
Niken telah selesai mengisi data yang di perlukan untuk Niken di rawat.
Niken duduk di kursi tunggu dan merogoh ponsel nya, lalu menekan tombol telepon.
Niken menghubungi Romi guna memberi kabar bahwa kekasih nya harus di rawat inap di rumah sakit.
tuuuttt...
"Iyaa halo". ucap Romi di seberang sana.
"Pak, saya sudah di rumah sakit. Bunga harus segera di rawat inap karena tekanan darah nya rendah dan juga asam lambung naik. Jadi dokter menyarankan agar di rawat inap saja beberapa hari". jelas Niken.
"yaa ampun, bunga harus di rawat. Ya sudah, saya akan kesana ya Niken. Tolong titip dulu bunga nya, nanti saya juga akan hubungi papah nya. Terima kasih sudah menjaga calon istri ku. Oh iya, kalau bisa jika sedang di luar kantor panggil nama saja. Seperti bapak kamu saya jadi nya".
"Baik Romi, tidak masalah. Sudah dulu ya, saya mau susul bunga di ruangan nya".
"Iyaa Niken, terima kasih sekali lagi".
"Iyaa sama sama". Niken pun menutup panggilan telepon nya.
Niken berjalan menuju ruangan yang tadi untuk melihat bunga.
Ternyata bunga akan di antar ke kamar rawat inap nya.
Tentu Niken memilih kamar VIP agar bunga merasa nyaman.
Niken mengikuti suster yang mendorong bunga ke kamar VIP nya.
"Terima kasih suster sudah di antar". ucap Niken
"Sama sama, jika air infus habis atau ada keluhan lainnya bisa tekan tombol yang ada di samping kasur yaa. Saya tinggal dulu, permisi". suster pun kembali ke ruangan nya meninggalkan bunga dan Niken.
"Nih, ku kembalikan. Tadi sudah ku gunakan untuk membayar deposit rawat inap kamu". ujar Niken.
"Iyaa Niken, terima kasih yaa sudah mau di repot kan".
"Iyaa sama sama. Aku juga sudah menghubungi Romi. Dia mau menyusul kemari kata nya".
"Oh iya, Romi juga akan menghubungi papah kamu. Pasti dia khawatir kalau tidak kamu kabari". jelas Niken
"Hhmmm sudah sebesar ini, aku masih saja bikin papah cemas terus". ucap bunga lesu
"Sudah lah. Kita manusia pasti ada masa nya sakit. Anggap aja ini hadiah dari Tuhan agar kamu bisa beristirahat total. Kita berdoa sama sama agar kamu cepat sehat lagi".
"Aamiin, terima kasih yaa Niken".
"Iyaa sama sama".
"Oh iya Niken, gimana ? apa agham masih mendekati kamu? masih memberikan hadiah hadiah itu?" tanya bunga penasaran.
__ADS_1
"Hhuufhh, begitulah bunga. Dia masih rajin menaruh hadiah di meja kerja ku. Aku risih sekali. Awal nya banyak yang menggosipkan aku dan pak agham. Karena kentara sekali dia perhatian nya. Sebal aku". terang Niken
"Lelaki itu tidak ada kapok nya yaa". ucap bunga
"Tapi bunga, untung nya saat ini aku sedang dekat dengan seseorang. Jadi gosip itu perlahan menghilang sendiri ".
"Beni ?" tanya bunga spontan
"Hah? bagaimana kamu tau sih? aku kan belum ada cerita. Wah jangan jangan kamu bisa baca pikiran orang ya?" ucap Niken
"Hahaha, gak lah. Mana ada aku bisa begitu. Keliatan kok dari cara beni mandangin kamu. Beda banget, tatapan nya dalem banget gitu".
"Ah apaan sih kamu bunga. Lagi sakit, dilarang meledek orang".
"Iiihh tuh kamu muka nya merah. Cieeeee. Oh iya, apa kamu sudah kasih kabar ke beni kalau kamu disini?". tanya bunga
"Oh iyaaa, hampir aja lupa. Untung kamu ingetin. Takut nya nanti dia jemput ke rumah mu".
"Ya sudah cepat kamu telepon ayang beb mu itu". bunga terus saja menggoda Niken.
"Kamu ini yaa". Niken pun agak menjauh sedikit dari bunga. Ia tidak mau di godain lagi sama bunga.
Niken menelepon beni, memberi tau beni kalau dia sedang berada di rumah sakit.
"Lo jangan jemput gue di rumah bunga, Ben. Gue lagi di rumah sakit..".
Belum selesai Niken bicara ....
Tapi, justru itu malah membuat Niken senyum senyum sendiri di buat nya.
Se begitu perhatian nya kah beni sama Niken?
cieeee cieee
"Beni, dengerin gue yaaa. Bukan gue yang sakit, tapi temen gue bunga yang sakit. Eh, tapi gue ucapin makasih loh, Lo ternyata perhatian banget sama gue sampe panik bangeeettt gitu. hahahaha".
"Alhamdulillah kalo Lo gak kenapa kenapa. Ya udah, kirim lokasi nya. Nanti gue jemput ke situ. Ini sebentar lagi gue selesai kok. Sekalian ada yang mau gue tanya ".
"Tanya apa?" Niken penasaran
"Yaa nanti aja di sana lebih enak ngobrol nya".
"Ya udah, gue tunggu. Hati hati yaa".
"Iyaa Niken".
panggilan pun terputus.
"Sudah kabari ayang beb nya?". goda bunga
__ADS_1
"Untung kamu lagi sakit, kalo gak udah aku cubitin. Rese kamu yaa ternyata ". ucap Niken pura pura ngambek.
"Hahaha, kamu lucu tau gak".
Mereka berdua ngobrol apa saja.
Suster membawa kan makanan untuk bunga beserta camilan nya.
Niken memaksa bunga makan walau sedikit demi sedikit.
Sambil ngobrol lama lama habis juga.
Tak lama kemudian, ada suara pintu di ketuk.
Lalu di buka oleh Niken, ternyata Romi yang datang bersama papah nya bunga.
"Sayang, kenapa gak bilang papah kalo mau berobat. Papah sedih loh gak tau kamu sakit". ucap papa Rio.
"Bunga hanya kelelahan aja pah. Jangan khawatir ". bunga menenangkan papah nya
"Gak mungkin sayang kalo kamu cuma kelelahan, pasti ada sakit yang lain nih sampai putri cantik papa di rawat inap di sini. Hayo ngaku". papa memang hafal dengan anak nya. Bunga memang kerap mengalami gangguan lambung. Jika sedang kambuh, pasti di rawat inap.
"Iyaa pah, lambung ku kambuh. Tekanan darah ku juga rendah. Aku gak bisa bohong yaa sama papa, papa udah tau duluan pasti hehehe".
"Kamu ini yaaa".
"Sudah om, yang penting sekarang bunga sudah di tangani dokter ".
Pas sekali Romi selesai bicara, dokter yang tadi menangani bunga datang kunjungan.
"Selamat sore, saya mau periksa dulu yaa". ucap dokter muda tersebut.
"Iyaa dok , silahkan ". ucap papa Rio
Romi menatap dokter muda itu dengan tajam. Memang dokter ini cukup tampan, apalagi mengenakan jas dokter seperti ini. Bertambah kadar ketampanan nya.
"Permisi yaa nona bunga". dokter tersebut menekan ulu hati bunga sedikit. Lalu memeriksa menggunakan stetoskop nya.
"Apa sakit di bagian sini ?"
"sshh,, iya dok. Masih terasa nyeri".
"Iyaa, asam lambung nya masih ada nih. Sudah tidak pusing kan ya?".
"Iyaa dok, kalau pusing sudah tidak terlalu ".
"Kita cek tensi nya yaa".
Suster pendamping memeriksa tekanan darah bunga.
__ADS_1
"90/80 dok". ucap suster
"Sudah mulai naik yaa, tapi masih rendah sedikit ". ujar dokter tersebut.