
Setelah keputusan Papa soni, agham dan Sheila kini menempati sebuah ruko sederhana yang jauh dari kata mewah.
"Apa?? ini ruko nya pak?? gak salah nih papa suruh saya tinggal di sini? bapak gak salah anter beneran?" tanya agham tak percaya.
"Iya den, memang ini tempat yang di maksud tuan Soni. Saya tidak salah antar kok". jawab pak sholeh supir yang di utus papa Soni untuk mengantar agham dan Sheila di kehidupan baru nya.
"Kalau begitu saya permisi dulu ya den. Barang barang sebentar lagi akan datang". tanpa menunggu jawaban dari agham, pak sholeh pun pergi meninggalkan agham yang masih tidak percaya dengan keputusan sang papa.
"Nanti tolong bantu beberes dulu, jangan coba coba kabur yaa kamu. Aku lagi hamil muda jadi tidak mungkin membereskan semua barang barang kita sendirian". ujar Sheila yang sepertinya tidak keberatan dengan tempat yang akan mereka tinggali saat ini.
"Iya sayang aku gak akan kemana mana kok. Aku cuma syok aja dengan keputusan papa. Kenapa bisa dia tega begini sama anaknya".
"Itu semua karena perbuatan kamu sendiri yang udah ngecewain mereka. Bahkan kamu gak minta maaf sama aku kan? padahal kamu juga nyakitin hati aku loh. Kondisi aku lagi hamil pula. Dasar gak punya perasaan ". Sheila kesal sekali karena merasa agham tak mengerti sama sekali dengan perasaan nya.
Sheila jadi teringat oleh bunga yang pastinya juga sangat merasa sakit hatinya saat dulu ia rebut agham di malam pengantin mereka.
Sungguh Sheila merasa sangat menyesal sudah termakan bujuk rayu setan.
Sejak saat itu, sikap dan perasaan Sheila mulai berubah pada agham sang suami.
Sheila mulai mati rasa terhadap suami nya itu.
__ADS_1
Sheila berniat akan berkunjung ke cafe bunga.
Dia ingin sekali meminta maaf kepada bunga karena perbuatan nya terdahulu.
Sheila segera membereskan barang-barang nya.
Bersyukur di dalam ruko tersebut ternyata sudah di lengkapi barang barang, jadi Sheila tak pusing lagi.
Segitu saja Sheila menganggap mertua nya masih baik karena tak membiarkan anaknya susah.
Ruko ini terdiri dari dua lantai yang cukup luas.
Lantai pertama bisa dijadikan usaha, dan mereka akan tinggal di lantai dua.
Sheila berpikir akan membuka toko kelontong saja sepertinya.
Nanti akan dia bicarakan pada agham, meskipun Sheila yakin agham tak akan setuju.
Karena Sheila yakin agham akan gengsi menjalani bisnis kecil-kecilan seperti itu.
Tak lama semua nya pun beres, Sheila merasa sedikit kram perut nya karena kelelahan membereskan barang-barang.
__ADS_1
"Duuhh,, ssshhh". Sheila merintih
"Kamu kenapa Sheila?" tanya agham yang baru saja selesai mandi.
"Nggak. Cuma kram sedikit aja". jawab Sheila datar.
Agham hanya bisa menghela nafas panjang.
"Ya sudah, kamu istirahat di kamar saja yuk. Biar dede nya rileks". agham menuntun Sheila untuk istirahat di kamar.
Sheila menurut saja karena memang dia merasa lelah dan perutnya sedikit keram.
Sheila berbaring di kasur yang memang sudah ada di dalam kamar nya.
"Mau aku buatin susu?" tanya agham lagi.
"Nanti aku buat sendiri aja". jawab Sheila datar.
"Kamu kenapa sih Sheila? kamu tunggu sini, aku buatin susu".
Sheila tak memperdulikan agham, dan menggeser posisinya agar nyaman.
__ADS_1
Sementara agham menuju dapur untuk membuatkan istri nya susu hamil yang hangat agar perut nya rileks.