Pernikahan 24 Jam

Pernikahan 24 Jam
Maaf


__ADS_3

Karena sudah tidak tahan lagi, akhirnya Sheila pergi dari sana. Dia sama sekali tak menyentuh makanan nya sama sekali.


Ia taruh uangnya di bawah piring, lalu segera pergi.


Sempat ia menabrak bahu orang lain yang baru masuk.


Seketika semua orang langsung menoleh, termasuk agham dan Niken.


"Hei, kalau jalan hati hati mbak. Perhatikan langkah mu". ucap wanita yang di tabrak oleh Sheila.


"Maaf, aku terburu-buru. Aku minta maaf". ucap Sheila


"Iya lain kali hati hati".


Sheila tersenyum walau tak terlihat karena menggunakan masker.


Segera Sheila berlari ke dalam mobil.


Agham tak terlalu memperhatikan wanita yang ternyata Sheila.


Di dalam mobil, Sheila menangis sejadi-jadinya.


Air mata dan perasaan yang sesak memenuhi hati nya.


Sheila langsung teringat kesalahan nya pada bunga. Wanita yang ia renggut kebahagiaan nya dengan sadis.


Karena di malam yang seharusnya menjadi malam pertama dan malam terindah bagi bunga, malah menjadi malam terburuk bagi bunga.


Malam yang sangat kelam sampai harus kehilangan mama tercinta akibat syok dan berakhir dengan serangan jantung.

__ADS_1


Bunga sangat terpukul, kehilangan suami yang sama sekali belum menjadi suami seutuhnya dan kehilangan mama tercinta.


Sheila berpikir bagaimana jika ia di posisi bunga saat itu.


Ia sangat menyesal sudah berbuat jahat pada wanita lain.


Kini ia mendapatkan karma atas perbuatan nya di masa lalu.


Sheila keluar dari restoran itu secepat mungkin.


Sheila tentu harus pulang, karena Delisa sudah terlalu lama di tinggal.


Sedangkan ia izin hanya sebentar pada masa mertua nya.


Sheila bingung bagaimana menjelaskan pada mama mertua nya tentang mata nya yang sembab ini.


Ia takut justru akan mendapat cibiran karena sudah sedih melihat suami nya berselingkuh, sama persis seperti dulu.


Beda nya dulu Sheila yang menjadi selingkuhan nya.


"Bagaimana ini? apa yang harus aku katakan pada mama? aku sangat malu. Benar benar bodoh kamu Sheila".


Sheila menepi kan mobil nya sebentar untuk menghapus air mata nya.


Lalu ia poles sedikit wajah nya dengan makeup guna menyamar kan mata sembab nya.


Ia tak tau harus menjawab apa jika mama mertua nya bertanya kenapa mata nya sembab.


Sheila belum siap untuk menceritakan apa yang suami nya lakukan di luar sana.

__ADS_1


Tapi ia juga beruntung jika target suami nya itu tidak terlalu menanggapi agham.


Kelegaan itu segera berakhir dengan pemikiran Sheila yang lainnya.


"Bagaimana kalau akhirnya Niken luluh? agham bukan tipikal orang yang mudah menyerah sebelum yang ia dapatkan berhasil. Bagaimana ini". ucap Sheila sendiri.


Sesampainya di depan rumah, Sheila langsung berhenti di depan rumah dan meminta tolong penjaga rumah untuk memarkirkan mobilnya ke dalam garasi dengan alasan kepala nya sedikit pusing dan ingin segera istirahat.


"Makasih yaa pak, saya agak pusing ini".


"Iya non. Sama sama, cepat istirahat aja non. Biar saya yang masukin mobilnya ". mobil pun di masukkan ke garasi oleh penjaga.


Sheila buru buru masuk ke dalam rumah. Tak lupa ia mencuci tangan dan kaki nya, serta wajah nya sebelum masuk ke kamar nya.


Di dalam kamar, ternyata masih ada mama mertua nya sedang menidurkan Delisa.


Namun Delisa seperti nya enggan menutup mata sebelum mami nya pulang.


"Mah". panggil Sheila


"Eh, sheil. Sudah pulang. Kenapa lama?".


"Oh, itu. hmmm tadi aku berhenti sebentar mah. Karena tiba-tiba kepalaku pusing banget. Maaf yaa merepotkan mama".


"Kamu pusing? sudah makan? sudah minum obat? agham memang nya kemana sheil? kok jam segini belum pulang?". mama mertua nya terlihat panik mendengar Sheila pusing.


Sheila bisa bernafas lega, karena sang mama mertua nya sudah mulai sayang pada nya.


Bukti nya mendengar Sheila pusing kepala, ia langsung panik.

__ADS_1


__ADS_2