
Semua nya pun berangkat menuju tempat yang sudah di rencanakan.
Romi terus menyunggingkan senyum nya, sampai membuat bunga merasa curiga.
"Mas? mas Romi kenapa sih? jangan jangan dia punya cewek lagi di sana yaa makanya seneng banget mau kondangan kesana? huh awas aja yaaa mas". tanya bunga pada Romi yang membuat Romi menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Kamu jangan berprasangka buruk dulu sayang. Yaa nak Romi senang karena kita bisa pergi sekeluarga gini. Kan ini kesempatan yang langka toh?". ujar papa Rio menenangkan putri nya. Sesungguhnya ia juga merasa geli melihat calon menantu nya itu tersenyum sendiri. Mungkin sedang membayangkan nanti saat akan melamar putrinya.
"Yaa tapi kan gak biasa nya mas Romi senyum sendiri ". sanggah bunga lagi.
"Aduuuhh sayang ku. Kamu jangan suudzon gitu dong sama calon suami mu. Masa senyum aja gak boleh sih sayang". ujar Romi sembari meledek bunga kekasih nya itu.
Tak lama kemudian mereka pun sampai di tempat tujuan.
Dari luar nampak dekorasi penuh bunga yang sangat cantik cantik.
Harum bunga asli menguar ke berbagai sudut.
Suhu udara yang cukup dingin membuat bunga sedikit menggigil.
Romi langsung peka dan melepas jas nya dan di rangkul nya bunga sampai masuk ke dalam.
Hari sudah berganti malam membuat suasana di vila itu semakin romantis saja.
Acara akan di gelar di taman belakang vila itu.
Begitu mereka sampai di dalam, terpampang dekorasi yang sangat cantik dan menyejukkan bertuliskan
'Happy Engagement, Bunga & Romi'.
Melihat itu, bunga terpaku saja di tempat nya.
__ADS_1
Romi segera memakai kembali jas nya, kemudian berjalan menggandeng bunga sampai di tempat nya.
Di sebuah kursi dan meja yang juga di hias sedemikian rupa, mereka pun duduk di sana.
Pemandu acara segera memulai acara lamaran ini.
Semua sudah duduk di tempatnya masing-masing.
Bunga masih terkejut dengan apa yang sedang terjadi.
Papa Rio tersenyum lebar sepanjang acara.
Bunga sangat bahagia melihat orang kesayangan nya kembali tersenyum ceria seperti itu.
Kini giliran Romi yang berbicara, pemandu acara memberikan mic pada Romi.
"Bissmillaahirrahmaanirrahiim. Alhamdulillah semua rencana yang ku rancang dengan kedua orang tua kita berjalan dengan lancar dan baik. Kamu mungkin terkejut melihat ini semua, tapi percayalah ini niat baik ku untuk kelangsungan hubungan kita. Semua ku persiapkan dengan di bantu mama papa ku, juga papa Rio".
Mendengar itu bunga lantas menoleh ke arah samping, dimana papa nya masih menyunggingkan senyuman yang lepas.
Hening...
Bunga masih diam saja.
Papa Rio pun menyentuh pundak putri nya yang terlihat masih terkejut itu.
"Sayang, bagaimana? jawab Romi sayang". Tanya papa Rio.
"Ah, i iya pah. Aku bersedia mas Romi menjadi pendamping hidup mu, dan menjadi ibu dari anak anak kita nanti. Aku sangat bersedia, aku sangat berterima kasih karena sudah di berikan kejutan yang indah ini". Bunga pun menjawab sambil meneteskan air mata nya.
Semua mengucapkan...
__ADS_1
"Alhamdulillah ".
Mama Veni pun menghampiri calon menantu nya ini lalu mengeluarkan kotak perhiasan yang sudah ia persiapkan dari lama.
"Terima kasih sayang sudah mau menerima anak mama menjadi calon suami mu. Sebagai lambang keseriusan putra mama, terima lah ini ya sayang. Mungkin ini hanya cincin biasa, tapi mama harap kamu jangan melihat dari nominal nya yaa sayang. Tapi lihat lah kesungguhan Romi anak mama". Mama Veni mengeluarkan cincin berlian yang di taksir harga nya setara dengan sebuah mobil mewah.
Semua mata tertuju pada benda kecil yang melingkar di jemari lentik bunga.
Terlihat sangat indah di pakai bunga.
"Terima kasih ma, sudah memberikan kejutan yang membahagiakan ini. Terima kasih". bunga pun memeluk calon mertua nya itu dengan air mata bahagia.
"Sudah sayang, jangan menangis. Nanti makeup nya luntur. hehehe".
Acara berjalan dengan lancar dan bahagia.
Setelah acara selesai dan makan malam bersama, para tamu ada yang pamit pulang ada juga yang menginap.
Kebanyakan tamu yang menginap adalah saudara dari Romi dan bunga.
Romi sudah menyewa vila besar ini untuk acara lamaran nya.
"Kamu jahat bohongi aku mas. Katanya saudara mu yang menikah". ujar bunga pada Romi yang masih bersantai di taman.
"Hehehe, namanya kejutan sayang. Kalau dikasih tau bukan kejutan namanya. Tapi kamu bahagia kan?".
"Sangat, sangat bahagia. Terima kasih sudah menerima ku apa adanya". Ujar bunga.
"Aku juga berterima kasih karena kamu mau menerima lamaran ku, menerima ku sebagai imam mu. Sepulang dari sini, kita bahas pernikahan kita yaa".
"Iyaa mas, sekali lagi terima kasih. Aku bahagia sekali".
__ADS_1
"Eehheemmm... Tolong yaa mba bunga, jangan nempel nempel dulu. Belum saaahhhh". ucap Riska sambil berlari, karena gara gara deheman Riska bunga dan Romi sangat kaget.
"Rese yaaa kamu Riska, awas yaaaa". ucap Romi.