
Romi yang melihat bunga sedih berusaha menahan agham agar tidak mengusik bunga lagi.
"Sorry bro, kali ini gue gak akan biarin lo nyakitin bunga lagi. Lo liat bunga menangis lagi karena lo". Sebenarnya romi tidak bermaksud untuk ikut membenci agham, karena mereka sudah lama berteman. Hanya saja romi tidak tega melihat bunga terpuruk lagi.
"Iya rom, gue tau gue salah banget sama bunga. Bunga aku mohon maafin aku. Aku memang suami yang buruk. Aku lelaki b*jingan. Kamu pantas marah sama aku, benci sama kamu". agham mulai bersimpuh di kaki bunga, dia tidak tau lagi harus bagaimana agar bunga mau memaafkan nya.
"Sudah lah bangun, malu di lihat orang. Aku gak benci sama kamu. Aku hanya kecewa sama perbuatan kamu".
"Terima kasih bunga, kamu memang wanita baik mau memaafkan aku yang brengs*k ini. Aku malu sama kamu".
"Lupakan saja gham. Kamu kenapa beli susu formula? memang pacar kamu itu kemana? kenapa gak dikasih ASI saja lebih baik dari susu formula?" tanya binga heran dengan mantan suaminya itu membeli susu formula padahal ada ibunya.
"Kamu juga maafin sheila yaa, mungkin ini karma buat kami".
"Maksud lo apa gham?" tanya romi bingung.
"Sheila,, dia saat ini terbaring koma setelah melahirkan mengalami pendarahan hebat. Kasihan putri kami jadi gak bisa dapat ASI dari ibu nya". jelas agham.
__ADS_1
Mereka berdua menutup mulut karena kaget. Tidak menyangka akan ada kejadian begitu.
"Kasihan sekali baby kamu agham. Ayo aku bantu memilih susu dan popoknya". Ucap bunga antusias membantu agham. Bunga seolah lupa dengan perbuatan agham dan kekasih nya yang sudah menorehkan luka begitu dalam di hati nya.
"Kamu serius?" tanya agham tidak percaya.
"Iyaa ayo, kalo kamu diam aja kasihan baby kamu".
"Terima kasih bunga". hanya itu yang bisa agham ucapkan.
'Benar benar wanita berhati mulia. Baik sekali bunga. Aku semakin yakin dengan nya'. batin romi
Bunga mengambil satu box susu untuk baby usia 0-6bulan. Lalu dia ambil botol susu nya yang kecil tiga buah, kemudian dia ambil sikat untuk mencuci botolnya.
Kemudian bunga beralih ke lorong diapers. Dia memilih popok untuk Newborn beberapa buah, lalu di masukkan keranjang. Lalu telon, sabun cairnya, bedak, krim popok, tissue basah dan keringnya. Semua kebutuhan baby dia masukan ke keranjang belanja agham.
Agham tersenyum melihat bunga begitu antusias membantu nya. Bunga seolah lupa dengan sakit hati nya.
__ADS_1
Romi mengikuti bunga di sebelahnya.
"Kenapa susu nya hanya satu box bunga? apa cukup nanti?". tanya romi.
"Ini kan baru pertama kali coba. Jadi jangan banyak banyak dulu, takut gak cocok jadi bisa ganti yang lain. Karena sepupuku begitu, diare karena gak cocok susu nya. Kalau cocok beli lagi yang banyak untuk stok. Kamu bawa box nya kalau nanti mau beli lagi, atau kamu foto aja box nya". jelas bunga, walaupun dia belum mempunyai anak tapi dia mengerti kebutuhan bayi. Dia sering menemani sepupu nya belanja kebutuhan anaknya.
Selesai berbelanja kebutuhan baby dan bunga, mereka semua ke kasir untuk membayar.
Agham membayar semua belanjaan bunga dan dirinya.
Awalnya bunga menolak, tapi agham memaksa sebagai tanda terima kasih karena dia sudah membantu nya memilih kebutuhan baby. Padahal agham sudah menyakiti nya.
"Sekali lagi terima kasih bunga kamu sudah bersedia membantu ku. Aku bingung kalau gak ada kamu yang bantu tadi. Kalau kamu gak keberatan, kamu boleh mampir ke rumah mama lagi. Kita bisa berteman kan?" tanya agham ragu ragu.
"Sama sama. Aku hanya kasihan dengan baby mu saja. Kalau aku sudah siap aku akan main ke rumah mama, aku juga rindu mama dan papa. Bagaimana pun mereka orang tua ku juga yang sayang sama aku. Untuk berteman, mungkin belum saatnya. Aku masih harus menata hatiku dulu". setelah mengucapkan itu, bunga mengajak romi untuk pulang dan meninggalkan agham yang teremenung sendiri.
Manatap kepergian bunga, ada rasa nyeri di hati agham. Apalagi melihat kedekatan sahabatnya dengan mantan istrinya itu.
__ADS_1
'Apa mungkin masih ada kesempatan untuk aku bunga? Seperti nya romi ada rasa ke kamu. Mereka sangat dekat seperti nya'. batin agham.