Pernikahan 24 Jam

Pernikahan 24 Jam
Mulai Bekerja


__ADS_3

Semakin hari, sikap Sheila mulai berubah.


Mama Mirza melihat nya pun senang, karena cucu nya di urus dengan baik.


Delisa semakin hari tumbuh menjadi bayi yang menggemaskan.


Sheila sudah tak memikirkan keinginannya untuk bekerja kembali.


Setelah kejadian lalu, dia sangat menyesal meninggalkan bayi nya sampai kelelahan menangis.


Dia ingin mengurus sendiri anaknya sekarang.


Mama Mirza pun sering membantu Sheila mengurus Delisa. Begitupun sebaliknya, Sheila sering juga membantu pekerjaan mama Mirza seperti memasak.


"Sheil, mama akan urus pernikahan kamu dengan agham. Mama gak mau jadi bahan omongan orang". ucap mama Mirza.


"Iyaa ma, segera saja. Aku minta maaf sama mama karena merusak semuanya. Aku ingin nikah sederhana saja mah. Dirumah sini saja, jangan terlalu banyak undangan ". ujar Sheila.


"Iyaa mama sudah memaafkan kamu. Mama juga minta maaf sempat bersikap tidak baik sama kamu".


"Ngga mah, itu juga karena ulah aku mama begitu".


"Nanti mama bicarakan dengan agham tentang ini. Mama juga setuju dengan usulan kamu sheil. Tidak perlu banyak undangan. Karena kasihan kalau terlalu lama Delisa pasti tidak nyaman dan kelelahan ".


Sheila sangat senang sebentar lagi ia akan menikah dengan agham. Secara sah hukum agama dan negara mereka akan menjadi pasangan suami istri.

__ADS_1


🦋🦋🦋🦋


Di kantor agham sedang di sibukkan dengan setumpuk pekerjaan nya yang beberapa waktu lalu terbengkalai.


Sedang sibuk-sibuknya, agham di kagetkan suara gaduh di depan pintu ruangan kerjanya.


"Paakk ,,, paakk. Tolong".


"angkat angkat yooo,, itu itu tas nya".


suara berisik di luar membuat agham penasaran ada apa di depan ruangan nya.


Cekleekk ..


Begitu pintu di buka, dia terkejut melihat sekertaris nya yang sedang hamil besar itu mengeluarkan cairan dengan sedikit darah.


Pekerjaan belum selesai, ada lagi masalah yang membuat kepala agham berdenyut nyeri.


Segera ia ambil jas, dan kunci mobil. Berangkatlah dia menuju rumah sakit.


Sewaktu agham sampai di sana sudah ada suami nya Mila.


"Selamat siang pak agham". suaminya Mila yang merupakan rekan bisnis agham menyalami agham ketika melihat agham tiba.


"Siang pak Adi. Bagaimana Mila?".

__ADS_1


"Alhamdulillah sudah lahir begitu baru sampai, bayi nya langsung keluar. Itu juga lahiran di mobil. Baru sampai parkiran, jadi dokter nya yang ke mobil".


"Mila melahirkan di mobil? astaga. Mila ... Mila.... Saya sudah memperingatkan dia supaya ambil cuti, tapi ngeyel istrimu itu".


"Mila tidak ingin ambil cuti pak. Rencananya dia akan mengundurkan diri dari perusahaan pak agham. Begitu pak".


"Waduuhh Mila gak ada cerita apa apa sama saya yaa. Repot nih kalau harus cari pengganti nya. Boleh saya lihat Mila?". tanya agham.


"Oh iya pak, sampai lupa saya mempersilahkan masuk. Mari mari".


"Eh ,, pak agham,, hehehe".


"Kamu masih bisa nyengir cengengesan begitu mil? astaga Mila Mila bikin sekantor panik kamu itu. Saya bilang apa, cuti mil perut sudah besar gitu. Tapi bagaimanapun selamat yaa atas kelahiran anak kalian. Semoga jadi kebanggaan orang tua ". ucap agham.


".....".


"Oh iya kenapa kamu punya rencana resign tapi tidak beritahu saya dulu?". Baru Mila ingin membuka mulutnya, agham langsung menyela nya.


"Kamu kan tau mil saya lagi repot-repot nya ini". ucap agham.


"Ia pak saya tau, saya minta maaf sama bapak. Tapi saya memang ingin mengurus sendiri anak saya pak. Jadi saya memutuskan untuk bekerja di rumah saja. Saya ingin seperti Bu Sheila yang bisa seharian main dengan Dede Delisa". Yaa memang Mila ini mengetahui perihal hubungan Sheila dengan bos nya. Tapi tentu tidak berkomentar apa-apa. Yang ia lihat Sheila sudah mulai menjaga sikapnya tidak seperti sebelumnya.


"Saya sedang repot repot nya, malah di tinggalin Mil... mil... Kamu gak kasihan sama saya yaa".


"Tenang aja pak, saya gak keluar gitu aja".

__ADS_1


"Lalu gimana caranya mil?".


__ADS_2