Pernikahan 24 Jam

Pernikahan 24 Jam
Sheila Pergi


__ADS_3

Setelah sibuk di luar, alias nongkrong bareng teman teman nya. Agham yang merasa sudah lelah, segera pulang ke rumah.


Saat mobil nya terparkir, ia bingung.


Karena hari masih sore namun toko mereka tutup.


Tidak biasanya Sheila menutup toko se sore itu.


Segera ia membuka pintu yang ada di sebelah toko mereka dengan kunci cadangan yang agham pegang.


Kalau kunci rolling door toko Sheila yang pegang, karena agham enggan mengurusi sumber mata pencaharian mereka.


Iya mendapati rumah dalam keadaan kosong.


"Sheil. Kamu dimana? aku pulang awal nih. Sheila". agham terus memanggil nama istri nya itu.


Segera ia mengambil ponsel di saku nya lalu mendial nomor sang istri.


Berdering namun tak kunjung di angkat.


Di rumah sakit, Sheila sudah berhasil melahirkan putra nya.


Ya, anak nya berjenis kelamin laki-laki.

__ADS_1


Tampan seperti ayah nya sewaktu kecil.


"Syukurlah Sheila, kamu berjuang untuk melahirkan putra mu. Mama minta maaf karena agham menjadi suami yang sangat tidak bertanggung jawab". ucap mama Mirza.


"Iyaa mah, tidak apa. Tapi aku minta maaf mah seperti nya Sheila tidak bisa melanjutkan pernikahan ini dengan agham. Sheila benar benar merasa ini adalah karma untuk Sheila karena dulu melukai hati bunga. Sekarang Sheila menerima apa yang Sheila perbuat dulu. Sheila akan membawa Delisa mah. Sheila akan merawat mereka sendiri. Sheila harap mama mengerti Sheila yaa ma". Sheila menatap putri nya Delisa yang sedang mengamati box bayi adiknya.


Delisa sudah cukup mandiri dan sudah pandai berbicara dengan jelas.


Usia nya memasuki empat tahun.


Dia begitu gemas melihat adik nya tertidur di dalam box. Sesekali dia menggeliat kecil karena seperti nya haus ingin minum susu.


"Mami, adik kecil seperti nya ingin susu". ucap Delisa dengan suara yang agak nyaring.


"Kayak kakak dulu yaa mi, minum susu dari mami. Supaya pintar kayak kakak". ucapnya lagi.


"Iyaa cucu Oma, Delisa kan anak yang pintar dan baik. Nanti adiknya juga pasti seperti kakak nya yaa, pintar dan baik juga". ucap mama Mirza.


Dimas hanya duduk sambil mendengarkan mereka berbincang.


"Dimas, saya sangat berterima kasih sama kamu yaa. Kamu sudah sangat membantu saya. Kalau kamu gak cekatan, pasti saya melahirkan di jalan tadi". ujar Sheila.


"Iyaa mbak Sheila, sama sama. Saya terbiasa bantu ibu dulu. Kan bapak meninggal waktu saya dan adik adik saya masih kecil. Jadi saya sedikit banyak nya ngerti". ujar Dimas.

__ADS_1


"Nak Dimas ini yang bantu kamu di toko sheil?" tanya mama Mirza.


"Iyaa mah, Dimas lah yang bantu aku menjalankan toko. Agham gengsi untuk bekerja begitu. Makanya Sheila cari orang untuk bantu Sheila. Karena kan anak Sheila sudah dua. Gak mungkin Sheila diam aja sementara suami tidak bisa di andalkan". ujar Sheila.


Hening....


"Eh.. hmmm maaf mah bukan maksud Sheila menjelekkan agham anak mama. Tapi maksudnya Sheila itu...".


"Iyaa Sheila. Mama ngerti kok. Agham memang sangat keterlaluan. Entah menurun dari mana sifatnya itu. Selama mama hidup dengan papa, Alhamdulilah papa gak pernah macam macam. Mama juga heran kenapa agham begitu. Kalau keputusan kamu sudah bulat ingin pergi, mama hanya bisa mendoakan kamu dan cucu cucu mama. Tapi, izinkan mama dan papa mengunjungi kalian yaa. Tolong jangan batasi kami". ujar mama lagi sambil berkaca-kaca matanya.


"Pasti ma. Aku minta doa nya mama dan papa. Mama tau kan, orang tua aku jauh. Saat ini mama lah tempat curhat aku".


Mama pun memeluk Sheila. Dia bisa merasakan sakitnya Sheila. Meskipun masa lalu nya juga tidak baik. Hubungan dengan agham pun di awali dengan menyakiti orang juga.


Tapi setiap manusia memiliki kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik lagi.


Maka, mama juga harus mendukung Sheila yang ingin menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Terlebih saat ini sudah memiliki anak anak yang masih kecil. Sedangkan sang papa acuh tak acuh dalam mengurus keluarga.


"Nanti kalau Sheila sudah sampai di tujuan, Sheila pasti kabari mama. Tapi Sheila mohon jangan kasih tau agham dulu yaa".


"Iya sayang".


Mereka pun saling memeluk satu sama lain.

__ADS_1


Sedangkan Delisa hanya asik bermain dengan Dimas dan sambil menggoda adik bayi nya yang tertidur pulas di boks bayi nya.


__ADS_2