Pernikahan 24 Jam

Pernikahan 24 Jam
Kontraksi


__ADS_3

Mendengar pernyataan agham membuat sheila terduduk.


Lalu sheila memegang perutnya yang tiba tiba terasa mulas.


Semakin lama semakin terasa sakitnya.


"Aaarrggghh,,, agham sakit banget perut aku. Aaawww,, sshhhh, sshh". Sheila berteriak.


Agham membulat kan matanya. Dia panik.


Jangan jangan sheila mau melahirkan.


"Sheil. Maafkan aku sheil. Kita ke rumah sakit yaa". Agham membopong sheila menuju mobil kemudian mereka ke rumah sakit.


"Agham sakit gham,, aku gak kuat". Di kaki sheila sudah keluar cairan beserta darah nya.


"Agham, ambil tas baby di lemari dan ransel ku juga. Isi nya keperluan baby dan aku kalau kalau mau melahirkan. Sshhh... aduuuhhh, sakit. Jangan sampai lupa gham". titah sheila di tengah kesakitan nya.


Seperti nya memang sheila akan melahirkan sekarang.


Mobil melaju dengan cepat.


Sesampainya di rumah sakit, sheila langsung di rebahkan di brankar. Lalu suster membawa sheila ke ruang bersalin bersama seorang dokter.

__ADS_1


Melihat sheila yang kesakitan, agham jadi tidak tega meninggalkan nya. Terlebih lagi, sheila mengandung anaknya.


Agham yakin jika itu anaknya, karena agham lah yang merenggut kehormatan sheila untuk pertama kali nya.


Agham mengambil ponsel dari saku celana nya lalu meminta tolong kepada mama nya untuk melihat sheila yang sedang berjuang melahirkan anaknya di dalam.


"Halo ma, hhmm.. Agham sedang di rumah sakit. Sheila akan melahirkan sekarang, mohon doa nya ma agar sheila dan anak agham selamat". ucap agham.


Mama mirza tidak menjawab, malah langsung mematikan telepon nya.


Bukan bermaksud jahat dengan anaknya.


Mama mirza merasakan antara senang dan sedih.


Senang karena sebentar lagi menjadi nenek, sedih karena bukan bunga ibu dari cucu nya itu.


Di kediaman orang tua agham...


"Kenapa agham ma? kenapa di matikan telepon nya?" tanya papa soni.


"Si sheila itu, dia sedang melahirkan pa. Mama bingung antara senang atau sedih. Mama jadi teringat bunga. Mama sangat merasa bersalah sama anak itu. Kenapa anak kita tega begitu ya pa?" mama mirza mulai terisak. Apalagi karena ulah anak nya, sahabatnya mika harus meregang nyawa. Meskipun itu juga takdir yang kuasa, tetap saja hati nya sakit rasanya.


"Sudah mah, kasihan cucu kita tidak tau apa apa. Dia harus di kasihi walaupun kita belum menyukai ibu nya. Nanti sekalian kita tes DNA apa benar dia cucu kandung kita, anak dari agham". ujar papa soni lagi.

__ADS_1


"Iyaa pa. Tetapi di lihat dari yakin nya agham bahwa itu memang anak nya, mama juga jadi yakin kalau anak yang di kandung sheila memang anaknya. Kita bersiap ke rumah sakit pa".


Akhirnya orang tua agham bersedia menjenguk Sheila dan cucu nya.


Agham menemani sheila melahirkan. Dia genggam tangan sheila, dan sheila pun mencengkeram tangan agham dengan kuat hingga kuku nya menancap dan membuat agham luka luka karena nya.


Saking sakitnya kontraksi saat melahirkan, sheila sampai mencakar cakar tangan agham untuk mengurangi rasa sakitnya meskipun nyatanya tidak berarti apa apa. Tetap sakit ia rasakan.


Dengan semangat agham menemani sheila berjuang mengejan agar bayi mereka keluar.


"Ayo bu, semangat sedikit lagi. Kuat yaa, sekali lagi satu, dua, tiga. Ayo bu mengejan yang kuat" titah bu dokter.


"eeeennngghhhh,,, aaarrggghhhh,,, hhhuuhhh huuuhhh". sheila pun pingsan karena lemas tak bertenaga.


"Selamat yaa pak, bu anaknya perempuan. Biar kita bersihkan dulu. Suster tolong tangani bayi nya, saya akan memeriksa ibu nya. Bapak silahkan tunggu di luar saja yaaa". ucap sang dokter.


Kondisi sheila gawat setelah melahirkan..


Akan kah sheila selamat?


Tunggu Episode selanjutnya yaaaa....


Dukung author terus yaaa semua nyaaa.....

__ADS_1


Love u all


❤️❤️


__ADS_2