
Niken yang memang biasa dengan tatapan memuja dari laki laki tak begitu menghiraukan nya.
"Pak, apa yang mesti saya kerjakan? Karena menurut informasi dari Mila bapak butuh bantuan secepatnya karena ada meeting penting? Jadi mari kita kerjakan agar cepat selesai". ucap Niken.
Niken memang wanita yang tidak ingin membuang-buang waktu nya untuk hal yang tidak bermanfaat.
Selama ini Niken tak terlalu sering dekat dengan laki-laki. Kalau pun dekat, paling sebatas rekan kerja saja.
Agham langsung mempersilahkan Niken duduk dan menjelaskan tentang pekerjaan nya.
Niken yang memang sudah terbiasa dengan pekerjaan ini pun langsung mengerti.
Niken dengan cekatan mengerjakan berkas yang memang masih berada di meja kerja nya agham.
Niken sedang serius mengerjakan pekerjaan nya. Agham malah bengong memperhatikan Niken.
Awalnya Niken tidak engeh jika sedang di perhatikan agham.
Lama kelamaan berasa juga.
Niken menoleh ke arah agham, namun agham buru buru menunduk lagi ke arah pekerjaan nya.
'Sumpah, Mila bos nya kok aneh gini sih. Ganteng sih, tapi kok aneh'. batin Niken.
__ADS_1
Tak terasa hari semakin malam.
Masih ada beberapa berkas lagi yang belum di kerjakan. Namun, hari sudah sangat malam, sehingga agham dan Niken memutuskan untuk melanjutkan nya besok.
"Saya senang sekali dengan cara kerja kamu. Semua berkas yang menumpuk sekarang tinggal beberapa saja. Terima kasih Niken". ucap agham.
"Jangan berterima kasih pak agham, saya hanya mengerjakan tugas saya saja. Sebaiknya kita pulang dan beristirahat. Karena besok kita pasti akan lembur lagi. Saya juga di beri note oleh Mila, besok ada pertemuan penting pak". Niken menjelaskan dengan lugas dan tenang, meskipun dirinya juga sudah lelah.
Saat ini sudah pukul 23.35. Sudah hampir tengah malam.
Mereka merapihkan berkas yang sudah di kerjakan dan yang belum di kerjakan.
Setelah beres, agham dan Niken keluar dari ruangan menuju parkiran depan.
Karyawan yang lain sudah pulang semua. Sehingga cukup hening dan seram juga ternyata.
Prraaaannnng...
Terdengar seperti suara piring pecah.
Niken yang masih berada di lobi kantor terkejut, bahkan hampir berjingkat dan menubruk punggung agham yang berjalan di depan dia.
"Eh,, mm. Maaf pak. Saya kaget". ucap Niken terbata bata.
__ADS_1
"Iyaa tidak apa apa. Suara apa itu tadi yaa?". ucap agham.
"entah pak kayaknya piring pecah. Mungkin dari pantry. Atau OB yang tidak sengaja menjatuhkan piring". ujar Niken.
"Malam hari seperti ini sih harus nya OB sudah pulang ya".
Seketika Niken merinding.
"Pak sebaiknya kita pulang saja, sudah malam".
"Iyaa, nanti biar security yang memeriksa".
Sesampainya di parkiran, Niken terlihat ragu masuk ke dalam mobil.
Agham melihat itu pun menghampiri nya.
"Ayo saya antar. Ini sudah malam, tidak baik perempuan menyetir sendiri". ucap agham.
"Sebenarnya Niken enggan merepotkan bos nya. Ia takut seperti kejadian dulu. Ternyata bos nya sangat agresif. Itulah alasan mengapa Niken keluar dari perusahaan lama nya".
Tapi mengingat hari sudah sangat malam, dan juga kejadian piring pecah tadi membuat Niken ngeri juga.
"Kok melamun Niken? bagaimana? ayo saya antar".
__ADS_1
"B.. baik pah. Maaf merepotkan bapak". Niken pun masuk ke dalam mobil agham.
Agham pun masuk juga, lalu mereka berdua pulang dengan keadaan kikuk di dalam mobil.