Pernikahan 24 Jam

Pernikahan 24 Jam
Tidak Nyaman


__ADS_3

Beni sudah menunggu di bandara.


Sudah satu jam beni menunggu, karena ia takut macet di jalan dan membuat Niken menunggu.


Sesuka itu beni pada Niken.


Padahal mereka belum ada hubungan apapun. Jangankan hubungan, mengungkapkan rasa saja belum ada yang mulai.


Mereka dekat hanya karena sekedar nyaman saja.


Tapi, kini perasaan Niken mulai goyah. Bahkan sebelum beni menyatakan perasaannya, Niken malah sudah goyah perasaan nya.


Entah kenapa, Niken terbayang bayang kemesraan dan kekhawatiran yang tercetak jelas di wajah agham kala istri nya mengalami musibah yang tak terduga.


Ada suatu perasaan aneh di hati nya menyaksikan itu semua di depan mata nya.


'Apa benar yaa yang Romi bilang? kalo gue cemburu sama agham?'. batin Niken


'Ah, gak gak. Bukan itu. Gue gak cemburu sama dia'. karena tidak fokus, Niken menabrak seorang wanita yang tengah jalan.


"Duuuhh, mba. Kalo jalan tuh hati hati yaa. Jangan melamun!!". bentak perempuan muda tersebut.

__ADS_1


Niken telah sampai di bandara.


"Lo gak apa apa? jalan jangan melamun Niken. Melamunin apa sih?". beni berlarian melihat Niken menabrak seseorang karena jalan sambil melamun.


"Lo udah sampe aja. Gak apa apa kok gue. Cuma kecapean aja nih, jadi gak fokus jalan nya". bohong Niken.


"Pantes dari kemarin gak respon di kirim pesan. Sibuk banget yaa Bu bos". ucap beni


"Hehehe yaa maaf, namanya kerja. kecuali liburan tuuhh". ucap Niken menutupi kegelisahan nya.


"iyaa iyaa, yang lain mana?" tanya beni.


"hhmmm pak Romi, Denis sama Santi kita pisah di sana tadi. Kalo pak agham dia pulang duluan, karena istrinya sakit". jawab Niken. Niken tak menceritakan kejadian di proyek ketika sedang meninjau lokasi.


"Gak tau gue, gak nanya".


"Udah mesra lagi ternyata si bos yaa, semoga langgeng sampai surga deh". ucapan beni semakin membuat Niken kesal rasanya.


'dduuuhhh gue kenapa sih ini. Harus nya kan gue seneng karena gak bakal di ganggu lagi sama suami orang. Kenapa gue jadi bete gini sih'. batin Niken kesal.


🌼🌼🌼

__ADS_1


Sementara itu, Romi tidak langsung pulang ke rumah nya, melainkan mampir ke rumah orang tua nya bunga.


Saat Romi sampai di kediaman kekasih nya itu, ada papa Rio calon mertua Romi sedang asik memangkas rumput liar dan merapihkan tanaman kesayangan mendiang istri tercinta nya.


Mama nya bunga memang sangat menyukai tanaman. Itu kenapa menurun ke bunga sendiri.


Dulu semasa mendiang istrinya masih hidup, papa Rio juga kerap membantu istri nya itu merawat tanaman kesayangan nya.


Papa Rio menyempatkan diri jika sedang senggang atau libur, ia menyirami nya, dan juga mencabut rumput liar dan tanaman yang tumbuh tidak pada tempatnya.


Dengan begitu, papa Rio akan terus mengenang istrinya sampai kapan pun.


"Assalamualaikum pah". ucap Romi.


"Waalaikumsalam, eh nak Romi. Sudah pulang. Gimana, lancar pekerjaan nya di sana?". tanya papa Rio pada calon menantunya itu.


"Alhamdulillah berjalan dengan baik dan lancar pah, makanya bisa pulang lebih awal". jawab Romi.


"Duduk sini dulu yaa, biar papa panggilkan bunga nya". papa Rio pun masuk ke dalam rumah meninggalkan Romi yang sedang duduk menunggu kekasih nya.


Tak ada rasa lelah di wajah nya meskipun ia habis melakukan perjalanan jauh dan itu pun karena pekerjaan.

__ADS_1


Apalagi di tambah ada insiden istri klien nya datang dan terjadi kecelakaan.


__ADS_2