Pernikahan 24 Jam

Pernikahan 24 Jam
Masa lalu Sheila


__ADS_3

Setelah keesokan nya, sheila di perbolehkan pulang.


Agham segera mengurus administrasi lalu pulang bersama kekasih nya itu.


Sesampainya di rumah, mama mirza sudah menunggu mereka di ruang keluarga dengan bayi agham dan sheila yang nyaman berada di pelukan neneknya.


Mama dan papa akan membahas pernikahan agham dan sheila. Karena tidak mungkin dia menampung sheila di rumah nya dengan keadaan belum resmi menikahi nya.


Ini saja sudah banyak yang bergunjing dengan hadirnya bayi yang katanya bayi agham.


Tapi mama mirza tidak ambil pusing dan mendengar kan omongan para tetangga nya.


Mama mirza orang nya cukup cuek dengan omongan orang luar. Terlebih lagi memang ini kesalahan anaknya sendiri.


"Kalau mau tinggal di sini, sebaiknya pernikahan kalian di percepat. Agar tidak jadi omongan orang. Apa kamu sudah baikan sheila?" ucap mama mirza lembut, dia tau anak nya dan perempuan itu bersalah. Tetapi dia juga seorang ibu yang pernah merasakan berjuang untuk melahirkan anak. Apalagi kemarin sheila sempat koma karena melahirkan cucu nya ini.


"Baik tante". Jawab sheila gugup.


"Sebaiknya kamu panggil saya mama juga seperti agham. Bersikap lah layaknya anak dan seorang ibu untuk anakmu". titah mama mirza lembut, berusaha menerima sheila sebagai menantu nya walaupun berat rasanya.

__ADS_1


"Ma, aku seperti nya akan tinggal di apartemen saja. Delisa akan aku bawa, agar tidak ada lagi gunjingan orang ke keluarga kita". Agham menuju kamar nya yang terdapat anaknya juga di sana sedang tidur di box bayi nya.


"Ma, aku juga ke kamar dulu ya ingin cpba menyusui putriku". Sheila menyusul agham.


Sheila kesal kenapa agham meninggalkan nya di depan. Dia kan baru saja pulang dari rumah sakit.


Sheila juga geram karena agham tidak mengizinkan nya bekerja kembali. Dia tidak bisa menjadi ibu rumah tangga yang hanya di rumah saja berkutat dengan pekerjaan rumah dan anak.


Bekerja dan menjadi wanita karir adalah impiannya sejak sekolah dulu.


Dia tidak mau menjadi susah seperti saat kecil dulu, yang untuk makan saja sangat sulit. Satu hari satu kali makan saja sudah sangat bersyukur.


Keluarga sheila adalah keluarga yang sangat sederhana. Malah cenderung susah. Ayah nya yang hanya tukang bersih bersih di sekolah, dan ibu nya penjaga kantin di sekolah menengah atas tempat sheila menimba ilmu.


Sheila memiliki wajah yang cantik sedari dulu. Tetapi karena penampilan nya sangat sederhana dan cenderung memakai seragam serta tas dan sepatu yang sudah usang membuat dirinya kerap mendapatkan bully di sekolah nya.


Sebenarnya sheila murid yang pandai, maka dari itu dia bersekolah di sekolah yang cukup favorit di daerah nya. Mayoritas murid di sana dari kalangan berada.


Sheila yang hanya anak penjaga sekolah dan kantin membuat dia di jauhi teman temannya.

__ADS_1


Ada murid di sekolah nya yang sangat angkuh dan kerap mengusik murid lain.


Guru pun tidak ada yang berani menegurnya, karena dia anak seorang pimpinan yayasan sekolah tersebut.


Pagi itu sheila sedang membantu ibu nya di kantin sebelum jam pelajaran di mulai.


Lusi yang berangkat bersama ayah nya jadi lebih pagi dari biasanya. Karena ayah nya akan mengadakan rapat di kantor.


Setelah menyimpan tas nya di kelas, Lusi pergi ke kantin untuk memakan sarapannya. Karena kalau di ruangan ayah nya pasti akan bosan.


Lusi melihat sheila sedang mengelap meja kantin muncul ide jahil nya.


Botol minum yang selalu di siapkan mama nya lusi berisi susu cokelat manis


itu di tuangkan sedikit demi sedikit di atas meja yang sudah sheila lap dengan bersih.


"Hehh,, bisa kerja gak sih lo? nih meja nya lengket semua gara gara lo gak becus!!".


"Maaf lusi, sebaiknya kamu tidak mengganggu saya yang sedang bekerja".

__ADS_1


"hohohoo.. Sudah berani rupanya kamu yaa". ucah Lusi.


__ADS_2