Pernikahan 24 Jam

Pernikahan 24 Jam
Teman


__ADS_3

Hai readers kesayangan akuuuu...


Dukung author terus yaaa agar semangat update tiap bab nya.


Semoga kita diberi kesehatan, rejeki yang mengalir deras serta keselamatan dunia akhirat.


Mereka berdua bekerja sama dengan cekatan dan cepat.


Tak butuh waktu lama, akhirnya semua sudah bersih dan wangi.


Dibelakang, riska tengah mencatat bahan bahan cafe yang sudah habis. Lalu ke depan memberikan kepada bunga untuk membeli bahan bahan nya, sementara riska menunggu di cafe saja.


"Mba, ini catatan bahan yang habis. Mba bisa belanja sendiri atau riska temani?"


"Mba sendiri aja ka, kamu tungguin cafe aja. Jangan buka dulu kalau aku belum balik yaa. Nanti bahan nya gak ada bingung".


"Yaudah mba sip deh".


Sepeninggal bunga, riska bersih bersih cafe. Menyapu dan mengelap meja serta kursi agar tidak berdebu. Karena kemarin tutup cukup lama juga.


Selagi riska bersih bersih, tiba tiba ada seorang pria datang. Padahal di pintu bertuliskan masih tutup.


"Ada perlu apa mas? Kita masih tutup nih. Belum ready, karena kemarin owner nya sedang berduka jadi baru mau di beresin dulu". Tanya riska sopan.


"Oh bukan, saya mau ketemu owner nya bunga kan? Apa dia ada di dalam?" Tanya pria itu.


"Mba bunga nya lagi keluar belanja keperluan cafe mas. Mau nunggu di dalam atau gimana?".


"Saya susul aja deh, belanja dimana yaa bunga?".

__ADS_1


"Biasanya mba bunga belanja di supermarket samping kampus sana yang di ujung jalan itu".


"Oh iyaa baiklah saya susul. Tapi kalo misalnya bunga ternyata pulang duluan sebelum saya sampe kesana tolong sampein romi tadi mencari dia".


Ternyata itu romi...


"Oke baik mas romi"


Romi pun berlalu meninggalkan cafe dan menuju supermarket tempat bunga belanja.


Romi pun memacu mobilnya dan sampai di parkiran supermarket.


Romi mulai memasuki supermarket tersebut dan berkeliling mencari keberadaan bunga.


Saat berkeliling dia berhenti di lorong Mie Instan. Disitu bunga terlihat kesulitan mendorong troli yang sudah penuh dengan belanjaan.


Saat mendorong troli yang berat itu, tiba tiba troli nya oleng dan sedikit lagi terjatuh kalau saja romi tidak menahan nya.


"Eh kak romi ya? , terima kasih sudah membantu. Hehehe"..


"Kamu kenapa belanja sendiri, hmm?" tanya romi lagi.


"yaa gak apa apa lagi pengen sendiri aja". ucap bunga asal.


"Aku minta maaf sama kamu yaa". lirih romi


"Untuk apa kak? perasaan kamu gak punya salah deh". bunga bingung


"Gara gara aku ajak agham waktu itu reuni sekolah, dia jadi ketemu sheila. Mereka, hmm mereka". romi gugup.

__ADS_1


"Sudah lah kak. Bukan salah kak romi yang ngajak reuni. Mau reuni atau tidak kalau mereka gak berniat selingkuh gak akan terjadi. Aku lagi coba ikhlas, tolong jangan di ungkit lagi".


"Oke oke, apapun buat kamu bunga".


"ish apa sih kak. Ngomong ngomong, kak romi ngapain kesini? mau belanja juga? mana belanjaannya?"


"Duuuhh satu satu dong nanya nya. Aku tadi ke cafe, eh belum buka. Kata pegawai kamu, kamu lagi belanja disini. Yaudah aku susul aja deh jadi nya".


"Oohh gitu.. Kenapa susulin aku?"


"Bunga, mau gak kita berteman?"


"Hanya teman kan?"


"Iyaa, kalau suatu saat nanti bisa berubah dari teman jadi deman yaa boleh juga". goda romi.


"iiihh kak romi gombal mulu dari tadi. Aku masih trauma rasanya kak". ucap bunga sendu.


"Yaudah jangan terlalu berat berpikir. Yuk kita bayar belanjaan dulu. Giliran kita habis ini". Romi bersiap mengeluarkan dompetnya.


"Biar aku aja kak, ini bahan cafe soalnya".


"Gak apa apa bunga, simpan dompetmu. Aku mau traktir kamu. Nanti di cafe bikinkan aku roti panggang kornet sama ind*mie goreng spesial aja yaaa". Itu adalah menu favorit romi jika ke cafe nya bunga.


"Hmmm oke deh siap".


Mereka pun segera membayar dan dibantu romi membawa semua belanjaan nya ke mobil romi.


Motor bunga di tinggal, nanti di ambil oleh suruhannya romi.

__ADS_1


Bunga terlihat lebih ceria setelah ngobrol dengan romi.


Romi pun senang melihat nya ...


__ADS_2