Pernikahan 24 Jam

Pernikahan 24 Jam
Kembali Seperti Awal


__ADS_3

Esok harinya, beni menjalani hari seperti biasa. Seperti sebelum mengenal Niken.


Kini Niken semakin jauh saja bagi beni.


Di kantor pun mereka seperti seorang yang tak mengenal satu sama lain.


Niken seolah melupakan beni yang belum lama ini mengisi kekosongan hari hari nya.


Bahkan sudah sedekat itu, hanya saja belum ada ungkapan perasaan dari salah satu nya.


Tanpa alasan yang jelas, Niken benar benar menjaga jarak dengan beni. Bahkan secara terang terangan Niken kerap kali makan siang bersama bos nya itu yang sebelumnya memang sangat ia hindari karena berstatus sebagai suami dari seorang wanita bernama Sheila dan bahkan berstatus sebagai seorang ayah karena mereka mempunyai seorang anak perempuan yang cantik.


Pada akhirnya beni membenarkan dugaan kekasih bunga bahwa Niken telah luluh dari segala rayuan maut yang di keluarkan agham bos nya.


Tentu beni merasa minder karena saingan nya adalah seorang CEO dimana ia bekerja mencari nafkah untuk keluarga nya.


Beni tak mau keluarganya terkena imbas jika berani menentang sang CEO dan berakhir di pecat bahkan di usir dari perusahaan hanya karena seorang wanita yang belum tentu memiliki perasaan yang sama dengan nya.

__ADS_1


Beni tak mau egois dengan mempertaruhkan karir dan sumber rejeki nya.


Setiap jam makan siang, Niken pergi makan siang di luar dengan agham.


Seperti hari ini, ketika jam makan siang tiba semua karyawan berhamburan untuk mengisi tenaga dan beristirahat sejenak.


Ketika beni, Jef dan Miko beristirahat di kantin kantor kaum hawa tengah berbisik-bisik dan cenderung seperti menggosip dua orang yang sedang lewat kantin kantor menuju ke restoran depan kantor dengan berjalan kaki.


Siapa lagi kalau bukan CEO mereka Agham dan juga sekertaris nya Niken.


Pasal nya, semua karyawan sangat mengenal sosok atasan nya itu yang tidak akan mau makan siang dengan berjalan kaki meskipun restoran tersebut di depan kantor seperti saat ini.


Meskipun tak bergandengan mesra, tapi terlihat dari raut wajah satu sama lain yang terlihat bahagia.


Beni hanya bisa menatap nanar kepergian calon kekasih nya itu.


Miris sekali hati beni.

__ADS_1


Kedua teman nya, Jef dan Miko sangat mengerti perasaan beni saat ini.


Setelah di berikan harapan setinggi langit, lalu di hempaskan ke bawah dengan kuat kemudian jatuh dan sakit pasti nya.


"Udah bro, ayo pesen makan. Nanti keburu selesai jam makan siang nya". ujar Jef menepuk bahu sahabat nya itu.


"Oh iyaa. Sekalian aja deh tolong pesenin nasi goreng ayam sama es jeruk nya". ucap beni pada Jef yang akan memesan makanan ke ibu kantin.


Sementara Miko bercerita tentang hal yang lucu lucu ke beni agar pikiran nya teralihkan dari pemandangan menyakitkan tadi.


Awalnya beni tak tertarik, namun lama kelamaan mereka tertawa bersama.


Miko tak menyerah demi menghibur sahabat nya itu.


"Eh Ben, dari pada Lo meratapi nasib. Mending Lo deketin aja kasir yang kemaren kita datengin tuh. Yang pemilik cafe nya itu temen Lo itu. Gue liat liat anaknya baik, sopan, ramah". ujar Jef mempromosikan Riska karyawan cafe flowers milik bunga.


"Nanti deh di pikirin. Sekarang habisin makanan nya, terus balik kantor. Gue belum sholat tau. Lo berdua juga belum sholat, jadi kita harus sholat berjamaah, cepet makan nya jangan lelet". ujar beni pada kedua teman nya.

__ADS_1


Kedua teman nya ini memang masih bolong bolong ibadah nya. Namun, sebisa mungkin beni mengajak mereka untuk menunaikan ibadah nya. Meskipun kadang dengan cara memaksa, tapi Jef dan Miko tak pernah marah dengan beni.


Beni selalu berdoa agar kedua teman nya insyaf, hahaha.


__ADS_2