
Hari sudah siang. Saatnya untuk makan siang, lalu melakukan kegiatan meninjau lokasi.
"Ken, ayo ke luar. Takut nya bos sudah siap semua". ucap Santi pada Niken yang sedang di dalam kamar mandi.
"Iyaa tunggu bentar lagi san". jawab Niken
Tak lama, Niken pun sudah rapih.
"Yuk, kita keluar". ucap Niken
"Yuk Ken. Udah laper nih aku".
"Sama, aku juga udah laper nih hahaha".
Mereka pun keluar kamar hotel, pas sekali Denis sudah bersama Romi dan Agham.
"Sudah siang, yuk kita makan siang dulu. Setelah itu baru kita ke lokasi". ucap agham.
"Mari pak, ikut saya". ucap Denis mengarahkan semua ke restoran hotel.
Sebelum nya Denis sudah menyiapkan menu, jadi mereka langsung makan tak perlu lagi memesan dan menunggu.
"Waahh mas Denis tau aja kesukaan Santi". ucap Santi bahagia kala melihat udang goreng crispy kesukaannya.
"Saya mah pesan aja mba Santi. Saya gak tau kesukaan mba Santi itu udang goreng crispy. Kebetulan aja mungkin". ujar Denis malu malu
"Yaa mungkin kebetulan nih mas Denis punya telepati sama pikiran Santi. Yuk Ken, kita duduk".
Santi mengajak Niken ke salah satu meja yang sudah di siapkan Denis.
__ADS_1
Sedangkan Denis, Romi dan Agham duduk di meja terpisah dari para wanita.
Semua makan dengan wajah yang gembira.
Romi dan Agham sesekali mengobrol di sela makan.
Tentu membicarakan proyek yang sedang berjalan.
Sedangkan Denis hanya menyimak saja.
Sementara Santi dan Niken tentu membicarakan berita hot terkini.
Sesekali agham melirik ke arah Niken.
Apalagi siang ini, Niken mengenakan rok selutut di padukan dengan blazer dan rambut panjang yang terurai menambah kesan cantik dan seksi melekat pada diri Niken.
Hari ini cukup ramai di hotel tempat mereka menginap.
Tapi di restoran hotel tak banyak pengunjung yang makan di sana.
Hanya beberapa orang saja, yang lain memutuskan untuk makan di luar hotel.
Di dekat meja Denis dan Santi ada beberapa pengunjung yang makan dengan keluarga atau pasangan nya.
Namun yang menjadi perhatian Santi adalah seorang wanita yang tengah makan juga di tempat yang sama, namun dia hanya seorang diri.
Yang menjadi perhatian Santi tak hanya itu.
Karena wanita tersebut terus memandangi klien nya, yaitu pak agham dan juga sesekali melirik ke meja Santi sendiri. Namun bukan mengarah ke Santi, melainkan ke arah Niken yang duduk membelakangi wanita tersebut.
__ADS_1
Awalnya Santi mengira hanya perasaan nya saja jika wanita tersebut memandang, ah bukan memandang. Wanita itu seperti tengah mengawasi agham dan juga Niken tepat nya.
Santi memberikan pesan singkat pada Denis mengenai kecurigaan nya itu.
"*Denis, coba lihat ke arah jam sepuluh. Saya rasa wanita itu mencurigakan".
Pesan terkirim
Ting
Denis langsung membuka pesan singkat itu.
Denis membaca nya dengan dahi mengernyit.
"Mencurigakan kenapa? jangan berburuk sangka Santi. Nanti jadi nya fitnah". Denis membalas pesan Santi.
"Dari tadi tuh Santi perhatikan, perempuan itu lihatin pak agham sama mba Niken aja loh. Awalnya juga Santi kira salah lihat atau perasaan Santi aja. Tapi makin di perhatiin emang beneran kok perempuan itu kayak lagi ngawasin klien kita. Coba deh kamu perhatiin juga kalo gak percaya sama Santi*".
Denis pun reflek menoleh ke arah yang di maksud Santi.
Denis perhatikan beberapa menit.
Memang benar ternyata perempuan itu seperti sedang memperhatikan dan mengawasi klien nya yaitu pak agham dan Niken.
Denis pun dengan sigap memberikan pesan singkat juga ke bos nya Romi.
Setelah pesan terkirim, Romi juga reflek menoleh ke arah yang di maksud Denis.
Namun, Romi hanya sekilas memperhatikan lalu fokus pada obrolan nya dengan agham lagi.
__ADS_1