
Maaf yaa kalau update nya hanya satu hari sekali, doakan selalu agar author sehat dan bisa terus menghibur kalian.
selamat membaca....
Malam nya setelah kepulangan sheila ke rumah orang tua nya agham, sheila dan bayi nya beristirahat di kamar agham.
Agham sendiri tidur di kamar tamu saja. Karena mama akan murka kalau ia satu kamar dengan sheila.
Sheila ke kamar mandi membersihkan diri. Baby delisa nyaman berada di dalam box bayi nya.
Agham masuk untuk memastikan sheila sudah tidur atau belum.
"Sheil".
"Ada apa ?"
"Kemarin waktu kamu masih di rawat, delisa belum dapat asi. Sekarang coba kamu kasih ASI". Ucap agham.
"Seperti nya memang dia minum susu formula saja. Aku kan berniat bekerja nanti". Ucap sheila santai.
"Kamu aneh tau gak. Dimana mana seorang ibu itu sangat ingin memberikan ASI nya tapi gak bisa. Kamu malah gini. Terserah lah". Agham pun keluar dari kamar nya.
"Maaf yaa sayang bukan nya mami gak mau menyusui kamu, tapi mami masih ingin kejar cita cita mami". Setelah mencium putri nya, sheila pun tertidur juga.
__ADS_1
Pukul dua dini hari, delisa menangis karena haus seperti nya.
Satu menit...
Dua menit......
Tiga menit.........
Sepuluh menit berlalu tetapi sheila tetap pulas tidur terganggu.
Tangisan baby delisa lama kelamaan semakin nyaring. Membuat seisi rumah panik lalu ke kamar.
Terutama agham, dia langsung berlari ke kamar nya.
"Sheil buka pintu nya sheil, delisa kenapa?". Agham mengetuk ngetuk pintu kamar dengan tergesa-gesa.
Ceklek...
"Ternyata gak di kunci ma". Agham langsung masuk melihat box bayi.
Baby delisa menangis tanpa suara. Kasihan sekali kelelahan menangis.
Sedangkan mami nya sedang asyik di alam mimpi. Membuat agham dan lainnya merasa geram sekali.
__ADS_1
Agham mengambil baby nya dari dalam box lalu memberikan kepada mama nya.
Mama dan lainnya keluar lalu kembali ke kamar masing masing.
Delisa di berikan susu oleh mama mirza.
Mama mirza merasa kasihan dengan cucu nya karena punya mami yang tidak mengurus delisa dengan baik.
"Baru sehari aja pacarmu itu gak mau urus anaknya. Huh kamu itu gimana sih gham. Pusing mama jadi nya, kasihan delisa kalau gini". Mama mirza mengoceh ke putra nya yang menyebalkan itu.
"Bagaimana nasib delisa kalau begini? Apalagi kalau kalian tinggal di apartemen? Mama khawatir sama delisa". Sambung mama lagi.
"Yasudah ma, nanti agham pikirin. Sekarang kita istirahat dulu yaa ma, sini delisa nya biar di kamar agham".
"Biar sama mama aja gak apa apa. Sana tidur, besok kamu ke kantor pagi pagi kan".
"Iyaa deh ma, makasih yaa udah jagain delisa". Agham pun kembali ke kamar nya.
Keesokan harinya, sheila terbangun dari tidur nyenyak nya. Dia panik saat melihat box bayi kosong.
"Loh dimana delisa? kok gak ada?". gumam.
Sheila memilih ke kamar mandi untuk menyegarkan diri baru dia mencari delisa.
__ADS_1
Setelah selesai mandi dan rapih dia keluar kamar untuk melihat delisa. Dia yakin kalau delisa sedang bersama calon mertua nya atau calon suami nya.
Tidak ada raut khawatir dari sheila. Dia berpikir kalau akan tinggal di rumah mertua nya saja agar ada yang mengurus delisa.