Pernikahan 24 Jam

Pernikahan 24 Jam
Tidak Sudi


__ADS_3

Sementara di kediaman orang tua agham, disana sedang bersih tegang karena agham dengan wajah yang tidak sama sekali menyesal mengajak sheila yang tengah berbadan dua itu kerumah orang tua nya.


Kenapa agham gak bawa ke rumah baru nya, karena di sana tidak ada orang jika agham bekerja. Dan lagi karena rumah itu memang dia buat untuk bunga, jadi enggan rasanya membawa sheila tinggal di rumah yang di persembahkan untuk bunga.


Tentu orang tua agham sangat meradang. Mengapa putra nya tumbuh menjadi pecundang dan penjahat seperti ini?


Apalagi mama mirza, dia sangat murka terhadap anak nya. Namun tidak benci karena bagaimanapun agham adalah anak nya.


Sedangkan papa soni, jangan ditanya lagi bagaimana ekspresi wajah nya melihat putra nya itu berani membawa perempuan yang sudah menghancurkan momen indah menjadi hanya indah sesaat saja itu.


"Mah, pah" ucap agham


"Berani juga kau bawa wanita ular itu kesini agham. Kau kira mama terima?" Bentak mama mirza dengan nada tinggi.

__ADS_1


Melihat mama nya begitu murka agham sampai kaget, karena mama nya tidak pernah semarah ini pada agham walaupun agham nakal dan sulit di atur waktu sekolah dulu.


"Kasihan sheila kalau harus tinggal di apartemen sendirian. Dia sedang hamil mah. Cucu mama dan papah" ucap agham meyakinkan orang tua nya agar mengizinkan sheila tinggal dirumah orang tua nya itu.


Awalnya sheila menolak keras untuk seatap dengan calon mertua nya itu. Tapi agham terus membujuk Sheila agar dia bisa mengambil hati dan memahami orang tua nya agar merestui mereka....


"Kamu yakin itu anak kamu agham?" Tanya mama nya sinis


"Mah jangan ngomong begitu dong mah, ini beneran anak aku. Cucu nya mamah" ucap agham


"Mah, pah, agham mohon terima sheila yaa mah pah. Sheila akan jadi menantu yang baik buat mama papa". Ucap agham memohon


"Sekali lagi mama tegaskan tidak yaa agham, mama gak sudi satu atap dengan perempuan ular itu".

__ADS_1


'Lo pikir gue juga sudi punya mertua berisik kaya lo, iihh gak banget sih!'. Ucap sheila di dalam hati, mana berani dia benar benar mengucapkan itu.


Kriingg kriiinng....


Suara telepon rumah memecahkan keheningan sesaat itu.


Begitu mama angkat telepon, wajah nya menjadi panik dan sedih. Lalu mama mirza meminta suami nya soni untuk mengantarnya ke suatu tempat....


"Mah, mau kemana? Boleh kan sheila disini?"


"Gak ada yaa agham, kalian belum menikah. Jadi wanita itu tetap tinggal di apartemen saja. Kamu itu harus nya mikir pake otak agham. Dimana hati nurani kamu? mama papa gak pernah mengajarkan kamu jahat seperti ini. Kalau memang gak suka sama bunga, kamu jangan malah menikahi dia. Udah hamilin anak orang, nikahin anak orang lain juga. Mau kamu apa sih gham? Mama gak habis pikir sama kelakuan kamu. Dengan kamu menyakiti bunga, sama saja kamu menyakiti mama. Oh iya, kamu harus ingat satu hal. Sampai kapan pun mama gak akan pernah bisa menerima perempuan yang gak punya harga diri dan suka menghancurkan rumah tangga perempuan lain. Ingat itu agham!!".


Setelah mama mirza mengeluarkan semua uneg uneg nya lalu dia pergi meninggalkan kedua pasangan pengkhianat itu ....

__ADS_1


'Belum pernah aku lihat mama se marah itu dan se benci itu sama aku. Maafin aku mah, pah. Tapi aku juga harus bertanggung jawab sama sheila dan anak kami'. batin agham....


__ADS_2