Pernikahan 24 Jam

Pernikahan 24 Jam
Kenapa Acuh?


__ADS_3

Dokter pun memeriksa kondisi kesehatan sheila. Dia di nyatakan sehat meskipun harus pemulihan dulu. Besok atau lusa baru di izinkan pulang.


"Bagaimana dok, apa hari ini pasien bisa pulang?". Tanya agham.


"Pasien boleh pulang, tetapi tidak hari ini juga. Besok atau lusa, kita lihat perkembangan nya dulu. jika benar benar pulih maka bu sheila boleh segera pulang. Makan dan minum vitamin yang saya kasih dengan teratur". Jelas sang dokter itu.


"Baik dok". ucap agham.


Dokter pun keluar dari kamar rawat sheila untuk mengecek pasien lainnya.


"Apa putri kita sehat?" sheila memecahkan keheningan.


"Sehat, Alhamdulillah. Tapi dia jadi minum susu formula". ucap agham lirih, kasihan putrinya tidak dapat ASI.


"Tidak apa, nanti sewa baby sitter saja. Aku ingin fokus bekerja". ucap sheila dengan lugas tanpa beban.


"Sheil. Putri kita masih bayi, kamu gak bisa ninggalin dia gitu aja". Agham tidak habis pikir dengan kekasihnya ini.


"Kan ada mama mu, kita juga gak bisa tinggal serumah. Kita belum sah". Jawaban sheila benar benar membuat agham melongo.

__ADS_1


"Lah delisa anak kita, kenapa jadi mama yang urus? Kan ada kamu ibu nya".


Mereka saling berdebat di kamar rawat inap itu. Berdebat karena keinginan sheila yang ingin kembali bekerja dan melepas tanggung jawab nya sebagai ibu.


"Gak bisa sheil. Secepatnya kita akan menikah dan kamu cukup di rumah saja merawat anak kita". Titah agham


"Tidak bisa yaa agham. Aku sudah terbiasa bekerja gak mungkin aku ninggalin karir aku. Itu aja aku udah berusaha kasih alasan untuk cuti lahiran. Aku bilang memang belum mengadakan resepsi pernikahan sama bos ku. Aku juga gak mau resign dari kantor". Sheila tetap keras kepala.


"Sheil, masa kamu gak kasihan sama anak kamu sendiri. Ibu lain tuh akan meninggalkan karir demi anaknya. Apalagi ini masih sangat kecil, sedang lucu lucu nya. Kamu ibu yang aneh".


"Kamu aja yang egois. Kan bisa kita sewa baby sitter. Kan aku kerja juga bukan 24 jam seperti pernikahan kamu dan mantan istri mu itu".


"Kenapa? Emang betul kan?"


"Kamu jangan melewati batas sheila. Kamu yang bikin rumah tangga ku hancur berantakan. Kamu ingat itu sheila. Kau wanita pengacau rumah tangga orang".


Sheila yang tidak terima mengangkat tangannya dan melayangkan tangan nya di pipi agham. Agham pun memegang pipi nya yang perih.


"Oh sudah berani yaa kamu sama aku sheila?? Keterlaluan kamu!!"

__ADS_1


"Apa?? Mau balas ?? Niihh balas aja".


Agham bingung kenapa sheila menjadi pembangkang seperti ini. Padahal dulu dia bersedia untuk berhenti bekerja apabila menikah dengan agham.


"Kenapa kamu jadi ingkar? Dulu kamu sudah janji akan berhenti bekerja jika menikah".


"Kalau aku berhenti bekerja nanti aku jadi jelek seperti tak terurus. Aku kelelahan mengerjakan semua tugas rumah dan anak. Aku jadi berpikir ulang untuk berhenti. Kamu, kalau aku sudah jelek pasti kamu berpaling seperti dulu".


"Kita sudah punya anak sheil. Gak mungkin aku begitu".


"Bukti nya bunga masih cantik saja kamu berselingkuh dengan ku".


Agham frustasi berdebat dengan wanita keras kepala di hadapannya ini. Mengapa jadi lain begini sheila? Entah lah agham bingung.


"Aku gak mau bernasib sama dengan mantan mu itu. Tersingkirkan dengan ada nya wanita lain. Jika suatu saat aku bernasib sama setidaknya aku punya penghasilan".


"Cukup sheila!! kamu keterlaluan. Sebentar lagi kita akan menikah dan kamu berhenti bekerja. Tidak ada bantahan !!". Agham keluar dari kamar rawat itu menuju kantin untuk membeli minuman dingin. Dia sangat geram dengan kekasihnya itu.


"Huh, belum jadi istri saja susah di atur". gumam agham.

__ADS_1


__ADS_2