
Sedangkan di ruko hubungan agham dan Sheila semakin merenggang.
Kehamilan nya yang semakin membesar membuat Sheila kesulitan bergerak dengan leluasa.
Sedangkan toko kelontong yang mereka bangun sedang ramai, tapi yang membuat Sheila sangat kesal adalah kemalasan agham.
Sebenarnya agham bukan lelaki pemalas, tapi lelaki yang gengsian.
Ia hanya mau mengerjakan pekerjaan tugas perusahaan, pekerjaan yang menurutnya keren dan terlihat elegan.
Untuk jadi pedagang kelontong, sungguh sama sekali dia tidak tertarik.
Semua Sheila yang mengerjakan di bantu dengan pekerja tambahan bernama Dimas.
Salah seorang warga sekitar yang usia nya masih sangat muda.
Dimas itu masih seorang mahasiswa yang mendapatkan beasiswa lalu ia bekerja serabutan untuk membiayai keperluan nya dan keperluan orang tua nya di rumah.
Pagi ini, Sheila membuka toko nya di bantu Dimas.
Tapi saat itu hati nya terasa amat sesak, dan Sheila hanya ingin duduk dan melamun.
Dimas yang melihat pemandangan itu dapat memaklumi nya.
Sheila tengah hamil, namun suami nya enggan membantu menjalani sumber pencaharian mereka.
Sedangkan kehamilan Sheila sudah melebihi 10 bulan.
__ADS_1
Kehamilan Sheila dan Niken tidak terlalu jauh jarak nya.
Niken sudah melahirkan, sedangkan Sheila belum merasakan tanda tanda ibu melahirkan.
Sheila memandangi gawai nya yang sedang menggeser beranda media sosial nya.
Ada satu foto yang membuat Sheila menghentikan jari nya.
Ia melihat satu postingan foto bayi mungil yang di tutupi bagian wajah nya sehingga tidak terlihat oleh orang lain.
Foto tersebut di unggah oleh Niken.
Yaa, Niken sudah melahirkan bayi nya.
Sheila nampak merenung, kenapa Sheila sudah melahirkan sedangkan diri nya belum.
Karena masalah yang bertubi-tubi, Sheila melupakan hari persalinan nya yang seharusnya.
'Astaga, ini seperti nya sudah terlewat jauh jadwalnya'. batin Sheila bergejolak.
Dimas yang menyadari bahwa Sheila sedang panik, segera menegur nya.
"Mbak, mbak Sheila kenapa? sakit? atau mau melahirkan ya?". tanya Dimas berusaha terlihat tenang agar Sheila tak terlalu panik.
Dimas merasa jika Sheila akan melahirkan, karena melihat ekspresi wajahnya mirip ibu nya dulu waktu akan melahirkan adik nya.
"Mbak, kita ke rumah sakit saja ya sekarang biar saya pesan taksi online dulu". tanpa menunggu jawaban Sheila, Dimas dengan cekatan memesan taksi online, beruntung pula saat itu ternyata yang menjadi supir nya seorang tetangga dimas, jadi tak terlalu jauh.
__ADS_1
"Loh Dimas? pesan taksi ke rumah sakit, siapa yang sakit dim?" tanya bang Restu yang merupakan tetangga sebelah rumah Dimas.
"Alhamdulilah bang Restu sudah sampe, ini mbak Sheila seperti nya mau lahiran. Cepet bantuin saya yaa bawa mbak Sheila. Saya mau ke dalam cari tas bayi nya. Mbak Sheila izin masuk kamar nya yaa, dimana mbak taro perlengkapan lahiran nya?". tanya Dimas
"Samping meja tivi ya dim, bukan di kamar. Maaf merepotkan ". ujar Sheila lirih, dengan keringat dingin yang membasahi tubuh nya karena sejak melihat postingan Niken tubuh Sheila bereaksi seperti orang yang mau melahirkan.
Dengan berlari Dimas menaiki tangga menuju ruang tivi dan mencari tas perlengkapan bayi bos nya itu.
Sheila memang sengaja menaruh nya di luar, karena khawatir jika ia akan melahirkan tapi tidak ada suami nya maka orang akan mudah mengambil tas tersebut. Benar saja bukan, sewaktu Sheila mengalami kontraksi agham tidak ada di rumah dan entah pergi kemana.
Sheila hanya di bantu Dimas seorang dan supir taksi online yang kebetulan tetangga nya Dimas.
Semua sudah siap, bang Restu langsung menancap pedal gas nya menuju rumah sakit yang dituju.
Sheila hanya diam sambil menahan sakit yang luar biasa.
Dimas terus mengusap punggung dan pinggang mbak Sheila agar mengurangi rasa sakit nya meskipun tidak kurang sedikit pun. Namun setidaknya ada rasa nyaman meskipun sedikit.
Dimas mengerti sekali bagaimana menghadapi wanita yang akan melahirkan.
Dimas begitu cekatan dan perhatian.
Padahal usia nya masih sangat muda.
Justru agham yang merupakan suami Sheila tidak ada saat genting seperti sekarang.
Sheila tak perduli lagi dimana agham. Yang terpenting keselamatan diri dan bayi nya.
__ADS_1