
Setelah kejadian di proyek, Niken lebih banyak diam.
Biasanya jika mama nya mengajak ngobrol atau membicarakan tentang fashion Niken pasti antusias sekali.
Tapi sepulang dari dinas, Niken malah banyak melamun. Juga tak fokus dengan apa yang sedang di kerjakan.
Hari ini saatnya masuk kantor lagi.
Niken sedikit bersemangat untuk cepat sampai di meja kerja nya.
ia membayangkan kalau di meja nya akan banyak hadiah dan juga buket bunga.
Sebelum nya Niken berpesan pada beni agar tak menjemput nya.
Jadi Niken memutuskan untuk membawa mobil sendiri.
di seberang beni merasa Niken seperti sedang menjaga jarak dengan nya.
Tapi beni tetap berpikir positif, karena di antara mereka juga belum ada status yang mengikat...
Maka dari itu, beni tak berani melarang karena ia pun tau diri tidak memiliki hak apa apa.
Setelah berjalan, Niken pun sampai di pelataran perusahaan bersamaan dengan mobil agham yang hendak parkir juga.
__ADS_1
'Pasti si agham sudah menyiapkan kejutan lagi nih untuk dia seorang'. batin Niken.
Dengan langkah terburu-buru Niken berlarian ke ruangan nya.
Bukan apa apa, dia menghindar dari beni agar tak berpapasan dengan nya.
Beni yang melihat Niken berlarian merasa bingung, kenapa Niken menjaga jarak dari nya.
Apa beni mempunyai kesalahan pada Niken sehingga Niken menghindari diri nya.
Beni tak memusingkan hal itu. Lebih baik ia fokus bekerja dulu hari ini meskipun suasana hati nya sedang tak enak.
Niken pun sampai di ruangannya. Begitu juga dengan agham.
Ia langsung masuk dan menutup pintu ruangan nya tanpa menoleh ke arah Niken lagi.
Niken duduk di kursi kebesaran nya, lalu mulai celingukan mencari sesuatu.
Sebuah kotak kado yang biasa di letakkan di meja nya.
"Mana sih yaaa, biasa nya dia taruh sini. Kok gak ada apa apa yaa? apa tanya OB aja????
"Eh tapi kan ini dugaan saja. Apa dia udah nyerah? apa dia udah males kasih kasih gue hadiah?". karena memang biasa nya ketika Niken masuk kantor di pagi hari, sudah ada berbagai macam buket bunga yang di letakkan di meja kerja nya. Belum lagi hadiah yang di bungkus kotak kado yang berisikan perhiasan.
__ADS_1
Saat itu mungkin Niken belum luluh dan belum tersentuh.
Tapi, kejadian di proyek membuat Niken menjadi ingin di perhatikan lebih oleh agham seperti kemarin.
Tapi Niken sudah mencari ke setiap sudut ruangan, hadiah yang di cari nya tak kunjung ketemu.
"Iiihh dimana sih ? apa beneran gak ada yaa? dia udah nyerah? hmm sedih banget sih gue".
Tak tau ternyata agham sedang memperhatikan Niken sedang celingukan seperti mencari sesuatu.
"Niken, kamu cari apa?" tanya agham
Karena via telepon tak kunjung datang ke ruangan nya, agham langsung membuka ruangan Niken.
"Eh pak agham. i, itu. Hmmm saya. Itu cari hmm itu". jawab Niken gugup.
"Kamu cari apa? kenapa telepon saya tidak di angkat? malah kamu sibuk sendiri di sini". ucapan agham membuat Niken diam.
Niken tak menyangka respon agham terhadap nya sedikit dingin dari sebelumnya.
"Maaf pak, saya tidak sengaja. Saya pikir ada cokelat lagi di depan sini. Mau saya makan kalo memang ada". Niken malah jawab ngawur pertanyaan agham.
"Cokelat dari siapa memang nya?" tanya agham
__ADS_1
"Yaa entah pak. Saya juga gak tau".
Setelah itu agham memberi nya banyak berkas yang harus di kerjakan.