Pernikahan 24 Jam

Pernikahan 24 Jam
Mantan Istri 24 Jam


__ADS_3

Niken sangat penasaran, apa hubungan bunga dengan agham.


Pasti ada hubungan khusus antara kedua nya, karena melihat Sheila sangat murka seperti itu.


Niken juga baru tau jika Sheila adalah istri kedua dari seorang agham.


Beni juga menyebutkan kalau Sheila seorang wanita perebut suami orang.


"Ben, lo tunggu dulu yaa jangan pulang dulu. Gue mau ngobrol sama bunga sebentar". ucap Niken


"Hah? jangan bilang lo pengen interogasi dia? buat apaan sih?". Beni agak keberatan jika Niken kepo begitu.


"Yaa namanya juga perempuan yaa gak? hehehehe, udah Lo tinggal tunggu aja di sini. Pesen lagi deh camilan nanti gampang lah itu". ucap Niken meninggalkan beni sendiri.


Niken ingin mencari bunga untuk bertanya beberapa hal.


"Mba, bunga nya kemana ya?". tanya Niken pada Riska.


"Ada perlu apa ya?" tanya Riska, karena bunga sedang kacau setelah kedatangan Sheila yang membuat gaduh.


"Ada perlu penting banget sama bunga. Dimana ya bunga nya?".


"Tapi saya mohon yaa jangan buat gaduh mba. Sebelah sini ikut saya". Riska pun menunjukkan ruangan bunga.


tok tok tok


"Mba, ini Riska mba". ucap Riska


"Iyaa ris, masuk aja". sahut bunga dari dalam ruangan


"Mba, maaf ganggu. Ini ada yang mau ketemu". ucap Riska


Bunga yang tadi nya menundukkan kepalanya di atas meja, lalu mengangkat kepalanya melihat siapa yang ingin bertemu.


"Oh, kakak nya. Ada apa kak? apa ada yang kurang?". tanya bunga mengira jika Niken akan komplain sesuatu.


"Oh aman kok mba. Saya cuma mau ngobrol berdua sebentar aja. Boleh kan?".

__ADS_1


"Yaudah ris, Gak apa apa. Kamu ke depan lagi aja". ucap bunga.


Riska pun meninggalkan Niken berdua bunga dan melanjutkan pekerjaan nya.


"Mau ngobrol apa kak, kayaknya penting banget? atau mengenai kegaduhan tadi? saya minta maaf yaa jika kakak dan pacarnya merasa terganggu dengan tadi". ucap bunga


"Nggak kok. Panggil aja aku Niken. Aku cuma mau tanya soal perempuan yang marah marah tadi. Kamu kenal sama dia bunga?". tanya Niken.


"Iya aku kenal. Memang nya ada apa Niken?".


"Maaf, bukanya aku kepo sama urusan orang. Tapi, masalah nya aku kenal sama wanita tadi. Itu Bu Sheila istri nya bos saya di perusahaan ". jelas Niken


"Tapi kalo kamu gak bisa cerita, aku gak maksa sih bunga. Aku ngerti ini privasi. Jangan di ceritain kalau nanti nya bikin kamu sedih ".


"Nggak Niken, untuk apa aku sembunyikan. Semua orang juga tahu kisah kelam percintaan ku". ucap bunga sambil mengawang jauh mengingat masa lalu yang menyakitkan untuk nya.


"Perempuan tadi yang sudah merebut suami ku Niken". ujar nya lagi


"Pak agham mantan suami kamu?". tanya Niken terkejut


Bagaimana mungkin agham mengkhianati bunga yang cantik, lemah lembut, dan pintar begini. Dia juga mandiri.


"Yaa, dia mantan suami ku. Tepat nya, suami sehari".


"Maksudnya ?" Niken bingung dengan ucapan bunga.


"Iyaa, dia menjadi suami ku hanya selama satu hari".


"Bunga, mana ada yang seperti itu? kamu jangan bercanda deh". Niken benar benar bingung dengan maksud ucapan bunga.


"Terserah sih, kamu mau percaya atau tidak. Tapi yang jelas, dia memang hanya menjadi suami ku selama 24 jam saja Niken. Lucu memang, seperti artis saja yang pernikahan nya tidak berlangsung lama". ujar bunga


"Tapi kenapa bisa?". tanya Niken


"Yaaa perempuan tadi lah jawabannya Niken. Kau tau kan dia yang sudah merebut suami ku. Dia datang malam hari setelah resepsi pernikahan selesai. Harus nya malam itu menjadi malam pertama bagi kami. Tapi dia membawa suami ku yang pagi hari nya baru saja mengikrarkan ijab qobul di depan penghulu dan orang tua ku". tes, satu buliran air mata menetes di pipi bunga karena sedih menceritakan masa lalu kelam nya dulu.


"Maaf, maaf membuat kamu sedih. ini". Niken memberikan tisu pada bunga.

__ADS_1


"Tidak apa apa Niken. Aku akan ceritakan semua nya pada kamu. Seperti nya aku merasa kamu orang baik".


"Terima kasih, jangan terlalu memuji ku bunga".


Biasa nya Niken berbicara "Lo gue" dengan teman temannya, tapi dengan bunga ia mengikuti bunga saja yang terbiasa bicara "Aku kamu" dan dengan nada yang lembut.


Bunga benar benar wanita yang lemah lembut dan ramah.


"Bukan maksud ku menjelekkan bos mu itu ya Niken. Aku hanya menceritakan pengalaman ku menjadi istri nya saja".


"Malam itu, malam yang seharusnya menjadi malam pertama bagi kami. Semua berantakan ketika Sheila datang dan bilang jika anak yang di kandung nya adalah anak agham. Aku seperti kaku, seperti membeku tidak sanggup untuk berbicara apa apa. Mama yang tau anak nya sedang tidak baik baik saja mengikuti ku tanpa ku tau. Setelah mama ku tau apa yang terjadi, dia terkena serangan jantung dan meninggalkan ku untuk selama nya. Aku sangat terpuruk saat itu Niken". blaasss, tumpah sudah air mata bunga menceritakan kisah sedih masa lalu nya.


"Sudah bunga jangan di teruskan. Lain kali kita bisa cerita lagi. Maaf membuat mu sedih". Niken meminta bunga berhenti cerita.


"Iyaa, aku seperti ini jika menceritakan itu. Maaf". ujar bunga


"Tapi kenapa kamu seperti kepingin tau sekali tentang Sheila?" tanya bunga


"Hhmmm gimana yaa".


"Ayo, gantian kamu yang cerita". desak bunga


"Hhuufhh, baiklah. Tapi sebelum nya boleh gak aku minta nomor ponsel mu? supaya kita bisa lebih dekat?". tanya Niken.


"Boleh, berikan ponsel mu Niken". Bunga mengetik nomor nya di ponsel Niken.


Sedangkan beni masih dengan camilan camilannya yang ia pesan, tapi Niken belum keluar juga.


"Yeehh lama banget si cantik kalo udah ngobrol". Beni memang tertarik pada Niken dari pertama melihat Niken masuk kerja di perusahaan. Namun karena posisi Niken lebih tinggi di perusahaan membuat beni malu untuk mendekati Niken.


Di dalam ruangan bunga ....


"Sebenarnya aku sedang merasa risih dengan pak agham bunga. Aku juga tidak enak dengan Bu Sheila sebagai istri nya pak agham". ujar Niken


"Kenapa?" tanya bunga


"Karena pak agham mulai bersikap tidak biasa dengan ku. Memberikan hadiah hadiah mahal yang ku takuti nanti bisa menjadi omongan yang tidak tidak tentang aku. Aku tidak mau di cap sama seperti istri nya bunga. Karena aku tau sakit nya seperti apa, pasti sangat menyakitkan".

__ADS_1


"Pria itu, tidak berubah juga. Astaghfirullah". ucap bunga yang heran dengan mantan suami nya itu tidak juga berubah. Padahal bunga tau, kalau Sheila juga sudah melahirkan. Harus nya hadir nya anak akan menambah keharmonisan pasangan suami istri.


Sebetulnya apa sih yang agham cari?


__ADS_2