Pernikahan 24 Jam

Pernikahan 24 Jam
Masa lalu sheila 2


__ADS_3

"Bukan begitu lusi, tapi aku hanya sedang bekerja. Kenapa kamu terus ganggu aku?". lirih sheila.


"Karena gue gak suka sama lo. Miskin!!". ucap lusi angkuh.


"Tapi aku gak pernah ganggu siapa pun. Aku hanya ingin bantu orang tua ku. Kenapa juga kamu tumpahkan susu cokelat itu ke meja kantin? aku lelah membersihkan nya lusi. Kenapa kamu jahat sih?" tumpah sudah air mata sheila. Mendengar isakan putri nya, orang tua sheila menghampiri nya.


"Ada apa nak?" tanya bapak


"Gak ada apa apa pak, hanya masalah kecil. Sudah bapak kerja lagi saja". ucap sheila.


"Heh dengar yaa jadi cewek gak usah sok cantik yaa. Jangan berani tebar pesona".


"Aku gak begitu lusi, aku cuma mau belajar dengan tenang. Kenapa kalian orang kaya selalu angkuh? aku cuma mau fokus sekolah. Ada masalah apa sebenernya sampai kamu kayaknya benci banget sama aku?" pekik sheila agak keras. Dia sudah bingung mau bilang apa lagi untuk mengutarakan kekesalan nya.


"Karena lo miskin masuk sekolah favorit jadi bikin image sekolah ini rusak gara gara ada cewek miskin kayak lo".


"lo berani banget yaa ngomong gitu". tangan lusi sudah terangkat satu siap menampar sheila.


Tiba tiba tangan lusi tercekat. Tangannya di pegang erat seperti tidak mau tangan lusi menampar sheila.

__ADS_1


"Agham? kamu ngapain gham di sini?".


Yaa, pria itu adalah agham dan romi. Mereka bertiga adalah teman sejak sekolah SMA. Mereka sangat melindungi sheila yang perempuan satu satunya. Agham dan romi tidak malu memiliki teman seperti sheila.


Jika yang lain akan menjauhi bahkan membully sheila, tidak untuk agham dan romi.


"Lo gak boleh seenaknya disini. Jangan mentang-mentang anak kepala yayasan lo bisa ngebully murid lain. Inget di sini ada cctv, mau gue laporin ke polisi?"


"hhmmm ,, ngg, nggak kok itu gak kayak yang kamu pikirin. Itu salah dia, dia biang masalah nya". Lusi malah menunjuk sheila.


"Udah deh lusi, cabut aja lo dari sini. Dari pada agham murka sama lo gawat".


"Kamu gak apa apa kan? Lusi gak ngapa ngapain kamu kan?" tanya agham cemas.


Sheila menjawab dengan gelengan kepala.


Agham dan romi memang selalu bertiga dengan sheila.


Sheila merasa di lindungi oleh dua jagoannya.

__ADS_1


Waktu dia masuk dunia perkuliahan, sheila agak berubah menjadi orang yang sombong karena mungkin selalu di bela agham dan romi.


Dia juga cemburuan jika agham dan romi sedang mengerjakan tugas dengan teman kelas nya yang perempuan.


Perubahan sheila membuat hubungan mereka agak renggang.


Agham dan romi jengah dengan kelakuan sheila yang berubah. Padahal mereka harus belajar dengan tekun di kampus.


Mereka beda jurusan, tapi untuk agham dan romi satu kelas. Hanya sheila yang berpisah. Hanya pisah kelas saja.


Sejak saat itu agham dan romi agak menjauh dari sheila.


Agham sebenarnya memiliki rasa, hanya saja dipendam tidak mau persahabatan nya hancur. Diam adalah cara yang tepat agar selalu baik persahabatan nya.


Sampai pertemuan saat reuni itu merubah segalanya.


Sheila yang masih bersikap sama seperti dulu, terlalu posesif kepada teman pria nya ini. Diam diam juga sheila menyimpan rasa untuk agham yang dari dulu selalu ada untuk sheila. Membela sheila ketika yang lainnya malah membully dia.


Sejak saat itulah perasaan tumbuh semakin subur. Lama kelamaan menjadi obsesi.

__ADS_1


__ADS_2