
Agham pulang agak larut ke rumah.
Sesampainya di rumah, terlihat Sheila tengah menunggu nya sampai ketiduran di ruang keluarga.
Sedangkan anaknya ada di kamar di box bayi.
"Sheil. Sheila. Bangun sheil".
Agham membangun kan Sheila yang tertidur di sofa.
"eenngghh,, kamu baru pulang?".
"Kamu gak perlu nungguin aku di sini, kasihan Delisa. Masuk yuk".
"Kamu mau di buatin minum atau mau makan dulu gak?". tanya Sheila yang berusaha untuk menjadi istri yang baik.
"Ini sudah terlalu malam, kita tidur saja ya".
Mereka berdua pun terlelap...
πΌπΌπΌ
Keesokan paginya, agham nampak antusias sekali ingin pergi ke kantor.
Sheila melihat suaminya seperti sangat bahagia pun lantas bertanya.
"Ada apa mas, seneng banget kayak nya hari ini?". tanya Sheila sambil memasangkan dasi pada agham.
__ADS_1
"Oh,, itu.. Nggak kenapa kenapa, semangat aja pekerjaan mulai teratasi". jawaban agham membuat Sheila sedikit curiga sebenarnya. Tapi ia menepis semua kecurigaan nya terhadap sang suami.
π¦π¦π¦
Sesampainya di kantor, agham melihat Niken sudah ada di ruangan nya sendiri sedang berkutat dengan berkas.
Agham menjadi takjub dengan Niken, karena semangat kerja nya sungguh patut di acungi jempol.
Mila saja yang paling teladan, belum pernah datang sepagi ini.
Tapi lihatlah, Niken sepagi ini sudah berada di kantor dan sedang berkutat dengan setumpuk pekerjaan.
"Ah,, bapak sudah datang. Selamat pagi pak". Niken menyapa atasannya ketika melihat agham baru tiba.
"Selamat pagi juga Niken. Kamu,, jam berapa sampai di kantor?". tanya agham.
"Oh, itu saya sudah di sini dari jam enam tadi pak. Saya pikir sebelum kita menemui klien penting ada baiknya saya kerjakan lebih dulu berkas yang lain. Serta memeriksa kembali berkas yang akan di bawa nanti siang pak. Kita akan bertemu klien di resto XX, beliau minta bertemu di sana saja". Jelas Niken.
Tak hanya cantik, namun Niken juga cekatan dan sangat teliti.
"Pak,, Pak". Niken melambaikan tangan nya ke depan wajah agham yang terlihat bengong.
"Ah iyaa, maaf. Saya masuk ruangan dulu Niken". Agham pun masuk ruangan nya.
"Iihh punya bos aneh banget sih. Hobi nya melamun aja. Kayak gitu kok bisa jadi CEO yaa". gumam Niken.
"Menarik sekali perempuan satu ini". ucap agham begitu duduk di kursi kebesaran nya.
__ADS_1
"Dia sudah punya kekasih belum yaa?". agham terus berbicara sendiri.
Hari sudah semakin siang. Saat nya bagi agham dan Niken bertemu klien penting.
Mereka akan bekerja sama membangun sebuah proyek besar. Tentu nya ini kesempatan sangat bagus dan sangat menguntungkan.
Akhirnya Niken dan agham sudah sampai di restoran yang di maksud. Namun, CEO dari perusahaan yang akan melakukan kerja sama ini belum tiba di sana.
Niken yang sudah menyiapkan tempat untuk meeting mereka dari kemarin duduk dan menunggu di meja tersebut.
Niken meminta pelayan untuk mengeluarkan minum terlebih dahulu untuk mereka berdua.
Agham memuji kecekatan Niken yang bahkan. baru saja satu hari bergabung dengan perusahaan nya.
Namun, kecekatan Niken benar benar seperti karyawan lama yang sudah terbiasa melakukan job desk nya.
Karena pengalaman Niken memang banyak, maka ketika bekerja di tempat baru dia sudah sangat paham apa yang menjadi pekerjaan nya.
Niken pun tak segan segan untuk bekerja secara loyalitas.
Hal itu lah yang membuat Niken sangat mudah di terima di manapun dia ingin bekerja.
"Ah itu dia pak klien kita". Niken pun berdiri dan memberikan salam pada pria tersebut.
Berbeda dengan Niken. Agham nampak terpaku melihat siapa yang akan bergabung dengan perusahaan nya dan menjalin kerja sama.
"Saya Niken, dan ini CEO kami pak. Pak Agham".
__ADS_1
"Saya agham pak. Silahkan duduk". Masih dengan kondisi yang sedikit terkejut melihat pria di hadapannya.
Namun pria itu hanya tersenyum melihat keterkejutan agham.