
Agham menggendong Sheila ke ruang UGD dengan tergesa-gesa.
Nampak sekali di raut wajah nya yang terlihat sangat khawatir akan keselamatan Sheila istri nya.
Ia juga menyesal karena tak memberitahu sebelumnya jika ia akan dinas keluar kota.
Juga sikap nya agham yang terkesan dingin pada Sheila.
Agham sibuk dengan mengejar wanita yang menurut dia mesti di taklukkan.
Sampai mengabaikan anak dan istrinya.
'Kok, kayaknya dia khawatir banget sama istrinya. Kemarin aja ngejar ngejar gue, sekarang malah khawatir liat istri nya sakit. Gak jelas'. batin Niken menggerutu.
'Eh, tapi kok ngapain gue kesel coba. iiihh'. Niken memukul kening nya sendiri.
"Kamu kenapa Niken?" tanya Romi yang sedang melirik ke arah Niken.
"Eh, itu. Anu pak. Nyamuk. hehehe". ucap Niken gugup, malu karena ketahuan melamun.
"Oohh, nyamuk yaa. Saya kirain kamu lagi cemburu lihat Andik khawatir sama istrinya ".
__ADS_1
Niken yang sedang minum air mineral pun tersedak seketika.
"uuhhuukk uuhhuukk uhuuukk uuhhuukkk ".
Wajah Niken merah padam karena kesulitan bernafas.
"Ya ampun Niken. Maaf maaf". ucap Romi sambil menepuk nepuk punggung Niken agar Niken bisa bernafas lega.
"Hhaahh haahh haahhh". akhirnya nafas Niken sudah lebih membaik. Tapi, masih terengah-engah.
"Maaf yaa, maaf. Saya salah ngomong". ucap Romi.
"Ng,, nggak papa pak. Saya kaget aja, kenapa pak Romi berpikiran seperti itu".
"Iihh si bapak. Masa doain saya mati! parah banget deh". ujar Niken
"Bukan gitu. Yaa abis muka kamu tuh udah biru gitu. Takut saya".
"Yaa abisnya bapak ngomong asal aja yaa. Saya kan jadi kaget. Mana lagi minum pula".
"Iyaa iyaa kan saya udah minta maaf".
__ADS_1
"Eh , tapi menurut kamu ya Ken. Kenapa bisa istri nya agham itu nyusul kesini? emang nya dia gak bilang yaa kalo mau dinas keluar kota?". tanya Romi.
Niken diam. Karena Sheila kesini karena dia yang memberitahu. Maka dari itu Niken gugup dan takut.
Niken merasa bersalah karena sudah menyebabkan kekacauan yang di buat oleh Sheila istri dari agham.
'Harus nya gue diem aja yaa. Sekarang jadi kacau semua nya. Kalo tau Bu Sheila sampe begini kan mending gue diem aja yaa'. batin Niken berteriak.
Agham terus berada di sisi Sheila.
ia tak bergerak sedikit pun. Tak beranjak dari sisi Sheila yang masih terbaring lemah.
Sheila masih pingsan dan Andik menggenggam erat tangan Sheila yang terpasang infus.
Romi dan Niken masuk untuk melihat keadaan Sheila .
"Sorry yaa Rom. Baru mau ngecek lokasi kalah ada insiden gini. Gue bener bener minta maaf yaa. Semoga kejadian ini gak terulang lagi." ujar gham sambil terus memegang tangan Sheila.
Entah kenapa Niken jadi gelisah melihat agham memegangi erat tangan Sheila. Padahal Sheila itu istri nya. Sebelumnya pun Niken acuh melihat usaha agham mendekati nya. Karena Niken tau rasanya menjadi istri dan teracuhkan
"Semoga Bu Sheila cepat pulih yaa pak Agham" ucap Niken.
__ADS_1
"Sebaiknya, pak agham urus saja dulu Bu Sheila. Masalah proyek biar Niken dan lainnya yang mengurus nya". ujar Romi.
"Baiklah, sampai Sheila pulih. Aku tidak bisa bersalaman dengan baik". ujar Sheila yang baru saja terbangun.