"Kalau kamu pergi disana kabari aku" kata Daniel.


"Eits, Mengapa aku?" Tanya Farah yang heran.

__ADS_1


"Jika aku pergi sendiri, aku takut Paman Adi dan Dito tidak akan suka itu. Apalagi aku punya kasus lama dengan mereka. Jika kamu belum lupa sih" jelas Daniel. Kemudian mengulurkan jari Kelingking sebagai tanda janji.


"Ini.." kata Farah dengan heran.


"Janji. Jika kamu pergi, kemudian hubungi aku" jelas Daniel. Lalu dia mengulurkan jari kelingkingnya dengan jari kelingking Farah. "Janji ya sekarang".


"Okay" balas Farah. Lalu dengan sikap malu-malu, Farah menjelaskan kepada petugas salon yang mengurus rambutnya. "Dia anak temanku yang tadi, hahahah" jelas Farah dengan sedikit ketawa.


Seperti yang dikatakan sebelumnya Maudy dan Dito akan makan bersama untuk pertama kalinya. Didapur Maudy tengah memasak gulai yang sangat enak. Dan mencium aromanya yang begitu enak, maka Bi Rina mendekati Maudy serta memujinya. Lalu dengan sedikit heran, Bi Rina menanyakan apa ada sesuatu yang spesial, karena biasanya Maudy jangan untuk memasak di dapur.


"Tidak ada. Aku hanya ingin menunjukkan kepada seseorang bahwa aku juga bisa memasak" jelas Maudy kepada Bi Rina.


Pas disaat masakannya telah selesai. Terlihat perawat yang merawat Ayahnya datang ke dapur sambil membawa mangkuk yang masih berisi bubur. Dan melihat itu, Maudy pun bertanya, "Kenapa?". Lalu si perawat menjelaskan bahwa Adi hanya makan sedikit saja dan tidak tahu apa yang salah, tapi Adi tampak sangat cemberut dan murung.


Malam harinya. Maudy mengunjungi Ayahnya yang berada didalam kamar. Disana dia melihat bahwa Ayahnya terus menatap ke arah tempat tidur.


"Ketika Ayah sembuh, pasti ayah akan kembali tidur disana" ucap Maudy.


"Akan tambah merepotkan kalau Ayah tidur disana" balas Adi.

__ADS_1


Kemudian Adi menanyakan alasan Maudy datang ke kamarnya dan dengan riang Maudy menunjukkan tabletnya. Maudy mengajak Ayahnya untuk menonton Crayon Shinchan bersama-sama. Lalu dengan raut wajah sedih, Adi membalas bahwa dia bahkan tidak bisa duduk saat ini.


"Siapa yang menyuruh Ayah duduk" balas Maudy


Maudy langsung ikut tidur disamping Ayahnya sambil memakan pop corn dan sekali-kali menyuapi pop corn ke Ayahnya. Bersama mereka tertawa menonton kartun tersebut.


...🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸...


...Jangan lupa tinggalkan jejak ya kawan...


...Like πŸ‘πŸ‘...


...Komen πŸ’¬πŸ’¬...


...Supaya Ratingnya bisa naik ⭐⭐⭐...


...Karena itu semua bentuk dukungan buat author, biar up babnya semakin semangat...


...Sekali lagi jangan lupa Like πŸ‘ Dan Komen πŸ’¬ yah 😁😁...

__ADS_1


...Sampai Jumpa Di Episode Selanjutnya...


...πŸ‘‹πŸ‘‹...


__ADS_2