Pernikahan 24 Jam

Pernikahan 24 Jam
Berbeda


__ADS_3

Di ruangan Niken sedang sangat emosi melihat kekasih baru nya bermesraan dengan istri nya.


Padahal baru saja ia yang bermesraan dengan agham.


"Sial, kenapa dia datang terus sih ke kantor? apa dia udah mulai curiga? atau dia sedang waspada?" tanya niken pada dirinya sendiri.


Niken terlihat geram sekali melihat pemandangan tak sedap itu.


"Agham lagi, kenapa mau aja sih di tempelin Sheila? kan gue masih ada di situ. iiihhh bete". Niken terus mengoceh sendiri karena rasa kesalnya pada agham yang baru baru ini menjadi kekasihnya.


Niken seakan tertutup hati nurani nya terhadap sesama wanita.


Padahal dulu ia merasakan sakit dan pahitnya memiliki pasangan yang tidak setia.


Tidak hanya istri yang kehilangan suami nya, bahkan anak akan kehilangan papah nya.


Suami yang sudah mendua biasanya tak akan ingat lagi anak dan istri sah nya.


Sangat jarang pria yang masih ingat dengan keluarganya jika sudah kecantol wanita penggoda suami orang.


Saat Niken sedang mengoceh sendiri, kala itu beni sedang ingin ke ruangan niken untuk mengantar berkas.


Sebelum masuk ruangan Niken, beni mendengar semua keluh kesah nya Niken dan juga makian Niken ke istri CEO perusahaan itu.

__ADS_1


Beni pun mematung mendengar ucapan Niken yang tentu nya sangat menusuk ke hati nya.


Beni seperti membeku mendengar ucapan Niken.


Niken beranjak dari kursi nya, lalu membuka pintu dan hendak ke pantry.


Niken terkejut kalau ada beni di depan ruangan nya.


"hmm, a a ada apa Ben?" tanya Niken dengan gugup. Bagaimana tidak gugup, Niken berbicara tadi dengan nada sedikit kencang dan juga keadaan pintu yang tidak tertutup rapat.


Pastilah terdengar beni yang ada di depan pintu persis.


"Saya cuma mau kasih berkas ini mba Niken. Saya permisi dulu". Tanpa basa basi lagi beni menyerahkan berkas nya kemudian kembali ke ruangan nya meskipun dengan lutut yang terasa lemas.


Bukan karena pengecut.


Karena saingan nya ada pria bersuami yang kedudukannya di perusahaan itu sangat penting dan punya kuasa untuk mendepak beni kapan saja dari perusahaan.


Sedangkan beni tak mau menyia-nyiakan karir nya yang susah payah ia raih hanya demi perempuan. Beni tak mau keluarga nya kembali hidup sulit.


Sudah cukup...


Beni saat ini hanya ingin fokus membahagiakan ibu dan adik nya.

__ADS_1


Jodoh pasti datang sendiri nanti, tapi di iringi dengan usaha tentu nya. Beni tak mau terlalu terburu-buru. Dia ingin mengikuti alur nya saja.


Tuhan pasti menyiapkan jodoh yang baik untuk nya.


Kalimat itu lah yang selalu membuat beni merasa tenang.


Niken memandangi kepergian beni dengan nanar.


Ada perasaan iba dan sedikit menyesal karena sudah masuk ke dalam hidup beni, dan pada akhirnya Niken pergi begitu saja dan memilih pria yang sudah memiliki keluarga nya sendiri.


'Kenapa kamu ngelakuin hal itu Ken? bukan nya kamu itu, ah sudah lah. Gue gak boleh berlarut larut mikirin dia. Ada ibu yang harus gue bahagiakan dulu'. ucap nya di dalam hati.


duuuukkk


"Duuhh mas beni. Jalan nya jangan melamun kenapa sih. Kebiasaan deehh. Berantakan deh kerjaan Sofi. Ish mas beni nyebelin ". ucap Sofi karena beni jalan sembari melamun dan akhirnya menabrak Sofi yang berjalan membawa berkas.


"Maaf maaf sof. Gue gak sengaja sumpah. Sini sini gue bawain".


Beni pun membawa berkas Sofi dan membantu nya sampai ke ruangan.


"Wehileehhh ... so sweet amat si Sofi sama beni. Cinlok niiihhh, gasss Ben" ujar Jef yang tak sengaja bertemu.


"Heh ngapain Lo di sini? sana balik ke lantai Lo". ucap beni.

__ADS_1


Sofi di buat tertawa melihat kelakuan dua sahabat itu.


__ADS_2