Pernikahan 24 Jam

Pernikahan 24 Jam
Makanan untuk Ibu Beni


__ADS_3

"Udah cukup yuk olahraga nya Ken. Mau makan sesuatu gak?". tanya beni


"Boleh, habis olahraga kayaknya gue laper lagi deh Ben. Kesana yuk, rame banget. Lagi ada bazar kuliner tuh. Pasti banyak macam makanan". Niken pun menarik tangan beni agar bisa melihat lihat bazar makanan yang di adakan setiap hari Minggu ini.


Benar saja, di sana berjejer aneka makanan.


Saking banyak nya sampai bingung harus beli yang mana.


Dari makanan ringan, sampai makanan berat dan juga segala macam minuman pun ada.


"Ken, jangan lari. Nanti kesandung orang jatuh loh. Hati hati". ucap beni lembut, dan seketika Niken melambatkan jalan nya.


Karena setiap hari Minggu memang sangat ramai di sini.


Dari yang berolahraga dengan fokus, sampai yang cuma datang sekedar melihat lihat dan memburu makanan.


Ada yang datang sendiri, ada yang datang bersama teman, ada juga bersama pasangan serta anak istri nya.


Niken mencari makanan yang dia inginkan.


"Lo mau cari makanan apa Ken?". tanya beni


"Itu loh Ben, gue pengen jajanan kerak telor. Kayaknya enak deh". ucap Niken


"coba kita ke sana yuk kayaknya itu makanan tradisional deh". Tanpa sadar sedari tadi mereka saling menggenggam erat tangan. Itu membuat seseorang yang tadi menatap tajam ke arah mereka semakin tajam saja.


"Nah itu dia Ben kerak telor nya". Niken menarik beni ke salah satu stan makanan tradisional khas Jakarta dari suku Betawi yaitu kerak telor.


"Pak, masih ada kan kerak telor nya?" tanya Niken.


"Ada neng, mau berapa? pakai telur ayam biasa atau telur bebek?" tanya bapak penjual itu


"Telur bebek yaa pak. Saya mau lima porsi. Bisa kan?". tanya Niken


"Oh, bisa bisa. Tapi nunggu yaa neng. Antri lumayan banyak. Neng bisa tinggal jalan jalan aja dulu. Yang lain juga sambil nunggu ini jadi mereka pada keliling dulu". jelas pak penjual makanan itu.


"Oh boleh deh, saya titip yaa pak. Berapaan pak satu porsi nya?". tanya Beni


"Satu porsi nya dua puluh lima ribu per porsi nya mas. Lagi ngidam yaa banyak banget pesen nya nih, pengantin baru yaa? semoga langgeng pernikahan nya yaa bapak doain".


ucapan bapak penjual makanan itu membuat beni dan Niken senyum senyum sendiri.


Aneh nya lagi, Niken tidak menyanggah ucapan si bapak penjual makanan itu yang menyebut diri nya pasangan suami istri dengan beni.


"Ini uangnya pak. Saya keliling dulu yaa pak, nanti kita kesini lagi untuk ambil pesanan sekalian pulang". ucap beni


"Siaapp mas".


"Yuk Ken".

__ADS_1


Beni mengajak Niken kesana kesini melihat bazar yang ramai sekali.


Ternyata tidak hanya bazar makanan, melainkan ada juga bazar pakaian.


Niken memutuskan untuk kesana sebentar.


"Ben, kesana sebentar yuk ada yang mau di beli".


Niken menghampiri stan yang menjual pakaian muslimah.


Beni pikir Niken akan mengubah penampilan nya menjadi menutup aurat.


Beni sangat senang sekali.


"Silahkan kak, mau cari apa? lihat dulu boleh kakak". ucap penjual baju itu dengan ramah.


"Mba, mau lihat jilbab yang itu boleh?". tanya Niken yang menunjuk ke satu jilbab berwarna biru navy polos namun agak panjang.


"Ini yaaa. Oke". mba penjual pun menurunkan jilbab yang terpajang agak tinggi itu.


Niken segera mencoba nya.


"Massyaallah cantiknya bidadari surga ku". ucap beni reflek.


Niken langsung menoleh dan sangat tersipu malu.


Wajah nya se merah tomat matang.


"Ada nih kak, kebetulan ada dua yang sama tapi beda warna. Pas sama warna jilbab nya. Bisa kembaran sama mama nya kakak atau mama mertua nya. Pasti seneng. Untuk ukuran bisa di sesuaikan ada pilihan nya kak". jelas sang penjual pada Niken


Niken ingin menghadiahkan ini untuk mama nya beni dan mama nya sendiri.


"Ben, kira kira ini muat ibu gak?". tanya Niken pada beni


Beni terharu karena Niken kepikiran membelikan hadiah untuk ibu nya.


"Ini sih muat, ibu orang nya mungil kok". ucap beni


"Lo mau beliin untuk ibu gue?". tanya nya lagi


"Iyaa, ini satu untuk ibu. Satu lagi untuk mama". ucap Niken


'Hhmmm Niken gak beli untuk dia. Biar gue pilihin aja deh' batin beni


"Berapa semua mba?"


"Tiga ratus tujuh puluh lima ribu kak untuk dua pasang sekalian jilbab nya".


"Ini yaa mba, makasih". Niken pun mengajak keliling lagi, tapi beni menyuruh untuk Niken kembali ke stan makanan kerak telor tadi saja. Karena beni ada yang mau di beli sebentar.

__ADS_1


"Mba, gamis yang cocok untuk pacar saya tadi yang mana yaa? coba pilihkan cepat yaa mba". ucap beni pada mba penjualnya


"Iyaa mas sebentar yaa. Ada ini cocok deh untuk kakak yang tadi itu".


Beni melihat lihat seperti nya cantik juga jika Niken pakai baju muslimah ini.


Gamis polos dengan warna kuning kunyit di padukan dengan pashmina yang senada.


"Ya sudah mba bungkus, berapa mba?".


"Ini seratus delapan puluh ribu saja mas".


"Oh yaa, nih mba. Ambil aja kembalian nya. Makasih saya permisi".


Beni memberikan dua lembar uang pecahan seratus pada penjual tadi.


"Makasih yaa mas, sehat terus dan tambah banyak rejeki nya yaa".


Penjual itu pun senang sekali mendapatkan kelebihan kembalian.


Bagi orang kaya memang tidak ada apa apa nya, namun bagi mereka yang sulit mencari uang sangat berharga sekali dan bersyukur atas apa yang di berikan tuhan.


"Lo beli apaan si Ben?". tanya Niken ketika beni sudah di stan makanan.


"Beli daleman gue Ken. hahahaha".


"iisshh, beli segitiga bermuda yaa". ucap Niken.


Pesanan sudah siap, mereka pun menuju ke parkiran dimana mobil nya di parkirkan.


"Eh tunggu, itu ada yang jual brownies pandan". Niken berlari menuju kesana lalu membeli tiga kotak.


"Lo katanya diet, beli makanan banyak banget ini".


"Buat ibu, bukan buat gue. Ayo ke rumah Lo".


"Serius?". tanya beni kaget


"Iyaa, ayo cepetan keburu dingin ini kerak telor nya".


Beni pun membawa Niken ke rumah ibu nya.


Beni senang sekali Niken mau bertemu ibu nya. Yaa meskipun masih belum ada status apa pun.


Beni jadi melupakan pria yang sedari tadi memperhatikan mereka dengan tatapan tajam nya.


Seperti orang yang sedang cemburu saja tatapan itu.


Karena terlalu asik berbincang dan berkeliling kesana kemari dengan Niken yang juga tampak bahagia, membuat beni tidak memperhatikan lagi pria tadi yang padahal seperti sengaja mengikuti mereka berdua.

__ADS_1


Entah apa tujuan pria itu...


__ADS_2