
Waktu terus berjalan, tanpa terasa hari yang sangat mendebarkan bagi kedua insan yang sedang merasakan indah nya kasih dan cinta telah datang.
Kini bunga tengah di rias oleh seorang perempuan yang sudah berumur namun masih terlihat sangat energik di usia nya yang sudah separuh abad lebih.
Seorang makeup artist yang sudah profesional di pilih bunga yang juga pernah merias dirinya di pernikahan sebelumnya bersama agham.
Sambil merias, wanita paruh baya itu juga mengajak bunga ngobrol di selingi dengan nasihat dan wejangan untuk bunga yang akan membina rumah tangga untuk kedua kali nya.
Meskipun yang pertama hanya bertahan 24 jam saja, tetap saja ini adalah pernikahan kedua bagi seorang bunga.
Tentu bunga tak ingin gagal untuk kedua kali nya.
Bu Ani, wanita paruh baya yang tengah merias bunga ini pun merasa ikut terharu kala bunga mendapatkan cinta nya lagi.
Bu Ani juga berdoa untuk pernikahan bunga kali ini langgeng dan di penuhi kebahagiaan bagi kedua pasangan dan juga keluarga.
Keluarga besar bunga memang kerap memakai jasa Bu Ani untuk merias dan mendekorasi acara penting di keluarga besar bunga.
Sudah dari zaman nenek nya bunga menikah, Bu Ani sudah aktif menjadi perias pengantin. Tentu, kala itu Bu Ani masih sangat muda.
Minat dan bakatnya ia salurkan sejak masih belia.
__ADS_1
Hingga sekarang terus ia tekuni minat nya itu.
Bahkan di pernikahan nya sendiri ia juga merias sendiri.
"Duuhh, cucu Oma cantik sekali. Pangling deh lihatnya. Lebih cantik dari riasan Oma sebelum nya". puji Bu Ani pada wajah bunga yang selesai di rias.
"Oma, bisa saja nih. Masa iyaa begitu?" ucap bunga
"Iyaa, aura kamu tuh lebih keluar sekarang. Senyum nya juga lepas sekali. Oma harap nak bunga di berikan kebahagiaan yang langgeng, dan pernikahan nya di jadikan pernikahan yang terakhir. Aamiin".
"Aamiin Oma, terima kasih banyak untuk doa nya yaa Oma. Semoga doa doa Oma terkabul". ujar bunga.
"Nah, sedikit lagi kita selesai ". Oma merapihkan bunga melati yang ada di rambut bunga.
"Iyaa cantik banget yaa kak bunga, pangling aku lihat nya". ucap nada adik sepupu bunga yang sedari tadi melihat kakak sepupu nya yang sedang di rias.
"Ah bisa aja kamu nada".
"Iyaa beneran kak. Duuhh jadi kepengen jadi pengantin juga deehh". ujar nada.
"Selesai kan dulu skripsi mu yang di coret dosen terus. Baru deh jadi pengantin".
__ADS_1
"Iiihh kak bunga kok tau sih skripsi aku revisi terus?? pasti mama ember nih". nada kesal sekali karena mama nya menceritakan skripsi nya yang belum menemukan titik terang.
"Yaa gak papa lah. cerita nya sama saudara ini, bukan sama orang lain".
Terdengar pembawa acara berbicara jika acara ijab qobul akan segera di mulai.
Pembawa acara mempersilahkan bunga ke luar ruangan dan duduk bersama keluarga.
Doa pembuka di lantunkan dengan indah nya oleh santri yatim yang di undang keluarga bunga.
Kemudian dengan tangan dingin dan sedikit gemetar Romi bersiap untuk mengucapkan ikrar janji suci atas beralihnya tanggung jawab membahagiakan bunga dari papah nya.
"Sudah siap saudara Romi?". tanya pak penghulu.
"Insyaallah siap pak". jawab Romi dengan yakin.
"Bissmillaahirrahmaanirrahiim, saudara Romi saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan adinda Bunga putri bapak Rio dengan mas kawin berlian seberat seratus gram dan seperangkat alat sholat di bayar tunai". Pak penghulu sedikit menghentakkan tangan Romi.
"Saya terima nikah dan kawinnya bunga binti bapak Rio dengan mas kawin yang tersebut tunai". ucap Romi dengan lantang dan lancar.
"Sah para saksi?" tanya pak penghulu, seketika semua menjawab
__ADS_1
"Saaaahhhhhh"
Alhamdulillah....