Pernikahan 24 Jam

Pernikahan 24 Jam
Buket Bunga


__ADS_3

Keesokan harinya. Seperti biasa, Niken tengah bersiap untuk pergi ke kantor.


Sebenarnya ia sangat berat melangkah ke kantor. Namun, sudah terlanjur terikat kontrak kerja dengan perusahaan mau tidak mau Niken harus profesional.


Ia pikir di perusahaan sahabat nya Mila ia akan tenang dari gangguan lelaki genit.


Ternyata justru ia mengalami hal serupa kembali seperti di perusahaan sebelum nya.


Niken berpikir keras kenapa lelaki yang demikian tidak puas dengan istri nya sendiri.


Padahal istri para CEO itu bukan kaleng kaleng.


Para istri mereka itu sangat cantik. Berpendidikan tinggi, berwibawa, ramah dan juga memiliki tubuh yang ideal meskipun terkadang sudah ada yang berusia setengah abad namun penampilan nya masih sangat terawat.


Niken berpikir apa kurang nya para istri yang cantik paripurna itu?


Entah apa lagi yang para lelaki itu cari ?


Menurut Niken istri istri mereka para CEO sangat lah nyaris sempurna.


Niken sangat takut memilih pasangan hidup.


Ia benar-benar menjadi sangat selektif dalam memilih pria yang akan menjadi pasangan nya kelak.


Apa lagi pengalaman nya dengan para CEO yang ternyata genit kesana sini.


Niken sangat takut jika nanti suami nya akan seperti itu.


Maka dari itu Niken masih betah melajang sampai sekarang.


Niken berangkat dengan semangat yang hanya ada setengah nya.


Niken lajukan mobil nya. Tak seberapa lama Niken pun sampai di pelataran perusahaan.


Seperti biasa Niken memilih untuk memakai pakaian yang lebih tertutup.


Niken melihat mobil agham sudah terparkir rapih di tempat nya.

__ADS_1


Niken menghela nafas berat.


Karena menurut informasi yang Mila berikan, agham itu jika datang ke kantor agak siang dari yang lain.


Tapi sekarang yang Niken lihat justru kebalikannya.


Agham datang selalu lebih awal dari nya yang notabene adalah sekertaris nya. Bawahan nya.


Niken bukan nya merasa tidak enak, tapi justru merasa risih dan aneh.


Niken mempunyai firasat jika agham ada maksud terselubung dengan datang lebih pagi dari nya.


"fiiuuuh. Bos udah di tempat aja. Mager deh jadi nya".


Niken juga tidak memakai cincin berlian pemberian agham semalam. Menurut nya agak aneh saja.


Niken sudah berada di ruangan nya.


Dia kaget karena ada buket bunga sudah terpajang cantik di meja kerja nya.


Di dalam bunga itu juga ada sebuah surat kecil bertuliskan :


~Agham~


Niken lagi lagi membuang nafas nya dengan kasar.


Lalu ia memfokus kan diri untuk bekerja.


Hari ini untung nya tak ada pertemuan penting di luar yang mengharuskan diri nya pergi berdua dengan agham.


Niken hanya mengerjakan berkas yang menumpuk di meja nya.


Dengan teliti Niken mengerjakan nya satu per satu.


Hingga jam makan siang, agham pun keluar dari ruangan nya.


Niken menebak pasti agham akan ke ruangan nya untuk mengajak makan siang.

__ADS_1


Belum selesai berpikir, benar saja.


Agham sudah di depan pintu ruangan Niken.


"Ken, ayo istirahat dulu. Kita makan siang". Ajak agham.


"Oh ya, apa kamu suka bunga nya?". pertanyaan agham membuat Niken bingung.


"Oh bunga ini? terima kasih pak. Tapi maaf, lain kali tidak usah memberikan saya hadiah seperti ini pak. Saya merasa tidak enak. Nanti takut ada omongan yang tidak tidak. Apa lagi kan bapak sudah mempunyai istri yang sangat cantik". Niken ingin agham sadar bahwa istri nya di rumah itu bak bidadari looohhhhhh.


Tapi jawaban agham malah membuat Niken geleng geleng kepala.


"Tidak masalah Niken. Kamu juga cantik kok".


gubrraaakkkkk


Niken heran sekali dengan pria....


"Ya sudah ayo kita makan siang". ajak agham lagi.


"Maaf pak, duluan saja. Saya masih ada yang mesti di kerjakan. Lagi pula saya sudah pesan makanan sama OB dan akan mengantar nya kemari. Saya kerja lagi ya pak".


Niken pun menghadap ke laptop nya lagi.


Sebenar nya dia bisa saja istirahat di luar bersama dengan agham.


Karena berkas yang di kerjakan tinggal sedikit lagi kelar. Lebih cepat dari perkiraan nya tadi pagi.


Agham yang mengerti kalau Niken tidak mau makan siang dengan nya, memutuskan meninggalkan nya.


Tapi itu membuat agham semakin penasaran.


Sebenarnya pula agham sedari tadi memperhatikan jemari Niken.


Tak ada cincin berlian mahal yang ia belikan untuk nya di sana.


Niken tak memakai nya.

__ADS_1


Jika kebanyakan wanita di berikan perhiasan akan dengan senang hati menerima dan memakai nya.


Tapi Niken seperti tak tertarik sama sekali.


__ADS_2