Pernikahan 24 Jam

Pernikahan 24 Jam
Kunjungan Istri Sah


__ADS_3

Desas desus hubungan antara agham dan Niken terus mencuat.


Hingga sampai lah ke telinga mama Mirza mertua nya Sheila membuat mama Mirza tak habis pikir dengan putra nya itu.


Entah menurun dari siapa agham bisa mempunyai sifat seperti itu yang suka mempermainkan wanita.


Padahal orang tua nya selalu mengajarkan dan mencontoh kan pada anaknya agar menghargai wanita, karena ia terlahir dari rahim seorang wanita.


Esok hari nya, mama Mirza mengajak Sheila serta anak nya berkunjung ke kantor agham.


Sebelum nya dia mengajak Sheila ke salon dan di make over di sana.


Sheila terima terima saja, karena memang itu yang di sukai nya sejak gadis.


Tapi, tumben sekali mertua nya mengajak ke kantor suami nya.


Meskipun mama Mirza pun kesal karena Sheila pun menjalani rumah tangga dengan agham dengan cara merebut agham dari bunga, tetapi kini Sheila sudah berubah dan mau bertaubat dan berusaha menjadi istri, ibu dan menantu yang baik.


Mama Mirza juga tidak mau jika anak nya kembali bermain api dengan perempuan lain.


Ia akan membela menantu nya walau bagaimanapun Sheila sudah berubah menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya.


"Ma, kenapa mama ajak aku ke kantor mas agham? tumben sekali". tanya Sheila pada mertua nya.


"yaa tidak apa apa, kan kita jarang juga makan siang bersama. Sesekali seperti nya tak masalah". jawab mama Mirza.


"Iyaa juga yaa mah. Baiklah". Sheila tak bertanya apa apa lagi.


Delisa tersenyum terus selama perjalanan menuju kantor papa nya.

__ADS_1


"Waahh cucu omah kayaknya seneng banget yaaa mau ke kantor papah". ucap mama Mirza sambil mencium cium Delisa.


Sesaat kemudian sampailah mereka di lobby kantor.


Mereka berdua turun, dan supir pribadi mama Mirza segera memarkirkan mobilnya.


Saat mama Mirza dan Sheila turun dari mobil, semua mata langsung tertuju padanya. Semua nampak menunduk tanda memberikan hormat pada mereka.


Semua orang tau jika mama Mirza ibu dari pemilik perusahaan ini yaitu agham.


Mereka semua terkejut melihat mama Mirza berkunjung ke kantor.


Semua orang juga menatap kagum pada Sheila yang sudah di poles tipis di salon tadi.


Benar benar wanita anggun yang terpancar keibuannya.


Sesekali Sheila mengajak Delisa bercanda sambil berjalan menuju lift.


Saat lift terbuka, Sheila tiba-tiba kebelet buang air kecil.


Sheila menitip kan Delisa pada omah nya.


Sheila pun menuju toilet yang berada tak jauh dari pintu lift.


Sedangkan mama Mirza ingin mengetuk pintu ruangan agham.


Baru saja mama Mirza mengangkat tangan nya ke pintu, terdengar suara suara yang sangat menjijikkan berasal dari dalam ruangan putra nya itu.


"Sshhh sayang. Jangan di sini. Bahaya tau. Ini kantor". ucap suara perempuan di dalam ruangan agham.

__ADS_1


"Aku gak bisa tahan sayang. Ayolah, sekarang saja di sini". ucap agham.


Tanpa agham sadari, lagi lagi ia teledor karena pintu nya tak tertutup rapat. Sehingga suara nya bisa terdengar keluar.


Jika di tutup rapat, tak ada suara yang terdengar keluar.


"Sayang, aku bilang bahaya. Beneran deh. Tahan sampai nanti malam yaa sayang. Pasti lebih hot dari sekarang deh, janji". ucap suara perempuan itu lagi.


Mama Mirza sangat mendidih di buat nya. Mama Mirza mengintip sedikit ke dalam.


Benar saja dugaan mama Mirza. Putra nya sedang berpangku mesra dengan wanita yang di ketahui sebagai sekertaris agham.


Mama Mirza memilih diam dulu tak ingin gegabah.


Kemudian mama Mirza mengetuk pintu dengan keras dan mengagetkan agham dan Niken yang sedang enak enak di dalam ruangan.


Segera merapihkan pakaian mereka, lalu Niken membuka pintunya.


Sebelum Niken buka, mama Mirza sudah mendorong pintu agak kuat sehingga Niken terjengkang ke belakang.


Sheila yang baru saja selesai dari toilet, melihat Niken terjengkang reflek menolong Niken dan membantu nya berdiri.


Mama Mirza membiarkan Sheila membantu nya.


Tatapan mata mama Mirza sangat tajam menusuk hati Niken.


Niken seolah tau apa penyebab jutek nya mama Mirza memilih kembali ke ruangan nya.


"Terima kasih Sheila sudah bantu aku". ucap Niken dengan lirih.

__ADS_1


"Iyaa gak apa apa, kamu harus hati hati lain kali yaa". ujar Sheila.


"Iyaa benar, kamu harus sangat hati hati lain kali". ucap mama Mirza tegas.


__ADS_2