
Dari jauh, dia menatap bunga dan papa nya dengan sangat terpukul juga dan emosi yang membuncah.
Karena dia sudah tau kejadian yang menimpa bunga sekeluarga membuatnya meradang....
Pria itu adalah romi teman sekolah agham dulu.
Dia curiga kalau agham berkhianat dengan sheila ketika reuni dulu.
Karena sepanjang acara sheila terus mengekori kemana pun agham pergi.
"Keterlaluan agham dan sheila. Benar benar tidak punya perasaan sama sekali". Ucap Romi lalu pergi meninggalkan area TPU.
"Mah bunga minta maaf sama mama yaa, semua karena bunga jadi gini". Lirih bunga.
"Jangan bicara seperti itu nak. Semua sudah takdir Allah. Berdoalah untuk mama mu agar Allah menerima mama disisi Nya". Ucap papa bijak.
Papa memimpin doa diikuti oleh bunga.
Hari demi hari berganti dengan cepat.
Kini bunga sudah resmi menjadi seorang janda tapi perawan.
Selama pengadilan agham tidak datang sama sekali. Tentu itu mempercepat proses pemutusan.
Di pandangi nya surat yang baru saja ia terima dari pengadilan.
__ADS_1
Buliran bening menyembul tanpa permisi di sudut mata nya.
Tes.....
Akhirnya jatuh juga buliran bening itu. Lolos begitu saja di pipi cantik bunga.
Dia bersyukur masih diberi tau sejak awal.
Jika saja bunga tau setelah bertahun tahun, pasti akan lebih menyakitkan bagi dia dan keluarga nya tentu.
Dengan langkah gontai, bunga bersiap untuk pergi ke cafe nya yang sudah lama tutup karena memang bunga baru mempunyai satu pegawai.
Bunga tetap menggaji pegawainya riska karena kasihan. Dia mahasiswa yang bekerja paruh waktu untuk menambah uang saku.
Maka dari itu sekarang bunga harus membuka kembali cafe nya untuk melanjutkan hidup nya yang entah akan seperti apa nanti nya.
Setelah rapih dia turun untuk sarapan lalu bergegas berangkat ke cafe.
"Pagi pah, pagi bibik ku sayang". Sapa bunga berusaha ceria.
"Hai, pagi anak gadis papa. Mau kemana sudah rapih pagi pagi gini?". Tanya papa rio.
"Aku mau ke cafe pah. Kasihan riska kalo tutup terus. Nanti pelanggan setia ku juga pada kabur kalo kelamaan tutup". Ujar bunga
"Papa seneng nak, akhirnya kamu bangkit lagi dan melanjutkan hidup mu dengan ceria begini. Maafin papa belum bisa menjaga kamu dengan baik". Ucap papa tulus sambil mengusap kepala putrinya ini.
__ADS_1
"Iyaa pa, insyaallah bunga kuat sekarang. Makanya bunga harus menyibukkan diri di cafe. Selain bisa mengalihkan sakit hati ku, juga dapat banyak uang pa. Hehehe". Bunga cengengesan.
"Anak gadis papa sangat tau uang yaaa. Memang nya kurang yang papa kasih?".
"Yang papa kasih lebih dari cukup dooonnng pastinya. Yasudah bunga jalan yaa pa. Nanti keburu siang". Bunga menghabiskan susu nya yang dibuat bik asih lalu mencium pipi papa nya kemudian berangkat menuju cafe.
Sebelumnya bunga sudah menelepon riska lebih dulu bahwa hari ini bunga akan membuka kembali cafe nya.
"Assalamualaikum riska. Duh udah sampe aja kamu. Lama yaa nungguinnya?". Ternyata riska sudah sampai didepan cafe.
Rajin sekali anak itu ....
"Iyaa mba bunga,, aku turut berduka dengan kejadian yang menimpa mba bunga. Aku sedih banget dengernya. Tapi aku juga seneng sekarang mba sudah kembali ceria lagi". Ujar riska tulus.
"Iyaa makasih yaa ka, kamu perhatian deh sama mba. Yaudah yuk kita beres beres dulu".
"Ayok mba. Sekalian cek bahan bahan yang habis".
di cafe bersama riska, sejenak bunga melupakan kesedihannya itu.
Dia mencoba bangkit dari keterpurukannya....
Happy reading semua nyaa ...
ayo komentar yang positif, agar author bisa menulis lebih baik lagi....
__ADS_1