
Setelah acara lamaran yang di gelar dengan lancar dan bahagia, Romi dan bunga di sibukkan dengan persiapan untuk pernikahan nya.
Permintaan papa nya bunga, agar jangan terlalu lama melangsungkan pernikahan nya.
Papa Rio sudah tak sabar untuk menyaksikan kembali putri nya menikah.
Sebenarnya papa Rio cukup trauma mengingat kejadian di malam pengantin putri tersayang nya menjadi kacau dan berantakan.
Tapi papa Rio berusaha meyakinkan diri nya sendiri bahwa semua akan berakhir bahagia.
Papa Rio terus meyakinkan diri nya agar tidak berprasangka buruk terhadap Romi.
Hari ini, Romi dan bunga berencana untuk menyebarkan undangan pernikahan nya.
Jika yang masih dekat dan terjangkau oleh mereka, akan mereka antar sendiri.
Tapi yang agak jauh, Romi memberikan undangan nya kepada Denis.
Denis dengan senang hati membantu bos nya itu.
Hari ini Romi dan bunga berencana untuk memberikan undangan pernikahan nya ke kantor agham.
Setelah sebelumnya ia menemui rekan nya yang berada tak jauh dari kantor agham. Jadi sekalian saja ia mampir ke kantor agham.
Romi dan bunga masuk ke dalam perusahaan agham.
__ADS_1
Sebelum nya Romi sudah mengabarkan agham bahwa ia akan mampir sebentar untuk menemui agham.
"Permisi, apa pak agham ada di ruangan nya?" tanya Romi pada karyawan yang kebetulan lewat.
Kenapa Romi tak bertanya pada Niken selaku sekertaris nya agham? karena ruangan Niken pun kosong.
"Seperti nya pak agham ada di dalam ruangan nya bersama sekertaris nya tuan. Karena saya belum lihat bapak keluar ruangan nya".
"Baiklah, terima kasih yaa".
"Telepon saja mas, atau ketuk pintu nya saja". ujar bunga.
"Iyaa juga yaa, kan sudah janjian ini". Romi pun mengetuk pintu ruangan agham.
"Eh, hai Niken. Lagi sibuk ya?" tanya bunga pada Niken. Bunga agak gugup melihat Niken yang raut wajahnya nampak kelelahan.
"Iya hai bunga. Ada beberapa pekerjaan yang harus segera di selesaikan nih. Mau ketemu pak agham? mari masuk silahkan ". Niken pun membukakan pintu dengan lebar.
Nampak agham sedang duduk di kursi nya dengan raut yang tak jauh beda dengan Niken.
Dalam hati sebenarnya bunga merasa janggal. Tapi, ia tepis saja prasangka itu. Selagi belum ada bukti, bunga tak mau berprasangka buruk pada orang lain yang nanti nya akan menjadi fitnah.
Bunga tak mau seperti itu.
"Selamat siang pak agham, maaf mengganggu waktu nya yaa. Saya hanya sebentar kok seperti di pesan singkat saya tadi". ujar Romi.
__ADS_1
"Ah, itu gak masalah pak Romi. Saya hanya menyelesaikan beberapa pekerjaan saja hari ini". jawab agham.
"Pasti pekerjaan yang melelahkan yaa. Sampai terlihat kelelahan sekali anda pak". ujar Romi membuat agham, Niken serta bunga pun menjadi salah tingkah.
Bunga yakin, Romi pun merasa ada yang janggal pada kedua orang di depan nya ini.
Namun, baik bunga maupun Romi tak ada yang mengusik mereka.
Biarlah itu menjadi urusan mereka saja.
"Ah anda berlebihan pak Romi. Bekerja yaa pasti melelahkan". ujar agham.
"Saya mau mengantarkan ini khusus untuk kalian berdua. Saya harap kalian bisa menghadiri acara pernikahan kami nanti. Saya juga sudah menyiapkan pakaian khusus untuk kalian saat menghadiri pernikahan kami. Tidak keberatan kan jika kalian memakai seragam dari kita?" tanya Romi.
"Oh, tentu tidak masalah pak Romi. Dengan senang hati kami akan memakai nya nanti. Akan saya usahakan datang ke acara kalian. Selamat untuk kalian berdua, akhirnya kalian akan menjadi sepasang suami istri juga". ucap Romi.
"Terima kasih banyak atas doa nya pak agham. Kalau begitu saya permisi dulu ya. Masih banyak pekerjaan yang kami harus lakukan. Anda juga pasti nya sangat sibuk juga".
"Baiklah pak Romi. Hati hati di jalan, kirimkan saja seragam yang akan kami kenakan nanti ke alamat rumah saya yaa".
"Baiklah. Kami pamit dulu. Ayo sayang". ajak Romi pada bunga yang sedari tadi hanya diam saja tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.
*Maaf yaa aku jarang update karena sedang sibuk, dan hari ini juga anak author masuk ICU. Mohon doa nya untuk kesembuhan anak author yaaa, doa kalian sangat berarti untuk kesembuhan anak author.
Terima kasih masih setia menunggu yaaaaa*
__ADS_1