Pernikahan 24 Jam

Pernikahan 24 Jam
Sakit


__ADS_3

Tak lama kemudian, bunga dan Niken sampai di pelataran rumah sakit.


Niken dan bunga turun setelah parkir mobil.


Niken mengantar bunga ke poli umum, dan sebelum nya mendaftar kemudian mendapat nomor antrian.


Beruntung sedang tidak terlalu banyak pasien, sehingga tidak perlu menunggu lama untuk di periksa.


Beberapa menit menunggu, nama bunga pun di panggil.


Bunga dan Niken masuk ke ruangan dokter.


Bunga berbaring untuk di periksa. Niken selalu di samping bunga. Kebetulan dokter nya seorang lelaki.


"Nona bunga, apa keluhan nya ? maaf saya periksa dulu ya". ucap dokter muda itu.


"Saya seperti lemas sekali dok, pusing serta di bagian sini tidak nyaman". bunga menunjuk bagian ulu hati nya.


Memang akhir akhir ini cafe sangat ramai, sehingga bunga dan lain nya harus lembur untuk membereskan cafe.

__ADS_1


Jam makan bunga pun jadi tidak teratur, bunga sering melewatkan makan siang nya karena mengurus cafe.


"Hhmmm tekanan darah nya rendah sekali, juga asam lambung yang naik. Apa nona makan sembarangan atau nona tidak teratur makan nya?" tanya dokter.


"Yaa dok. Saya mengurus sebuah cafe yang akhir akhir ini sedang ramai pengunjung. Saya jadi harus melewatkan makan siang dan sore. Bahkan sehari hanya sekali makan saja". jelas bunga


"Jangan di biarkan pola makan yang seperti ini yaa. Usahakan istirahat walau sejenak. Sarapan sangat penting, dan jangan melewatkan waktu makan siang. Atau jika memang benar tidak sempat bisa makan camilan yang mengandung karbohidrat untuk mengganjal isi perut. Jangan sampai kosong, atau ini yang akan menjadi akibat nya. Bahkan bisa bertambah parah jika di biarkan. Usahakan lebih banyak minum air putih yaa. Hindari makan yang bersantan, pedas dan asam". jelas dokter panjang lebar.


"Baik dokter ". ucap bunga lemah.


"Saya menyarankan untuk rawat inap selama beberapa hari ya nona. Karena tekanan darah nya rendah sekali ini. Nanti akan di beri obat lewat infusan agar cepat pulih". ujar dokter memberi saran


"Saran saya di rawat inap saja nona. Agar saya bisa observasi lebih lanjut, jadi mudah untuk saya memantau kondisi anda". ujar dokter lagi


"Sudah bunga, ikuti saran dokter saja. Kamu pucat banget loh seperti mumi saja. Nanti ku kabari Romi. Atau mau ku temani di sini? kan alu keluar kota masih lusa". ucap Niken


"Aku gak mau merepotkan kamu terus Niken".


"Sudah ku bilang, kamu gak merepotkan kok. Ya sudah dok, bunga di rawat saja supaya cepat sehat lagi". ujar Niken.

__ADS_1


"Baik nona, saya akan meminta suster untuk menyiapkan kamar dan lain nya ya. Silahkan nona ke bagian administrasi saja untuk mengisi data pasien". ucap dokter


"Mari ikut saya nona". seorang suster membawa kursi roda dan membawa bunga ke ruangan sebelah untuk di pasang infus.


Sedangkan Niken ke bagian administrasi untuk mengisi data.


"Bunga aku ke administrasi dulu yaa, kamu di temani suster dulu". ucap Niken


Bunga teringat sesuatu, lalu memanggil Niken kembali.


"Niken, tunggu". panggil bunga ke Niken


"Ada apa bunga?"


"Ini, bawa saja ini untuk deposit biaya rawat inap ku". bunga menyerahkan kartu ATM yang tadi Romi berikan, dan bunga mengirim pesan singkat nomor pin ATM nya.


"Astaga bunga, aku juga punya uang cukup".


"Tidak, Romi berpesan harus bayar pakai ini saja kan tadi".

__ADS_1


"Oh iya juga yaa. Baiklah". Niken mengambil kartu ATM itu lalu berlalu menuju bagian administrasi.


__ADS_2