
Hai readers, dukung dan doakan author terus yaa supaya sehat dan terus terinspirasi agar bisa terus menghibur kalian semua melalui karya karya ku.
Selamat membaca semuaa....
.
.
.
Tidak lama setelah menghabiskan makan dan minum nya, dokter keluar dari ruangan dimana bunga sedang di periksa dokter.
Ceklek.....
"Keluarga pasien bunga?" Ucap suster dan dokter yang keluar bersamaan.
"Iyaa saya papa nya dok. Bagaimana keadaan anak saya dok. Dia baik baik aja kan".
"Pasien saat ini mengalami demam tinggi akibat syok terlalu berat. Kita sudah memberikan obat penurun demam nya dan vitamin pada infusnya. Sebaiknya pasien di rawat dan benar benar bedrest disini agar kami lebih mudah memantau kondisi pasien. Jangan buat pasien memikirkan yang berat berat dulu karena berbahaya bagi kondisi psikis dan fisik pasien. Pasien sudah boleh di pindahkan ke ruang rawat yaa. Kalau begitu saya permisi dulu pak, mari". Jelas sang dokter lalu pergi untuk memeriksa pasien lainnya.
"Sus saya boleh masuk untuk melihat keadaan putri saya?".
__ADS_1
"Nanti saja pak kita pindahkan dulu ke ruang perawatan yaa agar bapak lebih nyaman menemani putri bapak".
"Siapkan kamar vvip sus".
"Baik pak, silahkan bapak ke bagian pendaftaran dan mengurus administrasi nya sementara saya memindahkan pasien. Ibu ini saya minta mendampingi pasien yaa".
"Baik suster. Bik, mang tolong jaga bunga dulu yaa. Saya ke pendaftaran dulu".
"Iyaa tuan" jawab mereka bersamaan.
Selagi mengurus administrasi bunga, ada yang sedang memperhatikan papa rio dari kejauhan.
Siapakah yang memperhatikan papa rio?
"Itu kan pak rio, papa nya bunga. Ngapain yaa dia disini. Siapa yang sakit? Mama nya atau jangan jamgan bunga? Tapi kok agham gak ada?" Pria itu bermonolog sendiri.
Ternyata pria itu adalah romi. Teman agham.
Romi belum mengetahui masalah yang menimpa teman dan istri temannya itu.
Yang dia tau kemarin adalah pernikahan agham dan bunga begitu bahagia dan meriah.
__ADS_1
'Apa terjadi sesuatu sama mereka yaa? Kok perasaan gue jadi gak enak gini?".
Karena penasaran romi mengikuti papa nya bunga dari belakang. Bukan bermaksud menguntit, tapi romi agak segan bertanya karena belum begitu akrab dengan keluarga bunga.
Setelah selesai mengurus administrasi, papa rio kembali ke kamar rawat anak nya yang sudah diberi tau oleh suster.
Romi masih mengikuti papa rio sampai dia masuk ke dalam kamar rawat inap. Romi berusaha mengintip namun kaca nya buram tidak kelihatan jika dari luar.
Begitu melihat suster keluar dari kamar tadi, romi langsung bertanya pada suster itu.
"Permisi sus, kalo boleh tanya yang di rawat di ruangan itu siapa yaa? Karena saya kayak kenal dengan orang tua yang baru saja masuk".
"Eh iyaa mas, itu tadi ayahnya. Yang sakit anak nya perempuan. Saya permisi dulu mas". Suster itu melanjutkan pemeriksaan ke ruangan lainnya.
"Bunga kenapa yaa, ada apa sama dia. Kenapa sampai harus di rawat gini? Harusnya ini jadi hari yang bahagia kan buat dia. Kenapa malah down begini yaa". Romi bermonolog sendiri.
"Ah apa apaan kamu romi mengkhawatirkan istri orang". rutuk nya lagi kepada diri sendiri.
Karena enggan untuk masuk ke ruangan itu, romi pun pergi meninggalkan kamar itu.
Romi sendiri ke rumah sakit karena lagi menemani mama nya yang sedang cek kesehatan karena mengeluh lemas sepanjang hari walaupun sudah makan.
__ADS_1
Ternyata mama romi mengidap diabetes. Meskipun tidak tinggi, namun harus di jaga dan di kontrol. Karena bisa saja melonjak kalau tidak di jaga.