
Romi mengantar bunga sampai cafe. Dia juga membawakan belanjaan bunga yang begitu banyak karena untuk keperluan cafe.
Bunga merasa tersentuh dengan kebaikan romi padanya. Tetapi dia masih trauma dengan hubungan cinta. Masih teringat jelas bagaimana agham begitu tega mengkhianati nya padahal mereka baru saja menikah. Karena kejadian itu, sang mama sakit dan pergi untuk selamanya.
Melihat kedekatan romi dan bunga, riska ikut senang karena bunga sudah lebih ceria lagi dari sebelumnya.
Mendengar kisah bos nya itu, riska benar benar ikut merasakan sakitnya hati bunga.
Bagaimana bisa dia terlihat begitu tegar di depan orang padahal hati nya luka sangat dalam? Itu membuat riska semakin kagum pada bunga.
"Sudah kak, biar bunga aja. Gak enak loh aku ngerepotin kak romi terus".
"aku seneng kok kamu repotin. Tiap hari juga boleh, haha". romi malah terkekeh.
Dengan bantuan romi, seketika pekerjaan menjadi lebih ringan. Dalam beberapa menit saja semua sudah rapih dan beres.
Cafe siap untuk di buka kembali....
Bunga memutar bacaan close menjadi open pada pintu nya.
Pada saat jam makan siang tiba, ramai pelanggan setia nya untuk melepas rindu makan di cafe bunga.
"Kak kenapa tutup lama? aku sampe bingung loh mau makan apa karena cafe ini tutup. Gak selera cari yang lain". ucap mahasiswa pelanggan setia di Flo Cafe.
"Bisa aja kamu yaa rin, iyaa kakak kemarin tutup karena mama ku meninggal rin. Makanya aku tutup dulu deh". ucap bunga sendu.
"Innalilahi wainnailaihi rojiun, turut berdukacita yaa kak bunga. Aku gak tau loh kak. Maaf yaa gak bermaksud kak". ucap ririn pada bunga.
Karena sifat bunga yang mudah bergaul dan supel sama semua orang membuat pelanggan nyaman berlama lama jajan disana.
__ADS_1
Bunga yang ramah, sabar dan ceria....
"Iyaah gak apa apa kok rin. Gak usah panik gitu kali. hihihi". bunga terkekeh melihat tingkah mahasiswa itu.
"iihh kamu ada ada aja deh kak ...
Romi duduk di kursi pelanggan dekat jendela kaca besar dan transparan. Sehingga bisa terlihat ke depan.
"mau pesan apa kak romi?". tanya bunga yang sudah membawa nota dan pulpen.
"Yang tadi aku bilang, roti bakar kornet sama mie goreng kornet. Hehehe enak banget itu. Minumnya jeruk panas aja".
"Siap tuan, pesanan anda akan segera saya buatkan". bunga sambil menunduk ala ala pelayan istana.
Romi terkekeh melihat nya....
Di luar cafe ada sheila yang memegang perut besar nya di dampingi agham.
Sheila mengajak agham makan di sana. Karena ramai, pasti makanannya enak. Begitu menurut nya.
Tapi sheila tidak tau kalau cafe itu milik bunga. Wanita yang sudah ia sakiti sedemikian rupa.
"sayang, ayo makan di sana?"
"Tempat lain aja yaa, jangan disitu. Kamu gak liat disana rame?"
"Aku mau nya disana. Kata orang roti kornet nya enak. Aku mau cobain". sheila langsung menarik tangan agham masuk ke cafe itu.
Sheila dan agham duduk di sudut berseberangan dengan romi. Cukup jauh jaraknya sehingga tidak terlihat langsung.
__ADS_1
Riska menghampiri agham dan sheila untuk mencatat pesanan.
"eh, loh.. mas agham, mau makan disini? mau pesan apa mas?" ucap riska berusaha menahan emosi nya. Karena dia sudah tau kelakuan dua manusia di depannya terhadap bunga atasannya. Sungguh kejam !!
"Saya mau pesan roti kornet nya, minum nya es jeruk saja. Sayang mau makan apa?". ucap sheila tak tau malu.
Sungguh riska ingin mencekik wanita ular itu. Rasanya muak sekali lihat tingkahnya yang sok manja dengan suami orang itu.
"Saya samain aja kaya dia yaa riska". agham malah menyebut dia bukan sayang membuat sheila cemberut.
"Baik mas, sebentar yaa karena sedang ramai jadi harap sabar menunggu". waktu Riska ingin kembali, agham menahannya dengan pertanyaan.
"Eh riska tunggu, bunga ada di sini?". pertanyaan agham membuat sheila menengok seketika dengan mata melotot.
"Ada mas, tuh sedang antar pesanan bersama teman baru nya". Riska menunjuk ke arah bunga yang sedang membawa pesanan di bantu sama romi. Sesekali mereka sambil bercanda tawa. Hal itu membuat agham mendidih melihat nya.
Riska kembali ke dapur untuk menyiapkan pesanan pelanggannya.
Sedangkan agham raut wajahnya berubah menjadi mendung seperti awan yang akan turun hujan.
Sheila makin benci saja dengan bunga. Karena walaupun sudah pergi dari sisi agham, tetapi agham belum meresmikan hubungan nya juga. Apalagi mertua nya belum juga merestui mereka..
"Ngapain kamu liat mereka? serasi yaa? cepat juga dia dapet ganti nya kamu gham". Ucap sheila menanas manasi agham karena sedari tadi agham hanya melihat bunga saja.
"Kamu lihat? dia malah mendekati romi teman mu gham. Kayak gak ada pria lain aja kan". ucapnya lagi.
"Diam kamu sheila!!" bentak agham membuat sheila tersenyum licik karena berhasil memanas manasi agham.
'Kenapa kamu cepat banget lupain aku bunga. Bahkan kamu dekat dengan temanku sendiri. Kamu gak boleh dekat dengan siapapun'. batin agham sambil mengepalkan tangannya kesal.
__ADS_1