Pernikahan 24 Jam

Pernikahan 24 Jam
Terlena


__ADS_3

Di sela kesibukan nya, Niken menikmati cokelat pemberian suami orang alias agham.


Niken seolah tak peduli dengan sakit nya masa lalu karena kehadiran orang ketiga.


Dengan beni pun saat ini semakin menjauh.


Beni yang memang belum ada ikatan apapun menjadi enggan bertanya pada Niken mengapa kini menjaga jarak dan cenderung menjauhi nya.


Beni hanya menyimpan tanya itu sendiri.


Ibu nya sering menanyakan Niken, beni pun bingung menjawabnya bagaimana.


Karena memang belum ada hubungan apa apa.


Beni dan ibu nya sudah kadung menyukai Niken.


Akan tetapi, beni masih bingung menjawab pertanyaan ibu nya tentang bagaimana kelanjutan hubungan nya dengan Niken.


Beni hanya bisa menjawab bahwa Niken sedang sangat sibuk mengurus proyek perusahaan mereka dan sering keluar kota karena Niken seorang sekertaris dan beni hanya staf biasa yang selalu stay di dalam kantor.


Beni pun jadi merasa minder karena jabatan mereka di kantor sangat timpang.


Beni mengalihkan pikiran nya dengan fokus bekerja dan nongkrong dengan teman teman nya seperti biasa.


Seperti saat ini, sepulang dari kantor ia di ajak teman teman nya untuk nongkrong dulu di cafe flowers yang mana cafe itu milik bunga teman baru nya Niken.


"Wiihh adem banget cafe begini yaa. Bikin betah sih ini mah iya gak gaiss?". ucap Jef teman kantor nya beni sesama staf di perusahaan milik agham.


"Iyaa dong. Pilihan gue emang selalu bagus kan?" ujar beni sombong. hihihi


"Duduk sana aja yuk". ucap Miko.


Mereka bertiga pun menduduki kursi dekat jendela yang waktu itu di pakai beni dan Niken.

__ADS_1


Kebetulan di kasir sedang ada bunga.


Bunga membawakan menu ke meja beni dan teman temannya.


"Silahkan mas beni, mau langsung pesan atau pilih pilih dulu?". tanya bunga dan menyodorkan kertas menu di cafe nya.


"Wiiihhh beni, dapet aja nih yang bening bening. Mantap. Niken mau di kemanain Ben?" ucap Jef.


"Jangan gitu Lo jef. Niken kan udah mundur teratur dari beni, hahahaha sabar yaa Ben". sahut Miko


"Heh, mulut kalian itu kayak got tau gak bau. Diem diem, berisik". beni memukul pelan lengan teman temannya.


Mendengar penuturan teman teman nya beni, bunga menjadi khawatir jika apa yang menjadi dugaan Romi kekasih nya itu benar.


"Mas beni, bunga mau tanya sebentar deh. Ikut ke kasir dulu ya. Nanti teman teman nya mau pesan saya panggilkan Riska karyawan saya ya".


Beni pun bangkit dari kursi nya.


"Waahh gawat si beni emang". ujar Miko


"Waduuuhhh, gawat dong dari tadi kita bercandain dia". ujar Jef memucat wajah nya.


"Yaudah Jef, pesen aja dulu".


Riska pun datang dan mencatat pesanan dua pria tampan itu. sambil sesekali di goda dua pria genit itu. Namun, Riska menanggapi nya dengan senyum saja.


Sementara di meja kasir, bunga dan beni duduk dan ingin membicarakan hal yang serius.


"Ada apa bunga?".


"Hhmmm, aku mau tanya yang tadi teman teman kamu bilang. Apa benar?" tanya bunga hati hati.


"Hhmmm, yaa sebenarnya kan emang kita belum ada hubungan apa apa sama dia". lirih beni.

__ADS_1


"Emang nya kenapa tanya gitu?". tanya beni lagi.


"hhmmm,, itu. gimana yaa aku bilang nya". bunga ragu untuk mengatakan dugaan Romi kekasih nya tentang Niken. Takut beni merasa kecewa.


"Ngomong aja gak apa apa kok". ucap beni lagi


"Jadi gini. Waktu Romi dan lainnya keluar kota begitu juga dengan Niken ada insiden sedikit. Istri nya agham datang ke lokasi menyusul suaminya, lalu dia mengalami kecelakaan dan pingsan. Begitu melihat istri nya pingsan, agham panik bukan main. Agham akhirnya pulang lebih dulu, dia menggendong istri nya dan membawanya ke rumah sakit. Melihat itu, menurut Romi Niken nampak kusut sekali setelah melihat kekhawatiran agham ke istri nya. Tapi itu menurut Romi aja sih Ben. Makanya aku tanya hubungan kamu sama Niken bagaimana sekarang?". ujar bunga.


"Hhmmm, yaa bisa di bilang mungkin dugaan Romi pacarmu itu memang benar bunga. Sudah lah jangan di bahas lagi bunga, lebih baik saat ini gue fokus karir saja sama bahagiakan ibu di rumah. Nongkrong sama temen temen kayak sekarang lebih menyenangkan 'kan?".


"Iyaa sih. Ya sudah, maaf yaa aku bikin sedih. Kamu mau pesan apa? kamu kan belum pesan".


"Hhmm aku pesan ini saja, sama minum nya yang ini. Es nya yang buanyaakk yaa supaya hati adem nyeessss. hehehe".


"Hahaha kamu ada ada saja. Baiklah tunggu saja yaaa, pesanan segera tiba".


Beni pun kembali ke meja tadi. Terlihat teman teman nya mulai mencicipi pesanan mereka yang baru saja tiba.


Bunga juga ke dapur untuk membuat pesanan beni.


Beni mulai kepikiran alasan Niken menghindari dirinya.


Mungkin apa yang di sampaikan bunga tentang pendapat Romi mengenai Niken yang mulai membalas perhatian agham, beni membenarkan pendapat Romi.


Niken menghindari diri nya karena mulai memiliki perasaan pada agham.


Bagaimana tidak? setiap hari Niken di suguhi keromantisan dan kemewahan.


Wanita manapun seperti nya pasti luluh juga dari benteng pertahanan nya.


Beni hanya menghela nafas berat nya.


Sekarang ia ingin menikmati kebersamaan dengan teman teman nya yang kocak dan menghibur diri nya.

__ADS_1


Tanpa di beritahu pun, Miko dan Jef seperti mengerti perasaan gundah gulana kawan nya beni itu.


__ADS_2